Tag

, ,

Cast    : Ji Bi, Yong Junhyung  BEAST

Cameo : All member BEAST

Karya : Ichie Richiee/EL

____________________________________________________________________

Semua orang mengenal mereka, 6 pria yang memiliki tampang menarik juga berbakat bahkan anak kecil pun mengenal mereka. Tapi sesuatu yang diperlihatkan terlalu berlebihan akan membosankan, wajah dan bakat saja bukan jaminan untuk bertahan di dunia biasa apalagi dunia entertainment yang mereka pilih, kebanyakan mereka menghalalkan segala cara untuk terlihat lebih baik di depan kamera, melakukan banyak perubahan ditubuh mereka bahkan membuat hati mereka berubah.

 

Semua orang menganggap mereka keren tapi bagi aku mereka tak lebih dari sekumpulan alat atau investasi yang menyediakan untung besar bagi pendiri mereka. Sekumpulan orang yang menjual tubuh privacy juga hati mereka untuk menggapai impiannya dengan cepat.

‘bintang yang paling bersinar adalah bintang sebenarnya’

Aku tak mengerti apa yang ada di otaknya saat itu?

Bukankah hal yang percuma jika hanya berupa cahaya yang palsu?

Padahal itu bukan cahayanya, Yong Junhyung ia orang yang angkuh, hanya mendapat sedikit cahaya dari bintang disekelilingnya tapi sudah merasa bahwa ia sendiri adalah bintang itu. Benar-benar bodoh.

 

Aku berdiri depan gedung CUBE Entertaiment, mengagumi betapa besar canvas yang dibutuhkan untuk membuat poster mereka, 6 laki-laki yang merasa dirinya adalah bintang. Untuk seseorang yang tak menghargai persahabatan aku melakukan kebodohan lagi.

‘aku tak mungkin menyukai wanita jelek sepertinya’

Kalimat itu kembali menghantui saat mulai melangkahkan kaki bahkan semakin tajam ku dengar saat melihatnya, kalimat yang diucapkan oleh seorang pria yang berdiri disana, pria yang merasa dirinya adalah bintang sebenarnya.

****

 

“baiklah ini saatnya kita memanggil peserta no 117”

Apa yang ku lakukan sekarang benar-benar bodoh? Berdiri dihadapan B2ST ini hal terkonyol yang pernah ku lakukan. Bukankah aku tak menyukai mereka bahkan aku membenci pria yang bernama Yong Junhyung itu, tapi mengapa aku berdiri diantara orang-orang yang mendukung dan mencintai mereka, bahkan aku rela bernyanyi hanya untuk menemuinya, dasar bodoh

geojit mariya, geotjit mariya

ireohke kkeut nael su neun eobseo

dashi dorawa, jebal dorawa

niga nal tteona ga neunge midgi jiga anha

eotteon mareul neo ege, haebwado

da soyongi eobt get jiman

igeon aniya, igeon aniya

i sashireul midji mot hagesseo, whoa

. . . . . . . . . . . . . . . .

The fact adalah satu-satunya lagu mereka  yang ku hapal sampai habis, aku tak pernah dengan sengaja menghapalnya, aku hapal karena setiap hari partner kerja part time ku selalu memutar lagu itu.

Dan yang paling bodohnya lagi adalah aku bisa memenangkan kompetisi ini, kompetisi yang sengaja diadakan untuk fans mereka. Tujuanku memang memenangkan kompetisi ini tapi saat memenangkan terasa mengesalkan. Aku kesal karena aku melakukan hal yang sangat bodoh untuk orang sepertinya

“apa kau seorang B2UTY?”

Seorang yang berperan menjadi MC menanyaiku, basa-basi yang bodoh apa perlu mempertegas suatu keadaan yang telah tergambarkan jelas, sayangnya pertanyaan seperti itu salah ia lontarkan padaku.

“bukan!”

Jawaban ku membuat MC tersebut terdiam dan yang lain menatapku takjub, ini siaran langsung bukan? Ini akan jadi berita yang heboh.

“kau sangat pandai bercanda, bukankah acara ini khusus fans B2ST jika kau bukan bagian dari mereka mengapa kau berdiri disini?”

Tampak sang MC berusaha mencairkan suasana

“kalau kau sudah tahu kenapa kau pertanyakan? Bukankah itu pertanyaan bodoh?”

Aku tersenyum meremehkan MC tersebut terlihat jelas ia sangat kesal ku permainkan

“aku kemari hanya ingin memberikan barang seseorang yang ketinggalan”

Aku berjalan kearah Junhyung

“kau meninggalkan sesuatu, harap jangan meninggalkannya lagi karena ini sungguh merepotkan”

Aku melemparkan sebuah benda padanya. Handphone yang tak sengaja ia tinggalkan di cafe tempatku bekerja, seminggu ini aku bosan membaca atau menonton berita yang hanya berisi tentangnya yang kehilangan Handphone. Bukankah ia orang yang kaya, kenapa begitu takut kehilangan benda yang sebenarnya sangat mudah ia dapatkan.

“ahh aku tak butuh hadiah uang ini, tujuanku hanya memberikan itu, ini ku kembalikan padamu”

Aku menghampiri produser acara ini tampak ia sangat terkejut dan bingung, aku rasa acara ini tak akan pernah tayang dimanapun, mungkin mereka akan menghapus bagianku, benar mungkin mereka akan melakukannya lagi pula aku bukan seorang bintang kenapa aku harus memusingkannya, aku kemari hanya untuk menemui pria itu. sebelum pergi aku menoleh kearahnya, ia masih mematung menatap handphone di tangannya, sangat berubah bahkan untuk tertawa pun mereka mengaturnya. Apa benar mereka masih manusia? Mereka mengubahnya, sekarang ia seperti robot yang hanya melakukan hal-hal saat diperintahkan, tapi kenapa robot membutuhkan mainan? Aku mengeluarkan sebuah mainan hp berbentuk pikachu dari saku, satu-satunya benda yang ku miliki darinya dalam arti lain aku mengambil atau mencurinya, tanpa ia sadari aku menukar mainan hpnya dengan mainan hp yang mudah sekali ditemukan di pasaran, dengan bentuk dan warna yang sama mungkin itu yang menyebabkannya tak sadar.

******

Aku terpaku menatap layar televisi yang memberitakan Yong Junhyung rapper B2ST menyampaikan rasa terima kasih pada orang yang mengembalikan handphonenya.

“benar-benar pria yang baik, apa kau sudah menemuinya bi?”

Pertanyaan umma tak ku hiraukan, aku masih sibuk mengupas apel. Ya semua orang menganggapnya orang yang baik termasuk ummaku sendiri.

“members B2ST itu anaknya baik-baik ya? Kemarin umma lihat diberita mereka membuat iklan untuk mendukung pengadopsian bayi-bayi kurang beruntung, mereka hebat”

Aku masih sibuk dengan apelku memasukan beberapa potong apel kedalam mulut.

“kau harus menemuinya, Junhyung anak itu sungguh beruntung bisa menjadi idola yang sangat terkenal, sementara kau?”

Umma melirikku, aku mengerti mungkin bagi umma aku ini benar-benar anak yang tak berguna hanya seorang penyanyi cafe kecil dipinggir kota.

“umma tak mengerti mengapa kau bisa seperti ini, padahal kakakmu seorang idola juga”

“jangan bandingkan aku dengan orang yang meninggalkan keluarganya hanya untuk menjadi terkenal”

Menyebalkan, kenapa orang tua selalu membanding-bandingkan anak mereka.

“tapi umma heran, bukankah dulu Junhyung selalu kalah darimu baik dibidang akademik atau pun nonakademik kau selalu menjadi yang pertama, sekarang malah terbalik”

“menjadi yang pertama bukan jaminan seseorang sukses, permisi aku harus pergi umma”

“eumm hati-hati dijalan, ingat kau harus mengunjunginya bukankah kalian teman yang akrab dulu?”

“eumm”

Teman? Apa ia juga menganggapku teman? Mungkin hanya aku saja yang menganggapnya begitu dulu. Bagi umma ia adalah anak tetangga yang baik dan sopan tapi bagiku ia tak lebih dari seorang sahabat yang menjadi musuh. Seseorang yang hanya memanfaatkanmu pantaskah disebut teman?

BEAST . . . . . .

Benar-benar buruk . . . .

Sebenarnya yang buruk adalah aku, orang yang terus mencari kesalahan dan kelemahan kalian karena tak menyukai salah seorang dari kalian.

Sebenarnya yang ku benci adalah mereka, orang yang memuja kalian secara berlebihan atau ini karena iri, aku tak bisa melakukan hal-hal seperti mereka untuk kalian.

 

Tetesan hujan jatuh dikelopak mataku, aku mengadahkan kepala puluhan tetesan air menyerang. Aku berdiri didepan toko elektronik yang memamerkan beberapa produknya, pemilik toko bersedia menyalakan produknya untuk menarik pelanggan. Mataku menatap langit yang menggelap karena hujan tapi telingah  mendengarkan acara yang disiarkan.

”super idol bi atau rain kembali dengan lagu terbarunya”

Aku tak pernah tertarik dengan sesuatu hal apapun kecuali hal yang sangat bearti bagiku, seorang oppa yang telah lama pergi meninggalkan rumah juga tak ada kabar kini kembali kelayar kaca.

Bi ? jika ia benar-benar melupakan aku dan meninggalkan keluarganya kenapa ia memakai namaku untuk nama panggungnya. Aku tak menyukainya, mestinya ia memakai nama cloud karena aku lebih menyukai awan daripada hujan.

“karena hujan tak akan terbentuk tanpa awan, aku memakai nama bi/rain sebagai hasil dari dukung dari para cloud, tanpa cloud aku bukan apa-apa”

Bodoh~

Seharusnya ia katakan dari awalkan? Bukankah oppa yang bilang tak ada rahasia antar keluarga tapi oppa sendiri yang meninggalkan keluarga tanpa sebab. Menyebalkan kenapa aku menangis?

Oppa aku merindukanmu, sangat merindukamu bodoh.

Seperti orang bodoh aku berjongkok di trotoar, ku peluk kedua lututku, tak peduli berapa banyak orang yang melihat, aku menangis tersedu-sedu seperti orang bodoh tetesan hujan hanya menambah kesedihanku

“jangan menangis! Apa kau dicampakan seorang pria?”

 

Seseorang datang menghampiri, ia mengetuk kakiku dengan ujung sepatunya.

”menyebalkan jangan menggangguku”

“kau mengganggu pemandangan kami”

Seorang pria turun dari mobil yang sama juga menghampiriku diikuti 4 langkah pria yang lain, aku tak mempedulikan mereka aku masih sibuk menangis

“apa kau sangat menyukai hujan?”

Suara ini? Aku tatap mereka, 6 members B2ST berdiri dihadapanku. kenapa ada bintang disaat hujan?

“cahaya kalian membuat mataku sakit”

Mereka bingung dan menatap satu sama lain.

“aku tak peduli kau sedang menangis atau tidak, tapi jangan menangis didalam hujan kau bisa sakit bodoh”

Apa yang ia ucapkan tadi? Bodoh? Nilai akademik dan non akademik ku lebih bagus darinya beraninya ia mengataiku bodoh.

“aku tak perlu bantuanmu, menangis sakit atau pun aku mati itu bukan urusanmu”

Aku memaki junhyung, ia terkejut begitu juga anggota B2ST yang lain.

“sekarang menjadi urusanku, karena produser menyuruh kami membawamu”

Ia bicara apa? Membawa? Mereka pikir aku barang apa?. Tanpa basa basi dongwoon yang berdiri dibelakangku memaksaku berdiri dan menyeretku kedalam mobil mereka

“tolong ini penculikan tolong aku”

*******

“aku ingin kau berduet dengan Junhyung membawakan lagu ‘thank you’ di acara ulang tahun B2ST lusa”

Aku mempererat mantel yang gi kwang berikan, diluar sedang hujan tapi mereka masih menghidupkan pendingin ruangan, Junhyung yang sedari tadi melihat gerak gerikku langsung mengambil remote pengatur suhu ruangan aku rasa ia menaikan suhu ruangan karena sekarang sudah tak terasa dingin lagi, anggap ini sebagai bentuk kepedulian orang pada orang yang cukup ia kenal, aku tak menganggap ia sahabatku, bukankah ia sendiri yang memilih begitu?

“bukankah kau dan Junhyung satu sekolahan, kalian tidak saling kenal?”

“eumm sepertinya anda memeriksa riwayat hidupku?”

“tentu saja, kami tak akan sembarangan memilih orang untuk berpasangan dengan artist kami”

“seperti yang kau ketahui, kami adalah dua orang yang saling memanfaatkan dulu, itu yang kau dengarkan?”

Produser mereka menganggukan kepala, entah dari siapa ia mendengarkan hal tersebut tapi itu tak mungkin dari mulut junhyung, aku cukup tahu ia tak akan melakukan hal serendah itu

“ia tampan dan dikenal banyak orang aku memanfaatkan hal itu, sementara ia mengatakan kalau aku pintar baik juga sedikit bodoh untuk bisa dimanfaatkan, begitulah cara kami saling memanfaatkan”

“bagaimana kalau sekarang kalian melakukan hal yang sama? Kau tahu berapa keuntungan yang bisa kau raih dari bisnis ini?”

“eumm, 10.000 dollar apa kau bisa memberikanya? 10.000 dollar itu angka yang kecil untuk perusahaan mu ini, bahkan jika kau minta pada fans mereka yang kaya para fans itu akan suka rela memberikannya”

“baiklah kita deal”

Members B2ST tersenyum padaku kecuali Junhyung, aku tahu ia pasti manganggapku wanita rendahan atau ia kesal  karena aku membahas masa lalu kami.

*******

Berdiri dipanggung yang sama dengannya terasa menyesakkan, dan lagu yang dibawakan pun benar-benar bertentangan denganku. ‘thank you’ lagu ini dipopulerkan oleh Yoseob dan Junhyung sebagai rasa terima kasih mereka untuk dukung fans. Lagu ini membuatku sesak dan muak, aku membohongi diriku sendiri tersenyum saat tak ingin tersenyum dan yang lebih para panitia acara menyuruhku berakting untuk menyukai junhyung, mereka menyuruh kami berpegangan tangan dan saling memandang. Tak perlu berakting dari dulu aku memang menyukainya tapi saat memandang wajahnya sejuta kebencian tumbuh dihatiku

‘aku tak mungkin menyukai wanita jelek sepertinya’

Kalimat itu kembali terngiang ditelingahku, sekarang bukan dalam mimpi sekarang aku berdiri di hadapan orang yang sama yang mengataiku wanita jelek. Wanita jelek? Hmmp tak perlu tersenyum Yong Junhyung aku tahu apa yang ada si otakmu, kau pasti sangat kesal karena sepanggung dengan wanita jelek ini.

 

“penampilanmu tadi bagus sekali, kau tahu kau suara mu sangat merdu kau juga sangat cantik”

Seorang pria berjas hitam menghampiriku, darimana datangnya pria ini?dengan tenangnya ia duduk disampingku, tanpa menghiraukannya ku hapus make up  diwajah. Ia masih melihatku, entah apa yang ada diotaknya tapi dilihat orang seperti ini benar-benar tak nyaman.

“namaku lee joon aku member dari mblaq, kau tahu kan mblaq?”

Mau mblaq atau siapa pun itu? Aku sama sekali tak tertarik pada kehidupan orang lain

“seharusnya kau tak bekerja sama dengan boyband daur ulang seperti itu, aku yakin kau bisa lebih terkenal dan menerima banyak keuntungan jika berkerja sama dengan boybandku”

“boyband daur ulang saja bisa membuatmu sangat ketakutan, kau iri karena produk daur ulang lebih berguna dari pada produk mewah. Jika kau ingin berbisnis dengan uang kau harus melakukannya dengan uang juga bukan dengan menjelekkan orang lain. Aku sudah selesai sampai berjumpa lagi”

Orang yang ingin terlihat keren dengan menjelekkan orang lain benar-benar menyedihakan bahkan ia tak pantas untuk dipandang. Saat ingin pergi tubuh Junhyung yang berdiri dibingkai pintu menghalangi jalanku, sejak kapan ia disini?

“kau bisa pulang sendiri?”

Ia berbicara tanpa melihatku

“aku sudah terbiasa sendirian”

“ohh kalau begitu hati-hati dijalan”

“malah kau yang menghalangi jalanku”

“ahh maaf”

Apa yang ia pikirkan? Ia seperti orang bodoh saja. Sebelum benar-benar meninggalkannya aku menoleh kearahnya,  junhyung pun melihat kearahku kedua mata kami bertemu pandang beberapa detik,kemudian ia menoleh kearah lain. Bodoh jika memang membenciku seharusnya ia tak perlu melihatku kan?

******

When the world turns dark

And the rain quietly falls

Everything is still

 

Even today, without a doubt

I can’t get out of it

I can’t get out from the thoughts of you

 

Now

I know that it’s the end

I know that it’s all just foolishness

Now I know that it’s not true

I am just disappointed in myself for

Not being able to get a hold of you because of that pride

On the rainy days you come and find me

Torturing me through the night

When the rain starts to stop, you follow

Slowly, little by little, you will stop as well

 I must be drunk, I think I need to stop drinking

Since the rain is falling, I think I might fall as well

Well this doesn’t mean that I miss you, no it doesn’t mean that

It just means that the time we had together was a bit sharp

When it’s the type of day that you really liked

I keep opening the raw memories of you

Making the excuse that it’s all memories, I take a step forward

I don’t even make the effort to escape

 

Suaranya mengalun dari earphone yang ku pakai, tak pernah terpikirkan kalau dia akan menjadi seorang penyanyi seperti sekarang karena ia mengatakan kalau cita-citanya hanya menjadi dancer

‘aku ingin semua orang melihat tarianku’

Hal manusiawi jika seseorang menjadi serakah, tak ada yang salah jika ia juga bernyanyi bukankah sudah banyak dancer yang akhirnya menjadi penyanyi atau sebaliknya. Aku hanya kesal karena ia tak pernah memberitahuku sebelumnya, karena ia tak pernah berbagi semua penderitaannya lagi, kenapa ia terlihat lebih diam dari sebelumnya?

 

Now

I erased all of you

I emptied out all of you

 

Benarkah aku bisa menghapusnya? Benarkah aku bisa melupakannya

 

But when the rain falls again

All the memories of you I hid with effort

It all comes back, it must be looking for you

 

Seperti saat ini ketika hujan membasahi langkahku, tempat yang bisa ku kunjungi adalah dia tapi aku tak tahu ia ada atau tidak.

 

Sebuah tempat yang menyisakan banyak kenangan, sebuah tempat yang paling ku benci tapi aku tak bisa meninggalkannya, sebuah tempat yang membuat hidupku bahagia juga menderita karena disanalah aku bisa melihat bayangannya, bahkan saat ini aku bisa  melihatnya menyandar di pohon itu. Sebuah taman bermain yang tak banyak berubah tapi ia sangat berubah, semua terlihat sama seperti dulu ayunan juga pohon itu semuanya hanya bercerita tentangnya padaku, mungkin mereka merindukannya.

 

Tempat ini satu-satunya tempat untuk melihatnya walau hanya bayangan semu karena itu aku akan melindunginya. Sebuah perusahaan tertarik pada tempat ini, mereka berencana untuk menghancurkan tempat ini dan membangun sebuah mall, jika tempat ini hancur mungkin aku juga akan hancur. Aku membayar mereka dengan uang yang ku dapat saat bernyanyi bersama mu.

 

Ia yang sadar akan keberadaanku, memberikan senyumannya padaku, senyuman yang sudah sangat lama ku rindukan tapi haruskah aku tersenyum pada sebuah bayangan hasil imajinasiku?. Tetesan hujan jatuh dari rambutnya dulu juga pernah terjadi  hal seperti ini. Yong Junhyung, ia akan tetap berlari kemari walau ribuan tetesan hujan menyerangnya, dengan nafas yang terengah-engah setelah berlari ia akan tersenyum padaku, di tanggal yang sama setiap tahunnya ia akan datang padaku sambil tersenyum walau hujan menghalangi langkahnya dan berkata . . .

“Selamat Ulang Tahun Jung Ji Bi”

Perkataan bayangan saja terasa sangat nyata mungkin aku terlalu merindukannya

“Selamat Ulang Tahun Ji Bi”

Ia mengulangi perkataannya kali ini ia menyentuh tangan ku dapat kurasakan kedua tangannya mulai mendingin. Ku pegang erat tangannya, nyata ia sangat nyata

“kau tahu sudah berapa lama aku menunggu disini? Kenapa kau lama sekali datang? Aku hampir mati kedinginan”

“bodoh, seharusnya kau berteduh disuatu tempat”

Aku memukulnya, melepaskan semua kekesalan. Kenapa baru sekarang mencariku? Aku menangis tapi hujan dengan cepat menghapus airmataku. Kami mengulang kisah yang pernah terjadi dulu hanya saja dulu ia cuman menggenggam tanganku agar tak kedinginan kali ini ia memeluk tubuhku. Sudah banyak yang berubah darinya bukan hanya dia seiring berjalannya waktu aku pun berubah, perjalanan kehidupan yang kelam merubah langkah kami, seperti saat hujan menyerangmu kau sesekali kau harus berteduh disuatu tempat agar kau tak merasa sakit nantinya.

“jun ternyata kau salah”

“eumm?”

Aku tahu saat ini ia sedang memandangku tapi aku hanya bisa memandang langit yang gelap setelah hujan berhenti.

“kau bilang bintang yang paling bersinar adalah bintang sebenarnya, kau salah. Setiap bintang memiliki cahaya yang sama yang berbeda adalah cara seseorang memandangnya, jika kau memandangnya dari dekat kau akan melihatnya sebagai bintang yang paling bersinar. Seseorang menganggap kalian bintang yang paling bersinar karena ia mengenal dan merasa dekat denganmu”

“kau benar. Maaf, karena aku menyakitimu dengan mengatakan hal-hal bodoh seperti itu”

“kalimat yang mangatakan kau tak mungkin menyukai wanita jelek sepertiku dan kau hanya memanfaatkanku?”

“ya, kalimat itu keluar begitu saja aku tak bermaksud mengatakannya tapi anak-anak di kelas terus-menerus menggodaku dengan mengatakan kalau kita berdua berpacaran kau tahu kan? Bocah dua belas tahun mana mengerti yang seperti itu, aku kesal untuk menghindari mereka aku mengatakannya. Maaf ~”

“hmmp, tak masalah lagi pula itu benarkan? Kau tak mungkin menyukai orang sepertiku”

“itu tak benar!!!, aku mana mungkin berlarian dalam hujan untuk orang yang tak kusukai”

Benar juga, aku tak pernah memikirkan hal tersebut.

“saat ingin meminta maaf kau telah pergi tanpa berpamitan aku sangat kesal kau tak menganggapku sama sekali bahkan sebagai teman sekelas pun tidak. Mereka bilang kau pindah ke tempat kelahiran ayahmu tapi tak ada yang tahu alamat lengkapmu”

“eumm, ayah dipindah tugaskan disana”

“kau tahu saat melihatmu lagi untuk yang pertama kali aku sangat senang tapi kau melihatku dengan penuh kebencian, aku hanya bisa diam dan merasa bersalah”

“kau benar aku sangat benci harus terlibat dengan orang sepertimu lagi”

“maaf”

Ia menundukkan kepalanya, kata maaf tak merubah apapun yang telah terjadi tapi setidaknya ia bisa menjelaskan bahwa sebenarnya ia tak pernah ingin melukai seseorang.

“jika meminta maaf sekali lagi, aku akan benar-benar membencimu. Junhyung apa kau mencintai gadis yang kau ajak itu”

“euumm?? Maksudmu wanita yang ku ajak ke café tempat kau bekerja?”

“benar”

“entahlah, ini rasa suka atau cinta tapi yang pasti aku menyukai sikap jujurnya”

Ia mencintai wanita itu, terukir jelas diwajahnya. Junhyung aku mengenalnya dengan baik, seperti yang ia katakan ia tak mungkin berlarian dalam hujan untuk orang yang ia tak suka, saat itu kondisinya pun sama ia yang jelas-jelas seorang idola tak mungkin membahayakan dirinya tampil dimuka umum bergandengan tangan dengan seorang wanita kalau bukan karena ia mencintai wanita itu.

“siapa namanya”

“namanya Hara”

Hara kau beruntung bisa dicintai bintang ini, aku tahu kalian berdua adalah bintang sangat cocok, sementara aku adalah hujan karena aku mungkin bintang takkan terlihat cahayanya. Tak akan ada hujan dimalam berbintang, hujan dan bintang takkan muncul secara bersamaan, sepertinya hujan hanya bisa menganggumi dan menangisi bintang yang terlalu jauh darinya.

****

Sepertinya itu adalah kumpulan bintang yang paling bersinar diplanet ini. Junhyung dan teman-temannya dari B2ST membawakan lagu On the rainy days mereka, lagu yang sepertinya mengambarkan diriku sendiri.

 

biga oneun naren nareul chajawa

bameul saewo goerophida

biga geuchyeogamyeon neodo ttaraseo

seoseohi jogeumssik geuchyeogagetji

 

Ya setiap hujan turun, ia akan datang menyiksa dengan kenang-kenangan tentangnya. Kenangan disaat hujan di taman bermain kau yang terengah-engah tersenyum dan mengucapkan selamat ulang tahun. Ketika hujan berhenti bayangan pun menghilang.

 

Sekarang aku berada dipihakmu teman, aku berdiri diantara ribuan orang yang mendukungmu, orang-orang yang menyebut nama mereka Beauty entah aku yang jelek ini pantas atau tidak berada diantara aku hanya ingin melihatmu.

 

Orang yang bisa melihat kalian sebagai bintang adalah orang yang dekat dan mengenal kalian dengan baik tapi terlalu dekat bintang itu sendiri malah tak bisa melihat cahayanya. Aku tak ingin berada terlalu dekat dengannya juga tak mau menjauhinya agar aku bisa melihat cahaya bintang itu. Bagiku teman Junhyung, ia adalah bintang paling bersinar sebagai teman selamanya aku akan memandanganya seperti ini, jika aku mengharap lebih dari ini aku akan menjadi orang paling serakah.

Hujan yang membuat awan gelap dan menyembunyikan cahaya bintang, aku tak mau seperti itu. Mencintai orang sepertinya benar-benar sangat sulit karena itu aku menyerah aku lebih suka mengangguminya.

Selamanya kami akan menjadi teman dan selamanya juga aku akan memandangnya sebagai bintang.

Kau percaya dengan keajaiban?

Percayakah kau jika hujan bisa hadir dimalam berbintang? Seperti sekarang hujan turun saat mereka para bintang bernyanyi.

FIN~~