Annyeong chingu ^ ^ mimin comeback with ne ff😀.Kali ini mimin membawa ff degan judul *She*.Nah awalnya ff ini akan mimin share tanggal 1 Juli,tetapi berhubung mimin rasa itu terlalu lama,akhirnya hari ini deh mimin nge-postnya.

FF ini murni hasil pemikiran mimin sendiri,jadi please..jangan copas ataupun nge-plagiatin ini ff😀.

^^^^

Main Cast :
-Victoria Song
-Jung Yonghwa
-Jung Il Woo
-Kim Jaejoong
-Min Sun Ye
-Lee Joo Yeon
-Kang Minkyung
-Kim Suh Hyung
-Delano Song
-and Other

Recomended Song :
-Kiss Kiss Kiss *Shinee*
-Electric Shock *F(x)*
-What Doesn’t Kill You (Stronger) *Kelly Clarkson*


Langit sore mulai berubah menjadi malam,burung-burung mulai kembali ke sarangnya,hiru-pikuk kendaraan yang hendak pulang dari kantor terlihat begitu jelas di jalanan Kota Seoul.Di antara puluhan bahkan ratusan mobil yang sedang menelusuri jalanan itu terlihat sebuah mobil BMW merah yang sedang melaju kencang dengan pengendara seorang perempuan.
Gadis itu melajukan mobilnya tanpa arah dan dengan ugal-ugalan hingga membuat beberapa orang geram karena tingkahnya,hingga sampai ia di pertigaan.Sebuah mobil lain melaju dengan cukup kencang dari arah barat dan dengan hitungan detik mobil itu entah sadar atau tidak  telah menabrak sisi kanan mobil BMW merah yang sedang melaju dengan kencang hingga terbalik.
Orang-orang segera berlari menghampiri mereka dan segera menelfon Rumah Sakit untuk segera mengirimkan ambulance.Di dalam mobil BMW merah terlihat seorang gadis sedang terjepit dan tidak bisa keluar,sekujur tubuhnya dipenuhi dengan darah dan ia terlihat sedang tak sadarkan diri.Sedangkan di mobil yang satunya,sang pengendara dan penumpangnya telah berhasil di keluarkan.
Hingga terdengar bunyi sirine ambulance,beberapa perawat telah turun dan membawa ke-dua korban ke dalam ambulance.Sedangkan beberapa orang masik sibuk mengeluarkan gadis itu dari dalam mobilnya.Hingga beberapa saat kemudian gadis itu berhasil di selamatkan.Tanpa basa-basi gadis itu langsung di bawa ke Rumah Sakit karena keadaannya semakin kritis.
Garis batas antara hidup dan mati kini telah melingkari gadis itu,darah terus saja mengalir dari tubuhnya,nyawanya kini dipertaruhkan.15 menit lagi ia tak mendapatkan pertolongan maka ajal akan datang menjemputnya.

*****

Seorang laki-laki berusia muda dan seorang perempuan setengah baya terlihat berjalan terburu-buru di belakang dokter yang sedang menuju ke Ruang Operasi dengan wajah cemas.Ya,mereka adalah saudara tiri dan ibu tiri Victoria Song,gadis yang baru saja kecelakaan dengan menggunakan mobil BMW merah tadi.Berkali-kali Kim Suh Hyung menggigiti bibirnya sambil berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada anak tirinya itu,begitu juga dengan Kim Jaejoong yang sedang mengatur nafas dan berdoa untuk adik tirinya.
1 jam..2 jam..3 jam…4 jam…Sang dokter akhirnya keluar dari Ruang Operasi bersama dengan beberapa perawat yang tadi membantunya “Selamat operasi berjalan sukses” Ujarnya senang pada ke-dua orang tersebut sambil melepaskan maskernya “Mwo? Benarkah? Ya Tuhan..terima kasih” Sahut Kim Suh Hyung yang tanpa sadar menghela nafas lega di sertai setetes air mata yang mengalir di pipinya “Kalau begitu saya permisi dulu,anak anda akan kami tempatkan dalam ruangan intensif karena dia masih memerlukan perawatan secara intensif” Ujar sang dokter kemudian pergi “Ne dokter,khamsahamnida” Jawab Kim Suh Hyung.
“Bodoh sekali anak itu,mengapa dia mengendarai mobil dengan ugal-ugalan di jalan yang se-ramai ini? Dasar bodoh!” Gerutu Kim Jaejoong sambil memukul pelan dinding Rumah Sakit “Sudahlah Joong,ini semua juga bukan sepenuhnya salahnya,lebih baik kita segera menjenguknya” Ujar sang ibu menenangkan.Jaejoong mendengus pelan dan kemudian berdiri di samping ibunya “Baiklah” Jawabnya.
Kini mereka berdua telah berdiri tepat di samping Victoria yang masih tak sadarkan diri karena obat bius itu.Beberapa bagian wajahnya terlihat lebam,tangan kirinya patah akibat terjepit stir,sedangkan kaki kanannya patah karena tertindih oleh beberapa barangnya dan kemudian mengahantam pintu.
Jujur ini bukan pertama kalinya Victoria tergolek lemas akibat kecelakaan mobil,karena sebenarnya ini adalah yang ke-7 kalinya terjadi dalam 3 tahun ini.Sebenarnya bukannya Victoria ingin mencari mati atau apa,tapi ini semua terjadi karena ia masih frustasi akan hal yang telah terjadi padanya 3,5 tahun lalu.Entah mengapa di dalam hatinya masih terbesit sebuah luka yang dalam karena laki-laki itu.Berkali-kali ia mencoba untuk melupakannya tetapi nihil,semakin hari ia malah semakin mengingatnya dan rindu akan kehadirannya.Mungkin ini adalah sesuatu yang bodoh dan ceroboh.Hanya karena ingin melupakan semua itu,Victoria nekat melakukan hal-hal yang ekstrem dan bahkan dapat membahayakan dirinya seperti apa yang baru saja ia lakukan.

*****

Malam telah larut ketika gadis itu terbangun.Matanya menatap sekeliling kamar rawatnya “Aw..!” Teriaknya kecil ketika mencoba menggerakkan tangan kirinya.Seketika sang ibu dan kakaknya yang semula tertidur langsung terbangun dan menghampiri Victoria “Vic,kau tak apa?” Ujar Kim Suh Hyung dengan nada cemas.Victoria hanya memandang sinis ibu tirinya itu kemudian mengalihkan pandangannya kembali sambil berkata “Untuk apa kalian di sini?” Tanyanya dengan nada marah “Mwo? Vic..aku ini ammamu.Apa salah jika seorang ibu menemani anaknya yang sedang sakit?” Tanyanya dengan nada tak mengerti sambil membelai lembut rambut Victoria.
Gadis itu hanya menghela nafas panjang kemudian sedikit menjauh dari ibu tirinya “Mwo? Amma? Ammaku sudah meninggal 8 tahun yang lalu,kau bukan ammaku dan tak akan pernah bisa menjadi ammaku” Ujarnya licik sambil mengkerutkan keningnya dan tersenyum pahit.
Kim Jaejoong yang semula hanya diam saja kini mulai membuka mulutnya “Hentikan Vic!!! Kau tidak berhak berkata seperti itu pada amma..Ingat Vic,amma sekarang sudah menikah dengan appa..dan dengan begini,bukankah dia sudah sah menjadi orang tuamu? Apa kau tidak bisa sedikit menghormati amma,hah?” Laki-laki itu terlihat marah,suaranya meninggi dan wajahnya memerah padam.Ia sungguh tidak terima mendengar ibunya di perlakukan seperti itu oleh gadis yang sekarang ini menjadi adik tirinya tersebut.Ia tau bahwa ibunya sangat menyayangi Victoria bahkan rasa sayangnya pada Victoria lebih besar dari rasa sayangnya pada anak kandungnya sendiri.Tapi sayang,Victoria sama sekali tidak pernah mengerti akan hal itu,Victoria selalu merasa bahwa dirinya dan ibunya hanya dua orang pengganggu yang datang menghancurkan hidupnya.
Victoria berdehem dan tertawa kecil “Hah? Kau juga..Kau tidak berhak berkata seperti itu padaku,kau bahkan bukan siapa-siapaku..Kau hanya orang lain yang tiba-tiba masuk dalam hidupku…Kalian berdua hanyalah parasit yang tinggal dan menempel pada keluargaku” Ujarnya.Sungguh kali ini Jaejoong sudah tidak bisa mentoleransi lagi kata-kata pedas yang keluar dari mulut gadis itu,hingga ia melayangkan sebuah tamparan tepat di pipi kanan gadis itu “Joong,apa yang kau lakukan pada Victoria? Kau..kau..dia adikmu Joong” Ujar sang ibu yang tidak menyangka bahwa anaknya akan melakukan hal seburuk itu pada adik tirinya sendiri “Sudah cukup,apa amma tidak sakit hati dengan semua perkataan  gadis tidak tau diri ini? Sudah sekian lama amma bertahan dan tetap bersabar pada kelakuannya.Aku tau bahwa gadis ini sejak dulu memang sudah tidak menyukai kita,dia hanya menganggap kita sampah…”
“Yak betul,kalian memang hanya sampah.Dan kalian tau? Sampah itu seharusnya di buang dan dihancurkan bukan?” Potong Victoria “Kau..kau benar-benar..Ah sudahlah amma,kita tinggalkan saja gadis tidak tau diri ini sendirian,biarkan dia mengurus dirinya sendiri.Dasar gadis tidak tau berterima kasih!!”.
Jaejoong yang masih marah segera mengajak ibunya untuk keluar dari kamar rawat Victoria dan mengajaknya pulang.Hatinya sungguh sakit mendengar segala macam cemoohan dan ejekkan dari mulut gadis yang 1 tahun lebih muda dari dirinya itu.Baginya gadis itu benar-benar tidak tau berterima kasih dan tidak memiliki otak.
Jaejoong masih menggandeng tangan ibunya dan berjalan cepat menuju ke luar Rumah Sakit,ia mencoba untuk mengendalikan emosinya yang sudah melebihi batas itu,sungguh ia benar-benar tidak habis fikir gadis bernama Victoria itu berani berkata se-buruk itu pada ibunya,orang yang paling berarti dalam hidupnya.
Hingga ketika mereka berdiri tepat di depan pintu Rumah Sakit,terlihat seorang laki-laki ber-kaca mata berlari mendekati mereka “Kalian mau ke mana? Bukankah Victoria masih berada di dalam?” Tanya laki-laki itu.Jaejoong menarik nafas dan menghembuskannya perlahan “Ne appa,dia memang masih berada di dalam.Tapi maaf sepertinya aku dan amma tidak bisa berlama-lama di dalam,kami sudah cukup sakit hati dengan perlakuan dan kata-kata gadis itu selama ini” Ujarnya “Jaejoong-ah kau tidak boleh berkata seperti itu,Victoria adalah adikmu” Potong sang ibu pada Jaejoong.
Delano Song mengkerutkan keningnya sambil menatap istri dan anak tirinya secara bergantian dengan tatapan tak mengerti “Apa maksud kalian?” Ujarnya tak mengerti.Jaejoong mengangkat alisnya dan berkata “Sepertinya appa harus bertanya pada Victoria sendiri” Ujarnya tegas dan mulai berjalan meninggalkan Delano,dengan sigap Delano menahan anak tirinya tersebut “Tunggu Joong,appa benar-benar tidak mengerti.Memang apa yang terjadi pada kalian selama ini? Bukankah kalian selalu baik-baik saja?”
“Mwo? Mianhae appa,selama ini kami tidak baik-baik saja.Gadis itu,Victoria dia sering memperlakukan amma seperti orang lain,oh bukan..bukan hanya amma tetapi aku juga.Dia sama sekali tidak mengharagi kami,setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak pernah terdengar enakk di telinga kami..Aku tau,appa tidak pernah mengetahui hal ini bukan? Appa terlalu sibuk dan jarang berada di rumah,dalam satu bulan saja mungkin appa hanya memiliki waktu satu hari berada di rumah”
“Tapi Ibumu tidak pernah berkata seperti itu pada appa.Dia bilang Victoria adalah gadis yang baik” Sahut Delano “Amma? Amma mengatakan itu semua agar appa tidak khawatir pada kami” Jawab Jaejoong sambil menatap ibunya yang kini sedang menunduk itu.Delano melangkah mendekati Kim Suh Hyung dan berkata pelan “Benarkah itu? Mengapa kau tidak jujur padaku?” Tanyanya pelan.Kim Suh Hyung mendongakkan kepalanya “Mianhae oppa…Aku tidak ingin membuatmu khawatir,tapi tenanglah aku tidak mempermasalahkan Victoria,aku tetap menyayanginya seperti anakku sendiri” Jawabnya sambil menyunggingkan seulas senyum,Jaejoong hanya menggeleng pelan mendengar perkataan ammanya “Kau terlalu baik amma” Batin Jaejoong dalam hati
“Sudahlah Joong,kita harus bisa memaklumi keadaan Victoria” Ujar Kim Suh Hyung pada Jaejoong “Gomawo Hyung..gomawo” Ujar Delano “Bagaimana kalau kita masuk kembali,Victoria pasti membutuhkan kalian” Sambung Delano sambil berjalan mendorong anak dan istrinya  tersebut.

*****

“Pabo,apa yang telah ku lakukan tadi? Mobilku? Ah tidak..mobilku pasti hancur berkeping-keping.Pabo..!! Bodoh sekali kau Vic,di mana otakmu?” Gadis itu berkali-kali menyalahkan dirinya sendiri dan mendengus pelan
Kreekk…Gagang pintu bergerak dan masuklah dua orang laki-laki beserta seorang perempuan.Tidak salah lagi,itu adalah Delano Song,Kim Suh Hyung,dan Kim Jaejoong.Victoria mengangkat alisnya dan menatap mereka ber-tiga lurus-lurus.Delano Song berjalan mendekati Victoria dengan tatapan rindu dan memeluk erat gadis itu “Mianhae Vic” Ujarnya yang masih memeluk erat anak kesayangannya itu,Victoria menghela nafas dan berkata “Percuma appa meminta maaf padaku,itu sudah tidak mempan lagi.Berkali-kali appa selalu mengucapkan kata-kata itu,tapi apa? Bukankah tidak ada yang berubah?” Sahut gadis itu dan menjauh dari ayahnya “Lebih baik kalian semua keluar,aku ingin sendiri..SEKARANG..!!!” Ujar Victoria membentak.
Jaejoong menutup matanya sebentar dan berjalan mendekati Victoria “Baiklah jika itu maumu,kami semua akan pergi” Ujar Jaejoong yang benar-benar marah pada sikap Victoria.Mereka bertiga berjalan pelan menuju ke luar kamar dan menutup pintu.
Victoria hanya diam terpaku melihat semua itu.Sungguh sebenarnya dia merasa sangat bersalah pada ayahnya,ibu tirinya,dan juga kepada kakak tirinya.Jujur,jauh di dalam hatinya yang paling kecil,sebenarnya Victoria sangat menyayangi mereka semua,tapi entah mengapa setiap kali Victoria beratapan muka dengan ibu tirinya ataupun kakak tirinya,rasa sayang itu berubah menjadi benci dalam seketika.Mungkin ini semua karena Victoria merasa bahwa Kim Suh Hyung adalah perusak hubungan ibu kandungnya dengan ayahnya.Vicoria berfikir bahwa Kim Suh Hyung yang telah membuat keduanya bercerai.Dan tak lama setelah itu,ibu kandung Victoria yang memang orang Cina asli telah memutuskan untuk kembali ke Negara asalnya tersebut,tapi sungguh malang.Pesawat yang ia tumpangi jatuh dan mengakibatkan seluruh penumpang dan awak pesawat meninggal dunia.

*****

Victoria termenung menatap sebuah tanggalan kecil di samping ranjangnya.1,5 bulan sudah dia berada di Rumah Sakit,dan dia sangat tidak menyangka bahwa ke-dua orang tua dan kakaknya benar-benar tidak kembali untuk menjenguknya.Gadis itu mendengus pelan dan mencoba menghibur dirinya sendiri “Oh ayolah Vic,bukankah ini suatu hal yang baik? Kau bahkan tidak harus memaksakan kedua matamu untuk menatap mereka..Kesendirian ini pasti sangat membahagiakan” Ujarnya lirih,hingga terdengar suara Min Sun Ye yang tiba-tiba datang “Hai Vic,bagaimana kabarmu? Oh iya aku membawakan sesuatu,coba makan ini..ammaku memasakkannya khusus untukmu,oh baiklah..Vic,aww..ini masih panas..kita tunggu sampai lebih dingin dulu..Vic..” Belum selesai Min Sun Ye berbicara,Victoria sudah membungkan mulut gadis itu dengan tangannya “Bisakah kau lebih tenang sedikit?” Ujarnya.Min Sun Ye mengkerutkan keningnya “Ah..baiklah nona Victoria” Dengusnya “Bagus..lalu apa itu?”
“Ini .. entahlah aku tidak tau,aku belum pernah memakannya hahaha” Sahut Min Sun Ye “Ah baiklah,ehm..sebenarnya aku ingin minta tolong padamu” Ujar Victoria dengan muka sedikit,ingat hanya sedikit memelas “Mwo?” Tanya Min Sun Ye sembari duduk di samping Victoria.
Gadis itu mendongakkan kepalanya dan tersenyum kecil “Bantu aku untuk mengemasi barang-barangku dan pulang” Gumamnya “Mwo? Pulang?” Sahut Min Sun Ye yang bingung,apalagi Victoria terlihat belum sembuh betul “Ayolah..ku mohon,aku sudah tidak tahan berlama-lama di sini,ku fikir dokter juga akan memperbolehkanku pulang.Keadaanku juga sudah cukup baik” .Min Sun Ye berfikir sejenak lalu mengangguk pelan “Baiklah,tapi sebelumnya aku akan menanyakannya pada dokter.Kau jangan ke mana-mana,tetap di sini”
Tanpa menunggu lama gadis bernama Min Sun Ye tersebut telah berjalan pergi dan menemui dokter Han.Sementara itu Victoria terlihat masih asik dengan makanan yang di masakkan oleh ibu Sun Ye khusus untuknya.

*****

“Yak,baiklah nona Victoria Song..!! Bersiaplah,kita akan segera meninggalkan Rumah Sakit ini” Min Sun Ye menarik selimut tebal yang masih menutupi seluruh  tubuh Victoria.Gadis itu menguap beberapa kali hingga akhirnya ia benar-benar terbangun dan sungguh terkejutnya ia,ketika melihat barang-barangnya telah rapi.Dengan tatapan kagum Victoria memandang Min Sun Ye “Kau yang melakukannya?” Tanya Victoria tanpa melepaskan pandangannya,Min Sun Ye mengangguk pelan “Kau fikir siapa lagi? Sudahlah sekarang kau harus segera ganti baju.Taksi sudah menunggu di depan,aku akan membawakan kopermu dan ini ada kruk untukmu,karena aku tidak yakin kau bisa berjalan dengan kaki seperti itu”
Victoria mengulurkan tangannya dan mencoba berdiri sambil menopang tubuhnya dengan kruk itu “Gomawo ne ..” Ujarnya berterima kasih.Min Sun Ye hanya merangkul Victoria dan berkata “Cheonma..Baiklah,mari kita berangkat”.
Sepanjang perjalanan Victoria terlihat sedang melamun,entah apa yang sedang gadis itu fikirkan tetapi raut wajah dan sinar matanya mengatakan bahwa sesuatu telah terjadi padanya.1,5 jam berlalu sejak mereka keluar dari Rumah Sakit.Taksi berhenti tepat di depan sebuah rumah be-warna krem dan berlantai dua itu.2 orang security terlihat sedang berjaga di depan gerbang.Victoria dan Min Sun Ye segera keluar dari mobil,sedangkan salah satu security itu menghampiri mereka dan mengambil koper yang berada di bagasi taksi,dan security yang lain membukakan gerbang rumah.
Ketika gerbang di buka,seorang laki-laki berdiri tepat di belakangnya.Ya,Kim Jaejoong,dia sudah berdiri di sana sejak beberapa waktu yang lalu,tidak bisa dipungkiri bahwa Jaejoong memang sedang menunggu adik tirinya itu pulang.Karena entah mengapa walaupun di dalam hatinya tersimpan sebuah kebencian yang mendalam terhadap Victoria,tetapi ada juga sebuah perasaan sayang kepada Victoria.Sehari tanpa Victoria sebenarnya sudah cukup membuat Jaejoong merasa kesepian.Ya,walaupun ia tahu bahwa Victoria sangat tidak menyukainya dan ibunya tetapi jauh di dalam hatinya ia benar-benar menyayangi Victoria dan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.
“Kau sudah datang rupanya?” Terdengar suara Jaejoong yang sedikit pelan,Victoria hanya mengangguk sedikit “Hmm..” Ujarnya “Amma dan appa sudah menunggumu” Sahut Jaejoong lagi kemudian berjalan mendahului Victoria.
Krek..Jaejoong membuka pintu rumah dan mendapati ke dua orang tuanya sedang mengobrol ber-dua di sofa.Kim Suh Hyung yang tidak sengaja menengok akhirnya melihat kedatangan anaknya dengan seorang gadis berwajah pucat dan menggunakan kruk untuk untuk menopang tubuhnya dan tak lupa gadis lain berada di belakang gadis berwajah pucat itu.Kim Suh Hyung memandang suaminya dan menaruh cangkir teh yang ia pegang lalu berdiri menghampiri gadis berwajah pucat itu dan memeluknya “Kau sudah sembuh” Ujar Kim Suh Hyung senang,Victoria melepaskan pelukkan ibu tirinya tersebut dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya “Sun Ye,apa kau mau ke kamarku? Atau kau ingin pulang saja?” Tanyanya pada Min Sun Ye.
“Sepertinya aku harus segera pulang,semoga cepat sembuh” Ujar Sun Ye sambil memeluk Victoria dan pergi.Victoria mengkerutkan keningnya lalu melanjutkan jalannya menuju kamar.Delano,Jaejoong,dan Suh Hyung hanya memandangi gadis itu sambil mendesah pelan.

*****

Victoria merenung melihat beberapa foto-fotonya dengan sang ibu ketika masih kecil.Dalam foto itu terlihat ia sedang di rangkul,di cium,di gendong,dan duduk bersama dengan ibunya di taman.Entah kenapa tiba-tiba hati gadis itu merasa sakit,sungguh sangat sakit.Ia tidak sanggup melihat foto kenangan itu,di dalam benaknya ia selalu merasa bahwa sang ibu masih hidup.Tapi apa? Itu hanya hayalan semata.Hingga ia melihat sebuah foto yang terselip di antar foto-foto kenangannya dengan sang ibu.Victoria membelalakkan matanya dan “Foto ini..!!!” Ujarnya sambil membanting album foto itu.Ia tidak menyangka bahwa foto yang ia ambil sekitar 4 tahun lalu bersama dengan mantan kekasihnya itu masih berada dalam album foto kenangannya.
Ia sungguh tak menyangka harus menemukan foto keparat itu,foto yang membuatnya teringat pada sesosok laki-laki bodoh yang meninggalkannya 3,5 tahun yang lalu.Ia benar-benar menyesal telah memberikan segala-galanya untuk laki-laki itu. “Bodoh kau Vic,kau benar-benar bodoh”

*****

Semenjak si bodoh itu pergi meninggalkannya,Victoria menjadi berubah,sikapnya,kebiasaannya,dan segala-galanya.Apalagi jika ia sedang mengingat soal kematian ibunya,Ia benar-benar akan berubah menjadi seorang gadis yang liar dan tidak memiliki perasaan.Ia merasa bahwa hidupnya benar-benar telah berakhir dan seharusnya ia mati saja.Tapi itu semua menjadi sirna karena kehadiran Min Sun Ye,sahabat baiknya.Ketika Min Sun Ye berada di sampingnya,Victoria merasa bahwa hidupnya masih bermakna dan berarti,ia sungguh tidak bisa membayangkan jika harus hidup tanpa sahabatnya itu.
Victoria mengerjap dan bangkit dari ranjang lalu berjalan menuju ke sebuah almari kecil berisi beberapa majalah.Saat ini di sekeliling gadis itu sudah terlihat beberapa majalah yang berserakkan,tetapi pandangannya  masih terpaku pada sebuah majalah yang berisi tentang beberapa tempat-tempat liburan.Berkali-kali ia membolak-balik halaman hingga “Bagus,ku rasa tempat ini cocok” Ujarnya sambil menunjuk sebuah artikel.
Dengan cepat Victoria mengambil kruk yang ia sandarkan di almari dan berjalan mengambil handphonenya yang berada di meja,lalu menekan nomor dan mulai berbicara dengan seseorang di seberang sana “Annyeong,penjualan tiket pesawat online?”

*****

“Annyeong,penjualan tiket pesawat online?” Jaejoong yang sedang berjalan melewati kamar Victoria,secara tidak sengaja mendengar gadis itu berbicara.Karena penasaran,akhirnya diam-diam Jaejoong mulai mendekat ke pintu dan menguping pembicaraan Victoria.
Tiba-tiba gagang pintu terlihat bergerak,dan munculah Victoria dari dalam kamar.Victoria mengangkat alisnya ketika mendapati sang kakak sedang berdiri di depannya,“Apa yang kau lakukan?” Tanya Victoria.Jaejoong berjalan mundur satu langkah lalu menjawab pertanyaan adiknya itu dengan tergagap “Aku..mm..aku..s..sedang berjalan,ya,sedang berjalan”
Victoria melangkah maju mendekati kakaknya “Kau sedang menguping ne?” Tanyanya dengan nada serius.Tanpa sadar Jaejoong membelalakkan matanya dan berkata “Anii,aku tidak sedang menguping.Sudahlah,aku turun dulu” Ujarnya mengalihkan pembicaraan lalu berjalan menuruni tangga menuju ruang tengah. “Aneh sekali orang itu,aku juga tidak masalah jika dia menguping.Itu malah lebih bagus,karena dia sudah tau kalau aku akan segera pergi” Gumam Victoria yang mulai mengoceh tak jelas.
Dance the night away live your life and stay young on the floor Handphone Victoria  berdering dan dengan cepat gadis itu merogoh saku celananya dan segera menjawab panggilan tersebut.
“Annyeong,Sun Ye-ah..ada apa ne?”
“Aniyo,bagaimana keadaanmu?”
“Aku sudah lebih baik,ku fikir aku sudah mulai bisa berjalan tanpa menggunakan kruk”
“Jinjja? Bagus kalau begitu”
“Ne,Sun Ye,ada yang ingin ku bicarakan,bisa kita bertemu sebentar?”
“Mwo? Baiklah,di mana?”
“Bagaimana kalau di tempat biasa?”
“Nde,biar aku menjemputmu”
“Aniyo…aku bisa ke sana sendiri”
“Kau mau mengendarai mobil dengan keadaan seperti itu?”
“Mwo? Anii,aku akan meminta sopir untuk mengantarkanku”
“Ya,baiklah..kalau begitu aku akan segera berangkat”
“Ne..annyeong”
“Annyeong”

*****

“Mwo? Venice? Kau sudah gila ne Vic?” Ujar Min Sun Ye yang kaget sambil memukul agak keras meja salah satu restaurant.Victoria mengerutkan kening dan meminta Min Sun Ye untuk tenang lalu duduk kembali “Hassh..wae? Apa salah jika aku pergi sebentar untuk berlibur dan menenangkan diri?” Jawabnya.
Min Sun Ye menepuk pelan jidatnya lalu mendesah pelan “Tapi kau belum sembuh total Vic..Apalagi kau akan ke sana sendirian..Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu berkeliaran di luar negeri dengan keadaan seperti ini”
“Wae? Aku sudah merasa baikkan,lagipula aku bisa meminta guide bukan? Sudahlah..kau tenang saja,aku tidak akan hilang..Aku hanya ingin menenangkan diri”
“Tapi Vic..bagaimana kalau ada orang jahat lalu ya kau tau kan maksudku” Ujar Min Sun Ye cemas.Victoria mengangkat wajahnya lalu tersenyum “Sun Ye-ah…percayalah padaku,aku bisa menjaga diriku sendiri,kau tidak perlu khawatir”
Min Sun Ye mengerjap lalu berfikir sejenak dan berkata “Ya,baiklah” Sahut Min Sun Ye pelan. “Mwo? Gomawo ne Min Sun Ye..kalau begitu,bisakah kau menemaniku untuk membeli beberapa barang yang akan ku bawa ke sana?” Pinta Victoria sambil mengulurkan tangannya pada sahabat dekatnya itu.Min Sun Ye tersenyum tipis lalu berdiri dan mengulurkan balik tangannya ke Victoria “Tentu saja,mengapa tidak?” Jawabnya.
Berbelanja bersama dengan Min Sun Ye membuat Victoria merasa lebih baik daripada saat dia berada di rumah dan harus merasakan besarnya kebencian pada ibu dan kakak tirinya.Sebenarnya ia juga tidak ingin bersikap seperti itu pada ibu dan kakak tirinya,tapi apa daya ia sudah terlanjur benci pada mereka berdua.
Jam menunjukkan pukul 22.00 KST ketika Victoria telah tiba di rumah.Dengan cepat ia berjalan menuju kamarnya tapi sungguh malang nasibnya.Baru saja ia berjalan melewati ruang keluarga sebuah suara sudah mengagetkannya “Darimana saja kau hah?”
Victoria berbalik dan melihat siapa yang sedang berbicara.Ternyata sosok Kim Jaejoong sedang berjalan menuruni tangga dan menghampiri Victoria dengan tatapan tajam.Awalnya Victoria hanya memandanginya hingga akhirnya ia mencoba membuka mulutnya “Aku..apa urusanmu? Kau bukan siapa-siapaku..Sudahlah aku ingin tidur” Ujar Victoria yang gelagapan,lalu berbalik dan meninggalkan Jaejoong.
Dengan cepat Jaejoong memegang lengan Victoria dan tidak membiarkan gadis itu berjalan lebih jauh lagi “Kau tau? Keadaanmu masih belum baik benar,tapi kau sudah keluyuran sampai malam.Bagaimana jika keadaanmu semakin memburuk? Kau fikir itu lucu?” Tegur Kim Jaejoong.
“Sudahlah,kau diam saja ne.Ini adalah hidupku..Kau tidak berhak mengurusinya,oh ya,aku punya kabar baik untukmu.Besok aku akan ke luar negeri,jadi kau bisa dengan leluasanya menguasai rumah ini dan kau juga tidak perlu lagi melihat wajahku”
“Mwo? Pergi? Vic,kau mau pergi ke mana?” Terdengar suara orang lain yang tiba-tiba saja menyela perkataan Victoria.Mereka berdua berbalik dan melihat sosok perempuan berdiri di tengah tangga.Ya,tidak salah lagi.Orang itu adalah Kim Suh Hyung.Ia ternyata terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berisik.Begitu juga Delano Song yang berjalan di belakang istrinya.
Kim Suh Hyung berjalan mendekati Victoria dan memegang lembut pipinya “Vic,katakan pada amma..kau mau ke mana?” Mohonnya pada Victoria “Kau bukan siapa-siapaku…Jadi apakah harus aku memberitahu padamu ke mana aku akan pergi?”
“Hentikan Vic,jaga mulutmu!!!” Teriak Delano Song pada anak perempuan satu-satunya dalam keluarganya itu “Appa tidak menyangka kau seperti itu pada amma mu sendiri.Appa kecewa padamu Vic” Sambungnya.
Victoria mendesah berat lalu menajamkan pandangannya pada appanya “Aku juga tidak menyangka,appa bisa berselingkuh dengan perempuan ini dan mengakibatkan amma meninggal.Jadi siapa yang salah?”
“M..mwo? Jaga mulutmu..Appa tidak berselingkuh dengan ammamu yang sekarang.Dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan perceraian amma dan appa!!!!” Delano membela diri dan menatap ke arah istrinya yang sekarang.Ia sungguh bisa melihat kesedihan yang terpancar jelas di mata istrinya itu,betapa merasa bersalahnya istrinya pada Victoria.Ia tau bahwa sang istri juga tak menginginkan hal itu terjadi,tapi bagaimana lagi memang kata-kata yang terlontar dari mulut Victoria adalah benar.Ia memang telah berselingkuh dengan Kim Suh Hyung dan meninggalkan mantan istrinya sampai akhirnya ia meninggal karena kecelakaan.Tapi tetap saja Delano mencoba mengelak dan membela diri bahwa ia tidak berselingkuh ataupun main gila.
“Jadi sekarang appa sudah tidak bisa menjawab lagi?” Ujar Victoria yang melihat sang ayah dalam keadaan bingung “Aku sudah tau itu akan terjadi” Sambungnya lalu pergi meninggalkan mereka semua.

*****

“Apa-apaan mereka semua? Jadi mereka mencoba untuk memojokkanku sekarang? Baiklah,mereka fikir aku perduli? Hah..tidak akan”.Victoria menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan segera mengatur jam alarm agar berbunyi tepat pada jam 06.00.
Matanya menatap langit-langit kamar dan fikirannya-pun mulai terbang ke mana-mana.Sesekali ia menghela nafas sambil mengelus dada lalu berbalik memeluk guling.Ia naikkan selimutnya dan segera ia matikan lampu kamarnya dan setelah itu berusaha untuk memejamkan matanya dan tidur.

*****

Kringg…Kringg…Kringg….Suara deringan jam alarm membangunkan Victoria dari tidurnya.Matanya yang masih terlihat mengantuk tetap ia paksakan untuk bangun dan segera berjalan menuju kamar mandi.Dengan perasaan yang masih sangat-sangat malas,segera ia ambil handuk dan segera ia basahi tubuhnya dengan dinginnya air yang mengalir lewat shower.
Tak lama ia telah selesai dan segera berpakaian rapi tetapi tetap santai.Setelah berdandan dan memakai sepatu,Victoria segera keluar dari kamar dengan menggunakan kruk.Terdengar suara berisik dari dalam dapur,karena penasaran akhirnya Victoria memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi.
“Kau sudah bangun ne Vic?” Terdengar suara Kim Suh Hyung dari dalam dapur.Victoria mengkerutkan keningnya lalu berjalan pergi tetapi Kim Suh Hyung dengan cepat berlari dan menghalanginya sambil mengulurkan sebuah kotak makanan “Bawalah ini,kau berangkat terlalu pagi” Ujar Kim Suh Hyung.
Victoria mengerjap lalu mengambil dengan cepat kotak makanan tersebut karena ia tak ingin terlalu lama berhadapan dengan perempuan itu.Perempuan yang baginya telah membuat ibu kandungnya meninggal. “Mianhae soal kemarin Vic,amma harap kau bisa memakluminya” Sambung Kim Suh Hyung.Victoria hanya menutup matanya sebentar lalu meninggalkan ibu tirinya.
“Hati-hati di jalan ne,jangan lupa hubungi amma jika kau sudah sampai!” Teriak ibu tirinya,gadis itu hanya menggeleng pelan sambil membatin “Hah..tidak,mana mungkin aku akan menghubunginya..dia fikir dia siapa? Bodoh”

*****

Sebuah Mercedes Benz C200 berhenti tepat di depan pintu masuk bandara,seorang laki-laki ber-kemeja biru kotak-kotak keluar dari mobil tersebut.2 orang yang sepertinya adalah bodyguardnya mengambil koper yang berada di jok belakang mobil sedangkan laki-laki tersebut berjalan dengan santainya menuju ke ruang tunggu sambil bersiul kecil dan mendengarkan musik lewat headphone yang melingka di kepalanya.Hingga..Bukkk!!! Laki-laki itu tanpa sengaja menabrak seseorang gadis.
“Ahh..pabo..di mana matamu?” Ujar laki-laki itu “Mwo? Kau menyalahkanku? Jelas-jelas kau yang salah..kau yang menabrakku!” Jawab gadis itu geram.Tak mau kalah,laki-laki itu mendongakkan kepalanya dan berkata “Semua orang juga tau kalau kau yang salah,dasar bodoh..Hah,lihat ini..Kakimu,kau menggunakan kruk sehingga kau tidak bisa mengontrol jalanmu,jadi kau menabrakku”
“Mwo? Kau fikir aku ini apa? Aku bisa mengontrol jalanku,sudah jelas-jelas kau yang tidak melihat dan menabrakku..dasar namja pabo..!!!
“A..apa katamu..kau..”
“Heiii,hentikan..!!! Kau baik-baik saja Vic?” Ujar Min Sun Ye sambil membantu Victoria bangun “Dan kau tuan berbaju kotak-kotak..Mianhae tentang sikap teman saya,ia mengalami kecelakaan jadi maaf jika caranya berjalan agak tidak terkontrol” Sambung Min Sun Ye sambil membungkuk berkali-kali di depan laki-laki itu
“Te..tetapi dia yang salah” Sahut Victoria.Min Sun Ye mendekatkan mulutnya ke telinga Victoria “Sssst..sudalah Vic,lebih baik ini segera berakhir daripada kita harus menghadapi bodyguard-bodyguard laki-laki itu”
Victoria mendesah pelan “Tapi..ahh baiklah” Ujarnya kesal “Kalau begitu kami pamit dulu,sekali lagi mianhae” Ujar Min Sun Ye pada laki-laki itu lagi “Ya,baiklah..kali ini aku memaafkanmu..Oh ya,jaga temanmu itu.Seharusnya ia tidak keluar dalam keadaan seperti itu,dia bisa membahayakan orang lain” Gumam laki-laki itu lalu pergi begitu saja dengan angkuhnya.
“Laki-laki itu..ahh awas saja jika aku bertemu lagi dengannya,akan ku patahkan tulang rusuknya,ku potong jari-jarinya,dan ku gunduli kepalanya..arrgghh!” Celoteh Victoria yang mulai geram “Aishh..sudahlah Vic,lupakan saja hal tadi.Lebih baik kau segera masuk,bukankah sebentar lagi pesawat akan segera datang?” Ujar Min Sun Ye mengalihkan pembicaraan.Victoria mengangguk “Benar”

*To Be Continued*

By Admin *Heena*
Follow admin Heena in Twitter : @Aivonnia906
Follow My Fan Fiction Story in Twitter : @myffstory