Tag

, ,

 

 

“kalau begitu…shin mianhae hubungan kita sampai disini saja” ucapku menunduk

 

“apa?hah ! donghae jangan bercanda kau, ayo kita pulang sudah malam” dia menarik tanganku, langsung saja aku lepaskan dengan kasar

 

“aku tidak bercanda shin..kita akhiri saja hubungan kita sampai disini, aku tidak suka dengan mu lagi..” ucapku kasar

 

“mwo? kenapa hae…ini tidak masuk akal..jelaskan padaku semuanya hae,,,?” ucapnya berteriak

“alasannya ..karna aku sudah mempunyai tunangan dan akan segera menikah dengannya, jadi ku harap kau tidak mengganggu ku lagi”


 

“apa? Tunangan? Menikah hae? Jadi selama ini kau selingkuh dibelakangku hae?” ucapnya tidak percaya, omo aku melihat nya menangis…deras air mata membasahi pipinya…jujur aku tidak tega melihatnya menangis seperti itu

 

“ne mianhaeyo aku sudah membohongi mu kali ini shin” ucap ku masih menunduk

 

“agh…aku tidak menyangka hae kau sejahat itu denganku, lalu apa artinya semua ini hae” ucpanya berteriak dan masih menangis

 

“tidak ada artinya, kau hanyalah sebuah lalat yang selalu mengganggu hidupku”

 

“apa? Apa yang kau katakana tadi hae? 5 thn ….5thn kita menjalani hubungan kau hanya menanggapku sebagai lalat yang hanya mengganggu hidupmu ? baiklha kalau kau memang menganggapku seperti itu aku tidak akan pernah muncul dihidup mu lagi, kau jahat hae..kau sama saja dengan namja lain..aku benci lee donghae” ucapnya pergi berlari menjauhiku

 

Langsung aku tertunduk di pasir pantai ..

Itu yang terbaik untukmu shin mianhaeyo..aku memang namja jahat. Aku tidak pantas bagi mu shin…

 

“tuan lee..ini sudah malam..apa tn lee mau pulang” tiba-tiba supirku menghampiriku

 

“ne kita pulang sekarang..tolong Bantu aku berdiri…aku tidak kuat “

 

“baik tuan…”

 

Shin hyo pov

 

Aku tidak percaya dengan apa yang diucapkan donghae.apa artinya 5thn menjalani hubungan ini…selama ini berarti donghae telah mengkhianati ku, membohongi ku, apa dia sebigitu tega nya dengan ku,,…aku benci lee donghae…ternyata dia sudah mempunyai tunangan dan akan segera menikah…hah ! donghae jahat…dia tidak tahu kalau aku begtu sangat mencintainya….aku harus segera melupakannya. Aku pun bersiap-siap untuk pergi kekampus, rasanya tidak bersemangat sekali aku hari ini, mungkin karna aku tidak tidur semalam, ya aku tidak berhenti menangis sampai tadi pagi

 

*sesampainya di tempat kuliah**

 

“ya ampun shin… wajahmu kenapa pucat seperti itu” hyera menghampiriku

 

“donghae hyera…” ucapku terbata-bata

“kenapa dengan donghae shin…”

 

“donghae mengakhiri hubungan denganku”

 

“mwo? maksudmu putus shin..?”

 

“ya benar…dia sudah bertunangan dengan orang lain”

 

“hah ! dasar namja tidak tahu diri..sudah jangan menangisi namja seperti dia , lagi pula masih banyak namja lain yang lebih baik dari donghae”

 

“tapi hyera…aku masih mencintainya…5 tahun menjalani hubungan…tidak semudah itu aku bisa melupakannya “

 

“shin…dia sudah mengkhianatimu, sudah membohongimu, apa kau masih akan terus mencintai si pembohong itu”

 

“kau benar hyera ..dia sudah membohongiku..tapi aku sangat sayang padanya, kau belum bisa melupakannya”

 

“hhh…sudah lah seterah mu saja shin..”

 

“ne…aku pergi ketoilet dulu ya hyera..” aku pun meninggalkannya..saaat aku ketoilet aku melewati ruangan donghae..aku mengintip sebentar,,,tidak ada donghae…

Kemana donghae…?

 

“hey shin..ngapain kamu disini…” hyuk menepuk pundakku

 

“ah..hyuk..ehm..itu donghae kenapa dia tidak datang”

 

“donghae..dia tidak masuk hari ini…hey mata mu kenapa? Sembab sekali” ucapnya memerhatikan mataku

 

“gwenchanayo…”

 

“ah…arraseo sudahlah lupakan dia, eh mianhae…tapi dia sudah mempunyai tunangan bukan..dia tidak akan memilihmu lagi, lupakan lah dia”

 

“arrayo…kau benar …aku ke toilet dulu ne ..” aku meninggalkannya

 

Hyuk jae pov

 

Huft …kasian shin..pasti dia abis nangis..aku harus beritahu donghae. Aku langsung naik bis dan bergegas kerumah sakit…eomma nya donghae baru bilang kepadaku kalau donghae makin parah ..kasian donghae coba ada shin disampingnya pasti donghae akan merasa lebih baik

 

“tante bagaimana keadaan donghae?” aku menghampiri eomma nya donghae

 

“tidak baik hyuk..dia makin parah rambutnya sudah tidak ada, kakinya pun tidak bisa di gerakan lagi” ucapnya dengan menangis

 

“apa separah itu kah donghae ..?”

 

Dia hanya mengangguk

 

“apa aku boleh melihat donghae ?”

 

“silakan..mungkin saat ada kamu perasaannya lebih baik”

 

Aku pun masuk kedalam..aku melihat dia berbaring lemah diranjang..benar apa yang dikatan eomma hae

 

“hyuk….”perlahan-lahan donghae membuka matanya

 

“hae…apa aku mengganggu tidur mu?” ucapku pelan

 

Dia menggeleng

 

“bagaimana dengan keadaan shin..apa dia baik?” ucapnya

 

“tidak begitu baik hae, kulihat matanya sembab sepertinya dia habis menangis”

 

“benarkah itu?” donghae tersenyum

 

“hae kenapa kau bisa tega memutuskan shin”

 

“itu memang yang terbaik untuknya, kalau dia melihatku seperti ini, betapa sedih dia, aku tidak ingin melihatnya sedih “

 

“lebih sedih lagi kalau kau memutuskannya, kalau dia ada di dekatmu itu pasti akan membuatmu merasa lebih baik”

 

Donghae hanya tersenyum

 

“aku ingin membeli makan dulu sebenta ya hae” aku keluar untuk membeli makanan, aku sedikit lapar

 

 

“eh hyuk jae…” ada yang memanggilku, aku menoleh

 

“loh ! hyera ..ngapain kamu kesini” dia menghampiriku

 

“sepupuku dirawat dirumah sakit ini, kalau kamu ngapain disini”

 

“ehm..eeh..itu temenku juga dirawat disini” ucapku gugup

 

“teman? Siapa temanmu apa aku boleh tau”

 

“eh..kalau aku kasih tau kamu, pasti kamu gak bakal tau “

 

“apa itu teman kita donghae”

 

“mwo ??? eh bagaimana kau bisa tau hyera” ucpaku kaget

 

“aku tau saat donghae berteriak kencang dibelakang kampus itu..aku mendengar semuanya “

 

“jinjja? Hyera kumohon kau jangan memberitahu shin…”

 

“arraseo…aku tahu..aku tidak akan memberitahu shin..tapi aku heran dengan donghae, kenapa coba dia harus memutuskan shin, kau tau dia tidak tidur semalaman gara-gara menangisi donghae”

 

“aku tahu..entahlah itu maunya donghae..aku sendiri pun bingung”

 

“ehm..baiklah aku pergi dulu yah hyuk..”

 

“ne…hyera”

 

*keesokan harinya **

 

Shin hyo pov

 

Hari ini aku berencana untuk kerumah donghae..bukan apa-apa, aku ingin mengetahui tunangannya donghae dan ingin berkenalan dengan tunangannya

 

“shin..apa kita harus se pagi ini untuk kerumah donghae, hei pasti kau tidak tidur lagi semalam” hyera masuk kekamar ku

 

“ne benar aku tidak tidur lagi..aku ingin tau siapa yang akan menikah dengan hae”

 

“aish…sudahlah shin..lebih baik kamu lupain dia ..mending kita jalan-jalan aja yuk..keluar nyari udara segar gtu” ucapnya menarik tanganku

 

“aishh…lepaskan.aku ingin ke rumahnya sekarang, kau tidak mau ikut..yasudah aku ingin kesana sendiri”

 

“yak…! Baiklah..aku ikut denganmu” aku pun naik bus untuk segera kerumah donghae

 

Sesampainya dirumah donghae aku mengetuk pintu

 

“annyeonghaseo eonnie..” sangmi membuka pintu. Lee sangmi adiknya donghae

 

“sangmi apa donghae oppa ada ?”

 

“ehm..dia..dia tidak ada disini eonnie” ucapnya pelan

 

“loh ! terus dia kemana? Apa dia dengan seorang yeoja”

 

“aniyo..oppa dirumah sakit” ucapnya pelan

 

“mwo? dirumah sakit ? apa donghae sakit sangmi”

 

“ehm…”

 

“sangmi bicara yang jelas dengan eonnie…apa oppa mu sedang sakit?

 

“shin…hyo..” hyuk tiba-tiba muncul

 

“hyuk..aku mnta penjelasan mu..apa benar donghae sakit…dia sakit apa hyuk…” aku menggoncangkan tubuhnya

 

“aniyo…dia baik-baik saja..dia sehat..ngapain kamu kesini..bukankah donghae sudah bilang kepadamu untuk tidak menemui dia lagi..lupakanlah donghae …dia sudah punya kehidupannya sendiri” ucapnya berteriak

 

“jinjja? Kalau begitu aku ingin tahu siapa tunangannya donghae”

 

“kau tidak perlu tahu..”

 

“waeyo ? kenapa aku tidak boleh tahu? Aku tahu hyuk ada yang kau sembunyikan dari ku tentang donghae…jadi jelaskan lah kepadaku semuanya “

 

“baiklah…kau duduk dulu ..”

 

“aku sudh duduk..cepat hyuk ceritakan padaku …” ucapku dengan tidak sabar

 

Dia memegang pundakku

 

“kau yang sabar ya..donghae sebenarnya mempunyai penyakit kanker shin” ucapnya dengan bersedih

 

“hah ! maksudmu hyuk ? apa kau tidak bercanda kan ..” ucapku mulai panic

 

“ani..aku tidak bercanda..sebenarnya donghae sudah menderita penyakit kanker selama 2thn..dia berbohong denganmu karna dia tidak ingin kamu bersedih saat kau melihatnya, dan masalah tunangan itu dia tidak mempunyai tunangan sama sekali, sekalipun dia mempunyai tunangan itu pasti bertungan denganmu..dia sangat begitu mencintaimu shin ..”

Deggg…!!jantungku benar-benar berhenti sekarang. Aku terpaku beberapa saat.

..jadi selama ini donghae mendrita penyakit kanker..dia sama sekali tidak memberitahu ku..dia juga tidak menunjukkan kalau dia mempunyai penyakit mematikan seperti itu..

 

Aku merasa airmata sudah membasahi pipiku. Aku tak bisa menahannya lagi. Suasana hening sejenak

 

“lalu..diamana donghae sekarang..aku ingin bertemu denganya hyuk”

 

“dia dirumah sakit..keadaannya makin parah..rambutnya tidak ada..kakinya sudah tidak bisa digerakan lagi shin..”

 

“apa ? apakah sudah separah itu hyuk..”

 

Hyuk jae mengangguk

 

“stadium akhir shin..kajja aku akan mengantarmu kerumah sakit..mungkin saat bertemu denganmu donghae mempunyai semangat hidup lagi” hyuk menarik tangan ku

 

*sesampainya dirumah sakit**

 

Aku langsung masuk keruang donghae..aku melihat donghae yang berbaring diranjang..dia sedang tertidur..

 

“donghae…” ucapku pelan dan langsung memeluknya dan menangis..menangis karna melihatnya seperti ini..menagis kenapa donghae bisa berbohong kepadaku demi menyembunyikan penyakitnya

 

“shin…hyo…” ucapnya terbata-bata

 

“ne..donghae…jangan dipaksakan..” ucapku dengan tersenyum…tiba-tiba tangan donghae mengusap air mataku..aku langsung menggenggam tangannya

 

“kau harus kuat donghae, aku selalu ada disampingmu..aku sayang kepadamu” ucapku dengan menangis

 

“mi…anhae..” ucapnya pelan

 

“gwenchana donghae..kau tidak perlu minta maaf..aku lah yang meminta maaf kepadamu..karna aku tidak bisa menjagamu saat kau seperti ini..” aku pun kembali memeluknya ..

 

Donghae pov

 

“shin..hyo…” ucapku terbata-bata…shin hyo..akhirnya kau datang juga menemuiku yang sudah seperti ini..aku merindukanmu shin…

 

“ne..donghae…jangan dipaksakan..” ucapku dengan tersenyum…tiba-tiba tangan donghae mengusap air mataku..aku langsung menggenggam tangannya

 

“kau harus kuat donghae, aku selalu ada disampingmu..aku sayang kepadamu” ucapnya dengan menangis

 

“mi…anhae..” ucapku pelan

 

“gwenchana donghae..kau tidak perlu minta maaf..aku lah yang meminta maaf kepadamu..karna aku tidak bisa menjagamu saat kau seperti ini..” shin hyo pun kembali memelukku.. sejujurnya aku sudah tidak kuat lagi menahan sakit ini..tubuhku sudah kaku semua..aku harus kuat..shin sudah menemui ku…aku tidak boleh menyerah..

 

“shin…aku mungkin akan..” ucapku makin terbata-bata.. sial suaraku makin tidak terdengar olehnya

 

“Akan apa donghae ? KATAKAN!!!” dia mengguncang tubuhku dengan keras, membuatku semakin merasakan sakit. Mataku hampir tertutup jika aku tidak menahannya untuk tidak tertutup.

 

“Sarang….” Aku terbatuk sebelum selesai mengatakan bahwa aku mencintainya. Tuhan, kenapa badan ini rasanya tidak menyetujui untuk aku mengatakan semuanya pada shin hyo? Beri aku kekuatan sedikit saja, Tuhan…

“Mianhh.. Saranghae” ucapku dengan lemas berbisik. Aku menutup mataku karena sudah merasa lelah untuk menahannya. Shin hyo menerikakiku, dapat aku dengar suaranya dengan jelas bahwa Ia masih menangis. Dan sedetik setelah itu, aku sudah bisa melihat diriku di peluk oleh shin hyo.

 

“donghae… Ku mohon jangan tinggalkan aku… donghae, kau namja yang kuat! Kau harusnya bisa bertahan! donghae… Ku mohon!!!” shin hyo mengguncang-guncangkan tubuhku dengan keras lalu mengangkatnya, membawa tubuhku masuk ke dalam pelukan hangatnya. Aku hanya tersenyum memandang  tubuhku sendiri yang sudah bukan apa-apa lagi dipeluk hangat oleh shin hyo

. Tuhan, aku mungkin belum bisa mengatakan seluruhnya, tapi terima kasih karena engkau telah membawanya menyaksikan hari terakhirku. Hari pencabutan nyawaku. Terima kasih telah membawa shin hyo berada di sampingku disaat-saat terakhirku. Seandainya aku, roh tanpa badan ini masih bisa memohon, aku ingin memohon satu hal lagi padamu,

Tuhan. Tolong sadarkan dia, bahwa aku mencintainya lebih banyak dari dia mencintaiku, dan aku mencintainya lebih lama dari dia mencintaiku, sekalipun hidupku jauh lebih pendek daripada hidupnya.

 

End of story

 

By  Muyea Elfishy Sharanghae Donghaeyeongwonhi    (FB)

 

*Heena*