Recomended Song :

-Super Junior *Memories*

 

Previous ==>

 

Donghae berencana untuk mengenalkan Heena kepada publik,bahwa Heena adalah kekasihnya.

Next ==>

 

“Sejak kapan kalian berpacaran?” Tanya salah satu wartawan kepada Donghae dan Heena

 

“Kami menjalin hubungan ini sudah sejak 2 tahun yang lalu” Ucap Donghae

 

Donghae dan Heena bergantian menjawab pertanyaan dari para wartawan,Lee Hyun Sun yang duduk di samping Donghae tersenyum sangat lebar karena pada akhirnya mereka mengakui hubungan ini juga.Masyarakat yang melihatnya merasa sangat terkejut dan tidak menyangka kalau Donghae sudah memiliki kekasih.Jung In Kyung yang melihat secara langsung Jumpa Pers tersebut juga merasa sangat bahagia,begitu pulaVera dan Hyuna yang melihat di rumah,kebahagiaan terasa mengelilingi mereka.


*****

 

“Hen,gue pulang dulu ya,gue ada acara nih”Ucap Hyuna kepada Heena

 

“Ne,kau mau ke mana?”

 

“Gue mau ke rumah nenek gue,dia sakit”

 

“Mwo? Kalo gitu semoga cepet sembuh ya”

 

“Ne,bye”

 

Karena Hyuna pulang lebih dahulu,akhirnya Heena hanya sedirian berada di dalam perpustakaan.Tidak lama setelah dia menemukan buku yang dicari Heena-pun segera pulang,tiba-tiba di jalan Heena melihat seorang perempuan berdiri tepat di samping mobilnya,Heena yang merasa pernah melihat perempuan itu-pun akhirnya berjalan mendekatinya.

 

“Mian,ehmm anda berada tepat di samping mobil saya,bisakah anda minggir sedikit karena saya harus pulang”

 

“Hmm,kamu yang bernama Heena?”

 

“Ne,ada perlu apa ya?”

 

“Aku Secca,MANTAN KEKASIHNYA DONGHAE…!!!!”

 

“M..mantan kekasih Donghae?”

 

“Ne,jadi kau tidak tau kalau aku mantan kekasihnya?”

 

“Aniyo,aku tidak tau”

 

“Ternyata benar,kau sangat polos dan bodoh.Kau tau Donghae itu masih mencintaiku,dia bersama denganmu hanya untuk pelarian saja”

 

“Apa maksud kamu?”

 

“Kau tau? Sebelum Donghae bersamamu,dia pernah menyatakan cinta padaku dan aku menerimanya,ya kejadian itu tepatnya terjadi 5 tahun yang lalu.Donghae sangat mencintaiku,begitu pula aku,bisa dibilang kita adalah pasangan yang paling bahagia.Tapi suatu hari aku mengecewakannya,aku memutuskan hubunganku dengannya karena aku mencintai orang lain,tapi ternyata orang itu hanya ingin mengambil hartaku.Sekarang aku sudah sadar dan aku ingin kembali bersama Donghae tapi hal itu tidak bisa terjadi karena kau.!!! Kau adalah penghalang dalam hubungan kami”

 

“Tapi…”

 

“Aku tau kau pasti akan sulit menerima semua ini,asal kau tau saja cincin yang kau kenakan itu dulunya adalah milikku.Donghae sempat memberikan itu padaku tapi aku menolaknya,sungguh bodoh diriku,dan sekarang cincin itu berada di jarimu,hehh…Itu sangat tidak pantas kau kenakan,berikan padaku” Ucap Secca yang langsung merebut cincin milik Heena

 

“Jangan,kau jangan mengambil cincin ini,ini adalah milikku”

 

“Kau bodoh atau gila? Ini adalah milikku,Donghae dulu memberikan ini untukku jadi ini adalah milikku”

 

“Tapi sekarang Donghae memberikan ini untukku”

 

“Hentikan..!!! Cincin ini adalah milikku,sudah ku bilang Donghae hanya menjadikanmu pelarian sesaat,apa kau tidak sadar? Lihatlah sikapnya selama ini padaku,dia mengantarkanku ke Rumah Sakit setiap aku sakit,di menelfonku setiap aku kesepian,bahkan kita bermain dalam satu film yang sama,dan kita menjadi pasangan,Hae terlihat senang berperan menjadi kekasihku”

 

“Benarkah?” Ucap Heena sambil meneteskan air mata

 

Tiba-tiba Secca mengeluarkan beberapa foto dari dalam tasnya “Lihat foto-foto ini..!!!!”

 

“Foto ini.bukannya”

 

“Iya,ini foto ketika aku dan Hae berada di Jepang,dia selalu menggandeng tanganku bukan? Apakah bukti ini belum cukup kuat untuk menyadarkanmu bahwa dia tidak mencintaimu? Heena sadarlah kau jangan mau dibodohi oleh Donghae,dia hanya mencintaiku dan akan tetap mencintaiku,jadi kau jangan bermimpi bisa hidup bersamanya”

 

Heena yang terlihat lemas mendengar semua itu,hanya bisa menahan air mata yang sudah ingin keluar itu.

 

“Jadi Heena,aku mohon pergilah dari kehidupan Donghae,dia tak akan bahagia hidup bersamamu,dia bahkan tidak mencintaimu.Biarkan dia bersamaku,aku akan membuatnya bahagia karena dia memang diciptakan untukku,bukan untukmu.Lagian kau hanya gadis biasa,kau tidak terlalu cantik,seksi juga tidak terlalu,kau hanya gadis sederhana Heena,kau tidak sederajat dengannya.Jadi pergilah itu lebih baik untukmu,dan cincin ini biarkan aku memakainya”

 

Setelah mengatakan kata-kata itu Secca-pun pergi meninggalkan Heena sambil membawa cincin milik Heena.Sedangkan Heena masih saja terdiam lemas karena shock mendengar kata-kata Secca tadi,dia merasa telah dibodohi oleh Donghae,dengan sisa-sisa tenaganya Heena-pun bangkit dan mulai mengendarai mobilnya untuk pulang

 

*****

 

“Sayang ada apa denganmu,apa kau sakit?” Ucap mama Heena yang tiba-tiba masuk ke kamar Heena

 

“Aniyo mama,aku tidak apa-apa”

 

“Sayang,mama tau kau sedang ada masalah,ceritakan pada mama sayang”

 

“Ma,apa aku ini jelek? Apa aku ini tidak pantas untuk menjadi kekasih seorang superstar? Apa aku ini hanya seorang gadis bodoh yang bermimpi terlalu tinggi?”

 

“Sayang apa maksudmu? Mama tidak mengerti”

 

“Ma..aku bingung,aku tidak tau harus bagaimana lagi.Tadi Secca datang menghampiriku dia bilang Donghae masih mencintainya,dan aku hanyalah pelarian cinta bagi Hae.Secca memintaku untuk menjauhi Hae ma,tapi aku sangat mencintai Hae,aku tidak ingin berpisah dengannya ma”

 

“Sayang,mama tidak tau bagaimana persisnya kejadian tersebut.Tapi ikutilah kata hatimu,mama yakin hatimu akan mengantarkanmu pada kebenaran sayang”

 

“Mama…”

 

“Sudah ya sayang,sekarang tidurlah,dan fikirkan persoalan ini besok pagi,mama tidak ingin kau sakit sayang”

 

“Nde ma”

 

Heena mencoba memejamkan matanya tapi ia tidak bisa,dia masih saja memikirkan Donghae,Secca,dan dirinya.

 

Keesokkan harinya Heena telah bersiap-siap untuk pergi menemui Donghae,dia tidak tau apa yang akan ia katakan pada Hae,tapi hatinya berkata kalau dia harus menemui Donghae

 

“Oppa aku akan ke apartmenmu sekarang,kita harus bicara” Pesan Heena pada Donghae.”Tapi chagi,aku sedang di luar”.”Aku akan menunggumu di apartmenmu”. ’Nde chagi”.Heena yang sudah tau kode kunci rumah Donghae-pun segera masuk ke dalam apartmen Hae,sedangkan Donghae yang saat itu sedang rapat tentang show-nyapun berharap agar rapat itu cepat selesai.2 jam berlalu akhirnya rapat telah selesai,Donghae segera pulang ke apartmennya.

 

“Chagi..mian aku tadi masih rapat’

 

“Gwechanna oppa”

 

“Lalu ada apa chagi? Kelihatannya kau serius sekali”

 

“Mian oppa,ku rasa..”

 

“Kau rasa apa?”

 

“Ku rasa..kita harus mengakhiri hubungan ini”

 

“Mwo??? Wae chagi wae.??”

 

“Ku rasa kita memang bukan jodoh,dan aku juga mau bilang kalau aku besok akan pulang ke Indonesia,aku akan melanjutkan kuliah di sana oppa”

 

“Chagi..kau tidak bisa seperti ini,kita sudah menjadi pasangan kekasih selama 2 tahun dan tiba-tiba kau ingin pergi meninggalkanku,aku tidak mau”

 

“Oppa ini jalan terbaik untuk kita,lagian kau bisa berpacaran dengan Secca”

 

“Chagi apa yang kau fikirkan?”

 

“Berhenti memanggilku chagi oppa,kita sekarang bukan pasangan kekasih lagi”

 

“Baiklah,Heena aku mohon kau jangan seperti ini,aku tidak bisa hidup tanpamu”

 

“Sudahlah oppa,sekarang aku akan pergi,dan di dalam kardus itu berisi barang-barang yang pernah kau beri kepadaku,dan satu lagi cincin yang dulu kau berikan kepadaku sekarang berada di tangan Secca”

 

“Chagi,eh bukan maksudku Heena,jangan pergi,Heena..!!!!”

 

*****

 

“Hyung sekarang apa yang harus ku lakukan? Aku tidak ingin kehilangan Heena”

 

“Aku juga bingung Hae,tapi apa yang membuat dia memutuskan hubunganmu dengannya secara tiba-tiba?”

 

“Entahlah,tapi tungu..Hyung aku pergi dulu” Hae segera bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya

 

“Hae,kau mau kemana?”

 

Donghae tidak menggubris pertanyaan dari manajernya tersebut,dia tetap pergi sambil terlihat kesal dan marah,dia mengendarai mobil secepat mungkin,hingga dia tiba di sebuah rumah mewah ber-cat putih.Ternyata Donghae pergi ke rumah Secca.

 

“Secca,kaluarlah aku harus berbicara padamu..!!!” Donghae berteriak-teriak sambil mengetok pintu

 

“Oppa pelankan suaramu,ehmmm ada apa?”

 

“Apa yang sudah kau lakukan pada Heena?”

 

“Aniyo,aku tidak melakukan apapun”

 

“Sudahlah kau jangan berbohong,tunggu cincin ini,dari mana kau mendapatkannya?”

 

“Aku .. ehmmm”

 

“Jangan-jangan ini cincin milik Heena,kembalikan kau tidak pantas memakai cincin ini”

 

“Hae pelan-pelan,kau bisa melukai jariku”

 

“Apa kau tidak sadar? Hal yang kau lakukan pada Heena itu lebih menyakitkan.Aku tidak mau tau,sekarang kau harus minta maaf padanya”

 

“Tapi aku tidak melakukan apapun Hae”

 

“Tidak mungkin,dia tiba-tiba datang menemuiku dan meminta untuk mengakhiri hubunganku dengannya”

 

“Lalu apa hubungannya denganku?”

 

“Sudahlah kau jangan belagak nggak tau apa-apa,sekarang kau mau mengakui kesalahanmu atau”

 

“Atau apa?”

 

“Atau kau ingin agar aku tidak menemuimu selamanya”

 

“Hae,uhh hentikan,baiklah aku akan mengakuinya.Aku berkata padanya kalau aku adalah mantan kekasihmu dan kau masih mencintaiku,lalu aku menyuruhnya agar pergi dari hidupmu”

 

“Apa kau sudah gila? Kita sama sekali tidak pernah berpacaran”

 

“Hae,tapi kau tau kalau aku menyukaimu”

 

“Tapi aku tidak mencintaimu Secca.Aku hanya mencintai Heena”

 

“Hae,apa sih hebatnya Heena? Dia tidak lebih cantik,seksi,dan pintar dari aku,dia hanya gadis sederhana dan biasa saja”

 

“Justru itu yang membuatku jatuh cinta padanya,dia biasa saja,dia menerima aku apa adanya,dia tidak menuntutku untuk selalu memenuhi keinginannya”

 

“Hae,kau benar-benar gila”

 

“Iya,aku memang sudah gila,aku gila karena Heena.Sekarang kau ikut aku,kau harus minta maaf kepada Heena sebelum dia benar-benar pergi”

 

“Aniyo Hae,aku tidak mau”

 

Donghae tidak mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Secca dan tetap saja mengajak Secca menemui Heena,kali ini Donghae benar-benar mengendarai mobilnya dengan cepat.

 

“Annyeong,bisa saya bertemu dengan Heena?”

 

“Mian tuan,tapi nona Heena sudah berangkat ke bandara”

 

“Bandara?”

 

“Ne,nona Heena dan keluarganya akan pulang ke Indonesia”

 

“Ya Tuhan,apakah Heena sudah berangkat sejak tadi?”

 

“Ne,tapi pesawat nona Heena akan  lepas landas pukul 15.00 nanti”

 

“Ehmm,gomawo bibi,kalau begitu saya pergi dulu”

 

Donghae berusaha keras untuk menjaga mobilnya tetap terkontrol dalam kecepatan lebih dari 100 km/jam,Secca yang duduk di samping merasa mulai mual karena Donghae mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.

 

Akhirnya merekapun sampai juga di bandara,Donghae langsung berlari dan menyeret Secca untuk segera mencari Heena,berkali-kali mereka memutari bandara tapi tetap saja mereka tidak menemukannya,sampai akhirnya

 

“Donghae..!!!!!”

 

“Kamu?”

 

“Aku temannya Heena”

 

“Ya betul,tapi di mana Heena?”

 

“Heena,dia…dia sudah pergi”

 

“Heena…Oh Tuhan,Heena kenapa kau seperti ini?”

 

“Sabar ya oppa,eh lu bukannya Secca?”

 

“Iya,kenapa punya masalah lu sama gue?”

 

“Sebenarnya sih nggak punya,tapi berhubung lu kemarin bikin gara-gara sama Heena sekarang gue mau nge-bales semuanya,sini lu”

 

Hyuna yang mulai emosi-pun menjabak rambut Secca “Dasar lu ya,gue enek ngeliat muka lu yang nggak berwujud itu,lu lakuin apa sama sahabat gue?”

 

“Lepasin,gue nggak ngelakuin apa-apa”

 

“Sudah hentikan,kalian berdua membuatku semakin pusing,Hyuna apa kau tau di mana alamat rumah Heena yang di Indonesia?”

 

“Mian oppa,aku hanya tau dia tinggal di Jakarta”

 

“Hanya itu? Apa kau tau di mana aku bisa mencari informasi tentang Heena?”

 

“Entahlah oppa,kenapa kau tidak mencoba menghubunginya?”

 

“Dia tidak mau mengangkat telfonku,Secca..sekarang bagaimana? Apa kau bisa bertanggung jawab atas semua ini?”

 

“Hae..”

 

“Apa maksudnya,bagaimana bisa Secca yang bertanggung jawab?”

 

“Secca,dia berkata kepada Heena kalau aku mencintainya dan Heena akhirnya pergi meninggalkanku”

 

“Oh,tuh kan dasar lu ya iblis hidup,hobby lu ngerusakkin hubungan orang ya? Ihhh”

 

“Stop…!!!!! Kalian kalau mau bertengkar silahkan,tapi jangan di hadapanku” Ucap Donghae yang langsung pergi dengan muka yang kesal,marah,kecewa,dan sedih

 

*****

 

Satu tahun sudah berlalu semenjak pulangnya Heena ke Indonesia.Entah mengapa Donghae masih saja terpuruk karena kehilangan Heena,dia tidak bisa hidup tanpa Heena,dia merasa bagaikan butiran debu tanpa Heena,Hae selalu berfikir tiada Heena sama artinya dengan tiada kehidupan untuknya,tiada lagi senyuman yang indah dari Heena,tiada lagi pelukkan dari Heena,tiada lagi kata-kata indah yang keluar dari mulut Heena dan yang terpenting adalah tiada lagi sinar matahari yang selalu menyinarinya dalam kegelapan.Karena bagi Donghae hanya Heena lah sinar mataharinya.

 

“Hae,sampai kapan kau akan seperti ini? Kau bahkan tidak mau konser,dan main film,lalu bagaimana kita bisa menghasilkan uang? Hae..Sadarlah Hae,kau sudah seperti ini selama satu tahun,apa kau tidak jenuh seperti ini? Kau hanya memandangi foto-foto Heena sepanjang hari”

 

“Pergilah hyung,tinggalkan aku sendiri”

 

“Hae”

 

“Hyung,aku suruh kau pergi,jadi pergilah..!!!!”

 

“Ne,aku akan keluar”

 

Lee Hyun Sun sangat tidak menyangka Donghae berkata sekeras dan sekasar itu padanya,selama ini Donghae di kenal sangat sopan dan baik tapi sejak Heena meninggalkannya sifatnya berubah 180 derajat.Lee Hyun Sun berharap suatu hari nanti dia bisa membawa Heena untuk bertemu Donghae.

 

“Sun,bagaimana dengan Hae? Apa dia masih seperti biasanya?” Suara Ibu Donghae mengagetkan Lee Hyun Sun yang sedang menutup pintu kamar Donghae

 

“Ne omo,andai saja aku bisa membawa Heena untuknya,dia pasti tidak seperti ini”

 

“Ya Tuhan Donghae,Sun apa kau tidak tau sama sekali info tentang Heena?”

 

“Aniyo omo,tapi aku akan mencari informasi itu sekarang juga,aku tidak bisa melihat Donghae menjadi rapuh seperti itu”

 

“Nde Sun,semoga kau berhasil,dan aku juga kana mencari informasi itu”

 

Pertama –tama Lee Hyun Sun mulai mencari informasi dengan mendatangi teman-teman Heena di kampusnya,tapi apa mau dikata mereka tidak tau.Hingga Lee Hyun Sun tidak sengaja menyerempet seorang gadis.

 

“Mianhae,aku tidak sengaja”

 

“Gwechanna,aku tidak apa-apa”

 

“Tunggu,apakah kau mahasiswi di sini?”

 

“Ne,ada yang bisa saya bantu?”

 

“Bagus sekali,kau mengenal Heena?”

 

“Heena,dia…dia sahabat saya”

 

“Sahabatmu? Kalau begitu bisa aku mengobrol denganmu?”

 

“Nde”

 

Kemudin Hyuna mengajak Lee Hyun Sun ke cafe di dekat campusnya,mereka berdua-pun mulai mengobrol,dan membicarakan Heena.

 

“Jadi kau sama sekali tidak tahu di mana Heena tinggal?”

 

“Aniyo oppa,Heena tidak pernah mau memberitahu aku di mana dia tinggal di Jakarta”

 

“Ya Tuhan,entah sekarang apalagi yang bisa ku lakukan,aku sangat khawatir dengan keadaan Donghae”

 

“Memang ada apa dengan Donghae?”

 

“Semenjak Heena pergi,Donghae menjadi berubah,dia sering marah-marah kepada kru,dia tidak mau ber-aktifitas seperti biasa,setiap hari dia hanya memandangi foto Heena,hingga akhirnya dia memilih untuk vakum dari dunia hiburan”

 

“Aku tidak menyangka Donghae bisa seperti itu,kelihatannya dia sangat menyayangi Heena begitu pula sebaliknya”

 

“Apa maksud kamu?”

 

“Setiap kali Heena menelfonku dia selalu bertanya bagaimana keadaan Donghae,dia selalu berkata jika dia diberi kesempatan untuk bertemu Donghae sekali saja,dia akan sangat bahagia”

 

“Tapi kenapa dia tidak kembali ke Korea?”

 

“Aku juga tidak tau,ku fikir dia perlu menenangkan diri di Indonesia”

 

“Lalu apakah kau sudah memberitahu Heena kalau Secca dan Donghae dulu bukanlah pasangan kekasih?”

 

“Sebenarnya aku berniat untuk memberitahunya sekitar 10 bulan yang lalu,tapi nomor Hpnya tidak pernah aktif”

 

“Jadi maksudmu sekarang kalian tidak pernah berkomunikasi lagi?”

 

“Ne,aku khawatir terjadi sesuatu terhadap Heena”

 

“Lalu,apakah kau tau di mana aku bisa mencari informasi tentang Heena?”

 

“Entahlah,tapi ku fikir kau bisa menemui Kang Young Min,aku yakin dia pasti tau di mana Heena tinggal karena dulu waktu Heena kembali ke Indonesia Kang Young Min mengantarkannya sampai ke rumahnya,selain itu Kang Young Min dan ayahnya juga mempunyai bisnis di sana”

 

“Baiklah kalau begitu,kau punya alamat rumah Kang Young Min? Kalau kau tidak punya,kau bisa memberiku nomor HP atau Telfon rumahnya”

 

“Ini,aku punya nomor HP dan alamat rumahnya” Ucap Hyuna sambil memberikan kertas berisi alamat dan nomor HP Kang Young Min

 

“Gomawo Hyuna”

 

“Ne oppa,semoga Heena dan Donghae bisa cepat bertemu”

 

 

*To Be Continued*

 

By Admin *Heena*

Follow admin Heena in Twitter : @Aivonnia906

Follow My Fan Fiction Story in Twitter : @myffstory