Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Title : Two Moons

Author : Heena Park

Ratting : PG

Genre : Romance,Friendship,Family,Angst,Fantasy

Main Cast :

-Shin Heera

-Kim Jong In / Kai

-Oh Sehun

Support Cast :

-EXO-K

-EXO-M

-Other

Recomended Song :

-EXO *Black Pearl*

-Let Out The Beast (Gatau yang nyanyi *plakk*)

-Katy Perry feat Kanye West *E.T

-BigBang *Monster*

-Christina Perri *A Thousand Years*

nb : ff ini terinsipari dari Twilight,jadi mungkin ada beberapa kejadian *plak* yang agak sama.dan di sini ceritanya EXO udah berbaur sama manusia bumi.dan mereka udah kuliah di salah satu University

 

Plagiat di Larang Masuk..!!!

.

.

Two Moons ==>

Kring…Kring…Kring….Suara berisik jam weker itu memenuhi seluruh ruangan yang tidak terlalu besar dan tidak pula terlalu kecil.Heera masih saja terlelap dalam tidurnya sambil menutup kedua telinganya dengan bantal nan empuk itu “Ash..apa-apaan ini? Siapa yang mengatur alarm itu berbunyi sekarang? Berisik sekali!” Omelnya tak jelas seraya berusaha meraih jam kecil yang berada tepat di samping ranjangnya.Ia ulurkan tangannya dan ia genggam jam itu lalu melemparnya jauh-jauh.Dan kembali tidur.

Tak berapa lama kemudian giliran handphone bewarna putih itu berbunyi.Sekali lagi Heera mencoba meraih handphonenya dan ia lemparkan ke karpet tepat di bawah ranjangnya.

“Ahhh…Apa-apaan ini? Apakah mereka tidak tau aku sedang tidur?” Omelnya sekali lagi.Ia bangkit dan mengambil puing-puing (?) handphonenya yang tercecer (?) karena ia banting.Dasar gadis ceroboh—

Gadis itu menguap.Ia menyusun handphonenya kembali (?).Matanya masih terlihat mengantuk.Tiba-tiba seorang perempuan setengah baya masuk ke dalam kamarnya yang masih berantakkan bak kapal pecah itu.Perempuan itu menggeleng dan mendesah berat “Yak chagiya..Kau melempar handphoneMu lagi ne?”

Apa? Siapa? Heera kebingungan,matanya menatap ibunya yang sedang berdiri tepat di depannya sambil menyilangkan ke-dua tangannya “Matilah riwayatku” Bisik Heera pelan.

“Jadi?” Perempuan itu menaikkan aliasnya.Baiklah,sepertinya ini saatnya untuk mengeluarkan jurus ter-ampuhnya. “Ya..Mianhae amma,aku harus mandi!” Gumam Heera yang tiba-tiba saja berlari bahkan ia hampir terpeleset karena karpetnya.Sekali lagi,dasar gadis ceroboh.

30 menit berlalu,Gadis itu berjalan menuju ruang makan.Baiklah,ini akan jadi tantangan sekaligus masalah baru.Ia pasti akan mendapatkan double omelan.Pertama dari ammaNya,dan yang ke-dua dari appaNya.

Heera berjalan menengahi amma dan appanya “Hmm..appa fikir ada yang telah melempar handphonenya lagi” Sindir Shin Jae Wo.Heera mendesah “Baiklah,mianhae”

“Selalu saja seperti itu,dasar pemalas”Celoteh Han Im Young “Ash..ayolah amma,appa..Aku masih cape,kita baru saja tiba tadi malam dan sekarang aku harus berangkat kuliah? Ini tidak adil” Protes Heera.

Seperti yang di bilang Heera,mereka baru saja tiba di Seoul tadi malam,dan gadis itu.Dia mengeluh karena baru saja tiba,ia harus belajar,belajar,dan belajar.Baginya itu sangat membosankan.

Han Im Young mengelus rambut anaknya yang di ikat belakang itu “Ayolah chagi..Ini adalah pertama kalinya kau menuntut ilmu di Seoul setelah 10 tahun lamanya kita berada di Cina.

Jadi sekarang apa? Heera tetap saja melipat-lipat wajahnya bak baju yang belum di setrika,mengapa harus sekarang? Kenapa tidak besok saja? Tunggu,mungkin lusa akan lebih baik.Heera mengoleskan selai ke roti tawanya “Yak,sekarang kita harus berangkat” Gumam Shin Jae Wo

Heera membelalakkan matanya.Apa? Ia baru saja akan menyantap rotinya,tapi sungguh sial.Sang ayah mengajaknya berangkat sekarang juga.Pagi yang sial untuk Heera.

*****

“Masuklah” Bujuk Shin Jae Wo pada anak gadis satu-satunya dalam keluarganya itu.Heera mendesah “Appa,tak bisakah di undur besok?” Rengeknya lagi dengan tampang polos dan kelelahan.Shin Jae Wo menggeleng “Anii,sekarang masuklah”

“Tapi aku tidak memiliki teman” Adu Heera sekali lagi,sepertinya ia masih mencoba untuk merayu ayahnya.

“Kau memiliki teman,sudah masuklah.Dia sudah menunggu di dalam” Jawab ayahnya sambil tersenyum tipis “Telfon appa jika kau kelas sudah selesai,oh ya ingat.Jangan keluyuran” Sambungnya sambil menyunggingkan senyum sindiran.

“Ash..baiklah,aku masuk dulu” Heera membuka daun pintu dan berjalan secepat mungkin.Sesekali ia melirik mobil ayahnya yang mulai menyeberangi jalan dan pergi.

Tanpa sengaja matanya menangkap seorang gadis yang kelihatannya seumuran dengannya,rambutnya lurus se-bahu,berperawakkan tinggi tapi tidak lebih tinggi dari Heera,dan satu lagi bola matanya bewarna coklat.Cantik sekali.Gadis itu melambaikan tangannya dan tersenyum pada Heera.Sepertinya gadis itu mengenal Heera,tapi entahlah.

“Selamat datang di Seoul,Shin Heera.Lama tak bertemu” Ucap gadis itu seraya menjulurkan tangannya.Heera terkesiap,ia menaikkan alisnya dan berfikir sebentar sebelum menyambut uluran tangan gadis itu. “Kau tidak ingat padaku ne?” Tanya gadis itu.Ia seakan bisa membaca fikiran Heera yang sedang bingung “Baiklah,bagaimana kalau…Kelinci,kelinci,kelinci,Aku melompat-lompat sepanjang hari..Ha!”

Heera menyipitkan matanya,sepertinya ia teringat sesuatu “Yak,baiklah..Mungkin kau sudah lupa padaku,aku adalah…”

“Han Ma Ri?” Sahut Heera yang tiba-tiba saja tersenyum dan memeluk gadis itu “Kau masih ingat padaku? Fiuh..ku kira kau benar-benar telah melupakanku”

Heera melonggarkan pelukkannya “Mana mungkin aku melupakanmu,kau adalah satu-satunya orang yang selalu mengganggu hidupku” Candanya dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya “Aish..walaupun begitu,aku juga adalah sahabatmu yang paling hebat.Bukankah begitu?” Sahut Ma Ri cepat-cepat

“Yak,kau masih saja seperti dulu.Selalu membanggakan diri sendiri” Omel Heera sambil memanyunkan bibirnya.Ma ri tersenyum “Hehehe,mau ke kantin? Aku belum sarapan” Rengeknya.Heera mengangguk dan mengulurkan tangan kanannya pada Ma Ri,secepat kilat Ma Ri segera menyambut uluran tangan Heera dan berjalan menuju ke kantin di samping kampus.

Mereka berdua duduk di sebuah meja yang terletak tepat di samping jendela kaca.4 orang lain,yaitu 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki berjalan menghampiri mereka.Ma Ri bangkit dan tersenyum “Kenalkan,mereka teman-temanku.Yang ini Choi Ji Ra” Ujar Ma Ri sambil menunjuk seorang gadis berambut pendek “Lalu yang ini , Lee Temin” Sambung Ma Ri sambil menunjuk seorang lelaki berwajah cute “Ini Kim Tae He” Ma Ri menunjuk seorang gadis yang memakai blouse biru “Dan yang terakhir,ini Choi Minho”.

“Shin Heera imnida,senang berkenalan dengan kalian” Ujar Heera sambil membungkuk yang kemudian bersalaman pada teman-teman barunya itu.

Mereka duduk melingkar,ya betul mengikuti meja pastinya.Heera terlihat mulai nyaman dengan suasana barunya itu,walaupun terkadang ia hanya tersenyum dan sesekali melihat ponselnya yang kosong.

6 orang laki-laki terlihat berjalan menuju ke daun pintu.Heera yang tak sengaja melihatnya hanya bisa terpaku.Tunggu apa lagi ini? Terpaku? Ada apa dengan gadis itu? Aneh sekali.Ke-6 lelaki itu duduk tepat di samping meja Heera dan teman-temannya.Sekali lagi Heera terlihat sedang mencuri pandangan terhadap ke-6 lelaki tersebut.Sungguh sebenarnya Heera sudah berusaha mengalihkan keingin tahuannya tentang ke-6 lelaki itu,tapi entah mengapa rasanya ia sangat penasaran dan kalian pasti bisa menebaknya.

“Mereka juga mahasiswa baru di sini” Celoteh Ji Ra yang tidak sengaja mendapati Heera sedang mengamati lelaki tadi.Heera menoleh “M..mwo?” Pertanyaan orang linglung.Ji Ra tersenyum “Kau lihat yang memakai kaos hitam itu? Dia adalah Suho,tampan sekali” Sambung Ji Ra sambil memegang pipinya.Heera menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

“Kau mau ku beri tahu nama mereka semua?” Tanya Tae He yang tiba-tiba saja mengagetkan Heera “Seperti yang di bilang Ji Ra,lelaki berkaos hitam itu adalah Suho.. ada yang bilang dia adalah leader dari ke-6 lelaki itu..lalu yang sedang meminum kopi itu..dia adalah Chanyeol..tinggi dan tampan..kau lihat? 2 orang lelaki yang sedang mengobrol itu adalah Baekhyun dan D.O..Baekhyun menggunakan kemeja biru,sedangkan D.O putih”

“Lalu,yang dua itu? Siapa mereka?” Heera mendekatkan kepalanya pada Tae He yang terlihat sedang tersenyum sambil memandangi ke-6 lelaki tersebut.

Ma Ri dan ke-dua teman laki-lakinya hanya terbengong-bengong melihat Ji Ra dan Tae He yang sedang memandangi ke-6 lelaki tersebut.Lalu bagaimana dengan Heera? Yak,dia masih penasaran.Sangat penasaran.Akhirnya Heera memegang lengan Ma Ri dan berkata “Kau mengenal mereka?”

Ma Ri menggeleng dan menaikkan bahunya “Tidak,tapi aku tahu nama mereka” Jawabnya cepat.Heera menghela nafas “Baiklah” Ujarnya lalu  menyandar pada kursi “Kau tidak ingin tau siapa mereka?” Tanya Ma Ri yang lebih terdengar seperti sedang menggoda itu.Heera tersenyum tipis,lalu Ma Ri berkata “Baiklah,tanpa aku Tanya seharusnya aku sudah tau..mereka ber-dua adalah anggota termuda dari ke-6 lelaki itu.Mereka lahir pada tahun yang sama..Yang berkulit putih dan tampan itu..dia Sehun..dia orang yang sopan,dia suka tersenyum..Lihatlah Ji Ra dan Tae He..Setiap kali Sehun tersenyum mereka akan menepuk pipinya masing-masing..aneh”

“Hei,kau sedang membicarakan kami?” Sahut Tae He yang tiba-tiba saja memelototkan matanya di susul dengan Ji Ra.Ma Ri menggeleng “Anio”

“Assh.,baiklah..sekarang yang terakhir..Lelaki berkulit coklat itu…” Ma Ri diam sejenak lalu kembali membuka mulutnya namun berbicara dengan nada yang lebih kecil.Bisa dibilang dia sedang berbisik “Dia……Kai….kulit coklat yang ia miliki membuatnya menjadi terlihat seksi,banyak gadis yang menyukainya..Tapi sayang,dia sangat dingin..Sedingin es”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tapi sayang,dia sangat dingin..Sedingin es. Heera berbaring di ranjangnya sambil mencerna perkataan Ma Ri tadi,dia merasa linglung.Untuk apa dia memikirkan kata-kata itu,toh itu bukan urusannya.Tapi kejadian tadi,itu sudah cukup membuatnya semakin penasaran pada sosok laki-laki bernama Kai itu.Dia memang bertingkah sangat dingin tapi mengapa….Mengapa tatapan dari lelaki itu begitu hangat?

Flashback

 

          “Di mana appa? Kenapa lama sekali? Bodoh seharusnya tadi aku tidak menolak ajakkan Ma Ri untuk pulang bersama.Bodoh sekali kau Shin Heera”Gerutu Heera sambil menepuk-nepuk pelan jidatnya.Gadis itu berdiri sendirian di depan gerbang.Ia menyandar pada gerbang tersebut sambil menggigiti bibirnya dan sesekali melihat jarum jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 17.00 KST itu.Heera mendesah dan menyilangkan tangannya dengan harap-harap cemas.

Tatapannya tiba-tiba saja terarah ke seberang jalan.Di lihatnya sebuah mobil BMW hitam yang sedang terpakir.Seorang lelaki terlihat sedang berdiri di samping mobil itu sambil menatap jalanan yang kosong.Heera terkesiap tapi ia mencoba untuk tetap tenang.Laki-laki itu,dia Kai? Lelaki yang Ma Ri bilang sedingin es itu.

Bukk..!!! “Mianhae..” Seorang gadis yang sedang berlari sambil membawa tumpukkan buku itu tak sengaja menabrak Heera dan mengakibatkan buku-bukunya tercecer (?) di jalan.Dengan cepat Heera segera membungkuk dan membantu gadis itu memunguti buku-bukunya.Tak lama kemudian mereka berdua berdiri,Heera menyerahkan beberapa buku itu lalu berkata “Gwechana” Gumamnya sambil meringis menahan sakit pada lengannya karena dihantam oleh tumpukkan buku sebesar itu.

Heera memijat kecil lengannya dan membiarkan gadis itu pergi,toh dia juga tak sengaja. “Ssshh..” Heera mendesah pelan dan..Lelaki itu ? Kai ? Benarkah ia sedang mengamati Heera ?.Matanya jelas-jelas mengarah pada diri Heera.Ia menatap Heera dengan tatapan hangat,tunggu bukankah tadi Ma Ri bilang bahwa dia sangat dingin,lalu mengapa dia menatap seperti itu?.

Deg..!! Apa ini? Heera memegangi dadanya yang tiba-tiba saja terasa berbeda.Jantungnya,tatapan lelaki itu membuat jantungnya berdebar-debar.Apakah ini karena ia merasa takut pada tatapan  itu ? Atau karena ia merasa sangat nyaman pada tatapan itu?

Gadis itu masih memegangi dadanya dan mencoba menatap balik lelaki itu.Apa lagi sekarang? Apakah ini sebuah kebetulan? Ataukah ini memang sudah diatur? Lelaki itu juga memegangi dadanya.Apakah mereka merasakan jantungnya yang berdebar lebih cepat? Mengapa ini bisa terjadi secara bersamaan?

Heera tak tau,yang ia tau adalah menatap lelaki itu membuatnya jadi lupa diri.Sejak kapan dia lupa diri seperti ini? Ini belum pernah terjadi sebelumnya.Tatapan mereka seperti sedang beradu namun tetap menjadi satu.

Tinnnn…!!! Suara klackson menyadarkan Heera,ia menengok dan melihat seorang laki-laki yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayahnya.Lelaki itu melambai-lambaikan tangannya di balik kaca mobil.Tak ingin terlalu lama,Heera segera bergerak dan memutuskan untuk berhenti memandangi lelaki bernama Kai itu,dan fokus berjalan menuju mobil ayahnya.

Flashback END

 

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~                                  

 

          Citttttt..!!!! Kai menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah gedung,di susul dengan dua mobil lainnya.Lelaki itu tersenyum licik dan keluar dari mobilnya menghampiri ke-dua temannya yang sudah berdiri di samping mobil mereka masing-masing.

“Bagaimana? Aku yang menang hyung” Ucapnya senang pada Chanyeol.Chanyeol hanya mengkerutkan keningnya dan menatap Kai tajam “Maka dari itu,tadi aku menolak untuk balapan denganmu” Jawabnya kesal.Kai hanya tersenyum dan menghampiri Sehun lalu menepuk pundak sang maknae “Kau juga kalah”.Sehun mendesah “Lalu apa yang kau inginkan hyung?”

Chanyeol berjalan mendekati Kai dan Sehun.Mereka bertiga saling bertatapan,Kai menyunggingkan senyum datarnya “Traktir aku bibimbap” Kata Kai dengan begitu santai.Sehun dan Chanyeol membelalakkan matanya dan saling menatap satu sama lain,mereka tak percaya lelaki seperti Kai hanya meminta bibimbap untuk hadiah kemenangannya.Apa Kai mulai aneh? Mungkin—

“Hei! Kenapa diam saja? Bukankah kalian harus menraktirku?” Gerutu Kai yang mulai kesal karena sudah terlalu lama ia melihat Sehun dan Chanyeol yang menatapnya dengan raut wajah aneh.

*To Be Continued*