Tag

, , , ,

New Main Cast :

-Go Hara (Amma Eunhyuk)

-Mizumaki Yuri (Ibu Aiko)

Recomended Song :

-Utada Hikaru *First Love*
-Ost Full House *I Think I Love You*

Previous ==>

Pagi ini matahari telah terbit dari timur,sinarnya mulai masuk ke dalam kamar Aiko,gadis itu.Dia terliahat sedang menahan kesakitan,kedua tangannya memeluk perutnya,keringat dingin mulai bercucuran dari sekujur  tubuhnya,berkali-kali ia menggigiti bibirnya sambil menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh membasahi pipinya.

Sebuah suara menusuk telinganya,tidak salah lagi itu adalah Arissa yang berusaha membuka pintu kamarnya,ia sadar bahwa pagi ini ia sesekali berteriak karena sakit yang tak bisa ia tahan lagi.Ia yakin kakaknya pasti sangat khawatir mendengarnya seperti itu,ia ingin keluar tapi apa daya untuk berdiri saja ia tak bisa,hingga akhirnya ia merasa sekelilingnya terlihat begitu gelap dan semua yang ada di depannya terlihat mulai menghilang.

Next ==>

Perlahan Aiko mulai membuka matanya dan melihat sekelilingnya “Apa ini adalah Surga?” Bisiknya pelan sambil menyipitkan matanya “Dasar bodoh,ini adalah neraka” Sahut seorang laki-laki yang berdiri membelakanginya “Mwo?” Ujar Aiko sambil membelalakkan matanya

Laki-laki itu berbalik dan memandang Aiko,ya..Eunhyuk dia adalah Eunhyuk “Kau ini ingin mati ya? Kau fikir aku akan membiarkanmu pergi ke surga tanpa aku,hah?” Omel Eunhyuk sambil mengambilkan segelas air untuk Aiko “Hyuk? Mengapa kau ada di sini hah?” Tanya’nya sinis “Kakakmu menyuruhku untuk menemanimu di sini,gadis manja..tunggu,ini minumlah,kau tidak haus? Tadi kakakmu bilang kau berteriak-teriak di apartemen”

“Oneesan menceritakannya?” Tanyanya pelan lalu meneguk air dari Eunhyuk “Ya…mengapa kemarin kau tidak makan? Kau kan punya maag..lihat sekarang maagmu bertambah parahkan?”

“Mianhae..” Jawab Aiko dengan memasang raut wajah polos. “Hari ini kau bisa pulang” Ujar Eunhyuk sembil menatap gadis itu


*****

Seseorang mengetuk pintu kamar rawat Aiko,tanpa fikir panjang lagi Eunhyuk segera membukakan pintu karena Aiko sedang membereskan beberapa barangnya.Sungguh tak di sangka ternyata itu adalah Choi Siwon yang datang dengan membawa sebuah barang yang di bungkus dengan kertas kado bewarna ungu di tangannya “Oh Eunhyuk…Bisa aku bertemu dengan Aiko?” Tanyanya sambil menyunggingkan seulas senyum di wajah tampannya.

Eunhyuk hanya terdiam melihat Choi Siwon,ia tidak menyangka bahwa Choi Siwon bisa bersikap sesantai itu di depannya setelah apa yang ia katakan pada Siwon beberapa waktu lalu.

Tiba-tiba Aiko menepuk punggung Eunhyuk “Siapa yang datang Hyuk?” Tanya Aiko “Aiko..apa kabar?” Sahut Choi Siwon sambil melambaikan tangannya “Oppa.? Aku..aku baik-baik saja,lama tidak bertemu.Lalu kabarmu?”

“Hmm..Kabarku,seperti biasa.Sangat baik,temanku bilang kau masuk rumah sakit jadi aku segera memastikannya dengan datang ke sini,ternyata betul.Ada apa denganmu?” Tanya Siwon sekali lagi dengan menggenggam erat tangan Aiko “Tak apa-apa,hanya sakit maag”

“Aiko..walaupun hanya sakit maag,tapi jika sudah kronis itu bisa membahayakannmu,aku tidak ingin kau sakit..” Ujar Siwon yang mulai khawatir dengan Aiko.

“Hei kalian..!!! Apa kalian tidak menganggapku ada di sini hah?” Ujar Eunhyuk yang tiba-tiba marah-marah “Hmmm..apa?” Aiko bertanya balik pada Eunhyuk “Ah sudah lupakan,aku keluar dulu” Ujarnya lalu pergi meninggalkan Aiko dan Siwon

  “Gadis itu,apa dia tidak sadar jika perlakuannya pada Siwon itu membuatku cemburu? Apa dia sama sekali tidak menghargai perasaanku? Ah..apa yang ku lakukan? Seharusnya aku tidak mengucapkan perasaanku padanya,bodoh sekali aku ini..ahh..”  Gerutu Eunhyuk sambil berjalan menuju ke Taman Rumah Sakit.

Eunhyuk menyandarkan tubuhnya ke bangku dan menutup matanya,ia menarik nafas panjang-panjang sambil beberapa kali menggigiti bibirnya.Sebuah sentuhan membuatnya kaget dan hampir saja melompat dari bangku taman “Oh,maaf aku membuatmu kaget” Ujar seorang laki-laki yang sekarang sedang duduk tepat di sampingnya.Orang itu memakai sebuah jaket tebal bewarna coklat,tubuhnya tinggi,wajahnya tampan.Bahkan bisa di bilang dia lebih tampan daripada Eunhyuk.Badannya tegap,dan walaupun dia sedang berbicara dalam bahasa Korea,tetapi logatnya masih terdengar seperti orang Jepang.

Eunhyuk masih terdiam sambil memandangi laki-laki itu hingga akhirnya orang yang sedang ia perhatikan itu membuka mulut dan mulai berbicara “Apa kau teman Aiko?” Tanya laki-laki itu sambil menatap ke arah depan.Eunhyuk mendesah pelan “Dia bilang padaku begitu” Jawabnya “Maksudmu?,oh iya,perkenalkan namaku Nakamura Kayoku aku teman kakak Aiko sewaktu SMP,dan Aiko adalah adik kelasku.Maaf jika bahasa Koreaku tidak terlalu lancar” Ujar Kayoku “Jadi,bagaimana? Maksudmu tadi apa?” Tanya Kayoku dengan nada penasaran.

Ya,Eunhyuk sadar bahwa Kayoku ingin mengetahui lebih banyak tentang hubungannya dengan Aiko,sungguh dia sangat sadar bahwa Kayoku merasa bahwa Eunhyuk memiliki perasaan berbeda pada Aiko,memang tidak bisa dipungkiri bahwa itu benar-benar terjadi.Tapi apakah Eunhyuk harus memberitahu Kayoku bahwa ia mencintai Aiko sedangkan statusnya sekarang adalah tunangan dari Yoona? Sungguh,ini adalah hal yang terlalu gila untuk Eunhyuk lakukan.

Kayoku berdehem pelan untuk menyadarkan Eunhyuk dari lamunannya “Kau keberatan menceritakannya padaku?” Tanya Kayoku sambil mengangkat alisnya.Kini kepala Kayoku telah dipenuhi dengan ribuan pertanyaan tentang Aiko dan Eunhyuk,apalagi setelah ia melihat Eunhyuk yang sedang berfikir dan melamun setelah mendengar pertanyaannya “Oh..maafkan aku,ya..dia menganggapku sebagai temannya,maksudku aku juga begitu,ya..benar..begitu” Jawab Eunhyuk dengan nada gelagapan dan terlihat bingung “Ah bukan begitu,itu tidak benar.Ya aku tau Aiko hanya menganggapku sebagai temannya,tapi aku menganggapnya sebagai orang terpenting dalam hidupku,begitu yang benar.Bukan tadi” Batin Eunhyuk dalam hati

“Ya,baiklah” Kayoku terlihat menyipitkan matanya,dan sepertinya ia sekarang sedang berfikir.Tak ingin Kayoku bertanya lebih banyak padanya,Eunhyuk segera mencari alasan dan pergi dari hadapan Nakamura Kayoku,setidaknya sampai ia bisa berfikir jernih dan bisa mengontrol emosinya sebelum pertanyaan-pertanyaan lain mengalir begitu saja dari mulut Nakamura Kayoku.

*****

“Kayoku..!!!” Terdengar suara seorang gadis memanggilnya “Arissa” Jawabnya dan mulai berlari mengampiri gadis itu “Ya,ada apa?” Tanyanya dengan menyunggingkan senyum di bibirnya “Aku dan Aiko akan segera pulang,kau mau ke apartemen kami?” Tanya Arissa dengan nada penuh harapan “Baiklah,mengapa tidak” Jawabnya penuh semangat dan berbalik pergi bersama dengan Arissa menuju ke kamar dan segera pulang.

*****

Eunhyuk berjalan menaiki tangga apartemen,tetapi pandangannya terus terpaku ke bawah,entah apa yang sedang ia fikirkan,sesekali ia mendesah dan beberapa kali ia menghela nafas panjang sambil mengentikan langkahnya.

Kini laki-laki itu telah berdiri tepat di depan apartemennya,sungguh rasanya apartemen itu sangat bising dan samar-samar terdengar  suara yang mirip dengan ammanya “Hyukkie-ah..kau sudah pulang” Sosok Yoona menyadarkan Eunhyuk dari lamunannya “Kau ada di sini?” Tanya Eunhyuk datar “Hei Hyuk,aku ini kekasihmu.Apakah kau tidak bisa memberikan yang lebih baik dari itu,hah?” Tanyanya sambil mengerutkan keningnya “Ya,baiklah.Lalu apa kau mengajak seseorang?” Tanya Eunhyuk lagi “Ah itu,masuklah dan kau akan tau” Jawab Yoona sambil menggandeng tangan Eunhyuk.

Terdengar suara langkah kaki beberapa orang yang kini sedang berjalan menuju ke arah mereka,Eunhyuk yang semula ingin masuk ke apartemennya akhirnya mengurungkan niatnya dan sungguh,tatapannya terpaku pada sosok Aiko yang kini sedang berjalan dibantu dengan kakaknya dan Kayoku-atau apalah itu.

Tanpa sadar Eunhyuk melepaskan gandengan tangan Yoona dan berlari menghampiri Aiko sambil mengambil alih peran Arissa untuk membantu Aiko berjalan “Biar aku saja” Ujar Eunhyuk sambil menatap Aiko dalam-dalam dan matanya sungguh terlihat sedang mengkhawatirkan gadis itu.

Eunhyuk terlihat masih memandangi wajah gadis itu sambil membantunya berjalan,tubuhnya terasa kaku ketika mengingat saat gadis itu berada di rumah sakit dan sedang tidak menyadarkan diri.Tapi sekarang,gadis itu telah berada di sampingnya,berdiri dan berada dalam pelukannya.

“Hyukkie-ah..kau mau ke mana?” Yoona berteriak sambil berjalan menghampiri Eunhyuk yang sedang membantu Aiko berjalan “Aku harus membawa Aiko ke apartemennya,setelah itu aku akan kembali,kau masuk saja dulu” Sahutnya datar dan masih saja memandang Aiko walaupun kadang-kadang ia alihkan pandangannya ke bawah “Tapi..”

“Sudahlah,kau masuk saja dulu” Bentaknya pada Yoona yang berdiri kaku di sampingnya “Hyukkie…baiklah” Jawab Yoona lemas dan berjalan menjauh dari Eunhyuk.

*****

Yoona berjalan lemas dan masih menundukkan kepalanya,di tutupnya pintu apartemen dan ia hempaskan tubuhnya ke sofa sambil mendesah. “Yoona,ada apa denganmu?” Tanya seorang perempuan setengah baya berparas cantik dan berambut coklat sebahu itu “Aniyo bibi,aku tidak apa-apa” Jawabnya yang masih terlihat lemas sambil mengelus-elus dadanya “Benarkah? Mana Eunhyuk?” Tanya perempuan itu lagi sambil memandangi sekeliling apartemen “Dia di apartemen sebelah bi” Yoona berdiri dan mengajak perempuan itu mengampiri Eunhyuk ke apartemen Aiko,entah mengapa tetapi nafas Yoona terlihat menggebu-gebu bak seorang manusia yang telah terbakar oleh amarah dalam hatinya.

Gadis itu membuka pintu begitu lebar dan sungguh ia melihat Eunhyuk lagi-lagi sedang memandangi Aiko yang duduk di sofa “Hyukkie!!” Ujar Yoona sambil berdiri di samping laki-laki itu.Eunhyuk hanya melihatnya sebentar dan kembali menatap Aiko “Hyuk” Kali ini giliran perempuan setengah baya itu yang memanggil Eunhyuk,awalnya Eunhyuk hanya memperhatikan perempuan itu dengan mata yang terbelalak dan seperti sedang melihat hantu tapi akhirnya dengan susah payah,Eunhyuk berhasil membuka mulutnya dan mulai berbicara “Amma…? Mengapa amma di sini?” Tanya Eunhyuk yang masih tak menyangka ketika melihat ammanya sedang berada di depan matanya dan sedang berbicara dengannya “Aku ini ibumu Hyuk,apa salah jika seorang ibu menjenguk anaknya sendiri?” Tanya ibu Eunhyuk “Anii..itu tidak salah” Ujar Eunhyuk dan langsung berlari memeluk ibunya.

Sejenak suasana menjadi hening,Aiko yang sedang duduk terlihat menatap Eunhyuk dan ibunya yang sedang berpelukkan,begitu juga dengan Kayoku,Arissa,dan Yoona.Mereka semua sungguh tidak menyangka bisa melihat pemandangan seindah itu,Aiko sempat berfikir bahwa sebelumnya Eunhyuk tidak pernah berperilaku seperti itu.Berlari menuju seseorang dan langsung memeluknya,sungguh ini adalah pertama kalinya Eunhyuk melakukan hal itu di depan mereka semua.

“Mana appa?” Tanya Eunhyuk yang masih berada dalam pelukkan ibunya “Appamu masih sibuk,dia akan segera ke sini setelah pekerjaannya selesai” Jawab ibu Eunhyuk sambil mengacak-acak rambut anaknya itu.

Tiba-tiba mereka semua dikagetkan ketika melihat Aiko yang tiba-tiba berlari sambil memegangi mulutnya.Eunhyuk,Arissa,dan Kayoku mengejar Aiko,sedangkan Yoona dan ibu Eunhyuk menyusul dibelakang.Gadis itu terlihat berlari menuju ke kamar mandi dan dengan cepat ia menutup rapat pintu tersebut.

“Aiko..buka pintunya..kau tidak apa-apa? Aiko??” Ujar Arissa yang terlihat begitu cemas ketika mengetok pintu kamar mandi.Tubuhnya terlihat menegang,wajahnya memucat,dan badannya gemetar,sungguh Arissa sangat bingung dan tak tau apa yang harus ia lakukan.

*****

Pintu kamar mandi mulai terbuka,seorang gadis yang terlihat lemas dan gusar berjalan keluar sambil memegangi perutnya.Arissa yang semula duduk sambil memegangi kepalanya itu,berdiri dan lekas memeluk sang adik.Pelukkan yang sungguh erat,air matanya mulai menetes membasahi pipinya,tapi sungguh belum sempat Arissa berbicara,Aiko sudah tak sadarkan diri kembali,di baju dan tangannya terlihat noda bercak darah.

Tanpa berfikir panjang lagi,Aiko langsung di bawa menuju ke Rumah Sakit terdekat,yang terletak sekitar 15 km dari apartemen mereka.

*****

 “Sebenarnya ada apa dengan gadis ini? Tuhan..katakan padaku bahwa dia tidak apa-apa.Mengapa dia tak sadarkan diri lagi? Mengapa Arissa bilang bahwa di tangan dan bajunya ada noda bercak darah? Mengapa dengannya? Apa dia sakit? Apa penyakitnya parah? Bagaimana kalau dia tidak bisa selamat? Bagaimana kalau dia harus pergi untuk selamanya? Tuhan…ku mohon selamatkan dia..Berikan dia hidup Tuhan..”

Dokter Jung berjalan menghampiri mereka semua “Ada yang harus saya bicarakan dengan keluarga Aiko” Ujar dokter Jung dengan nada serius “Apa keluarganya ada di sini?” Tanyanya “Saya,saya kakaknya dok” Jawab Arissa sambil berdiri dari kursi “Baiklah,mari ikut ke ruangan saya”

   “Apa? Apa ini? Mengapa dokter Jung terlihat begitu serius? Apa terjadi sesuatu pada Aiko? Tidak..aku yakin Aiko tidak apa-apa..Tuhan apa yang sebenarnya terjadi?” Batin Eunhyuk dalam hati “Kau tidak apa-apa Hyuk?” Tanya Kayoku sambil menepuk punggung Eunhyuk “Tentu saja dia baik-baik saja,mana mungkin Eunhyuk khawatir pada gadis itu,karena dia adalah tunanganku” Sahut Yoona yang tiba-tiba saja menyela perkataan Kayoku “Tunangan?” Kayoku terlihat bingung,ia tidak menyangka bahwa Eunhyuk ternyata telah memiliki tunangan,ia mengkerutkan keningnya sambil menunggu jawaban dari Eunhyuk “Sudahlah.!! Bukan saatnya kita memperdebatkan soal itu,seharusnya kita di sini khawatir dengan keadaan Aiko,bukan malah berdebat sesuatu yang tak penting seperti ini” Ujarnya tegas “Mwo? Jadi kau lebih mementingkan gadis itu daripada aku?” Sahut Yoona.

Eunhyuk hanya menghela nafas panjang dan mencoba menenangkan dirinya,ia tau jika dia berkata bahwa Aiko lebih penting,ibunya akan kecewa padanya,ia tahu bahwa Yoona sedang memanfaatkan saat-saat ini untuk menunjukkan pada ibunya bahwa ia menyukai Aiko,sehingga ibunya akan merasa bahwa Aiko adalah gadis perusak hubungan orang lain “Lupakan saja” Ujar Eunhyuk datar

*****

Arissa berjalan lambat mengikuti dokter Jung dari belakang,fikirannya melayang ke mana-mana,jantungnya terasa berdebar-debar menanti jawaban akan apa yang telah terjadi pada adiknya,tak henti-hentinya ia menghela nafas dan menenangkan fikirannya yang sedang kacau balau itu.

“Duduklah nona” Suara serak dokter Jung menyadarkan Arissa dari segala lamunan yang telah menghinggapinya selama berjalan tadi “Maaf nona,saya sudah mengeceknya berkali-kali.Saya fikir ini hanya penyakit maag,tapi setelah kejadian tadi,dan setelah saya memeriksa lebih lanjut…ternyata adik anda..Hiranuma Aiko…dia positif mengidap Kanker Lambung”

“A..a..apa?” Ujar Arissa terbata-bata,ia tidak menyangka ini semua akan terjadi pada Aiko.Gadis kecil itu,sungguh dia tidak percaya akan semua ini,ia berharap bahwa sekarang ia sedang bermimpi dan sebentar lagi akan terbangun. “Tidak..tidak mungkin,ini pasti mimpi….dokter katakan padaku bahwa ini tidak benar-benar terjadi..” Ujar Arissa dan langsung menangis sambil berkali-kali menyebut nama adiknya itu “Mianhae nona,mianhae..” Jawab dokter Jung yang juga terlihat sedih.

*****

Air matanya masih menetes menemani setiap langkahnya meninggalkan ruangan dokter Jung,hatinya masih sakit karena mendengar berita tadi,berkali-kali ia menggigiti bibirnya dan menghapus setiap tetes air mata yang silih berganti jatuh membasahi pipinya.

Seseorang menghampirinya dan memegang erat tangannya “Arissa,kau tidak apa-apa?” Tanya Kayoku sambil menahan Arissa yang terlihat sudah hampir pingsan itu “Duduklah,akan ku belikan air.Tolong kalian jaga Arissa di sini ya” Ujar Kayoku pada Eunhyuk,Yoona,dan ibunya “Tidak,tidak usah.Aku baik-baik saja” Ujar Arissa dan kemudian mencengkeram tangan Kayoku sebagai tanda agar Kayoku tidak usah pergi “Tapi kau..”

“Aku tidak apa-apa .. tenanglah” Ujarnya lirih “Nuna,kalau boleh tau,apa yang terjadi padamu dan Aiko..dia baik-baik saja kan?” Sahut Eunhyuk dan menatap gadis itu “Aiko…dia…dia tidak baik-baik saja” Kali ini air mata Arissa sudah tak terbendung lagi,seluruh kesedihannya telah tertumpahkan,ia menangis terisak-isak sambil menceritakan apa yang telah terjadi pada Aiko “Dia..awalnya dokter menyangka bahwa itu hanya penyakit maag..tetapi ternyata Aiko dia..maksudku Aiko dia positif mengidap Kanker Lambung..Ketika di apartemen tadi,ternyata dia telah muntah darah..Aku..aku…” Sungguh Arissa sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan perkataannya,rasanya mulutnya sudah tidak bisa digerakkan lagi hanya menangis dan menangis yang bisa ia lakukan sekarang.

*****

Deg..Eunhyuk sungguh tidak percaya akan hal yang ia dengar barusan,matanya terbelalak,dengan susah payah ia mencoba menelan ludahnya dan menahan air mata yang sudah ingin keluar,fikirannya kini kacau,ia tak tau apa yang harus ia lakukan sekarang,apakah ia harus menangis? Apakah ia harus masuk ke kamar Aiko dan memeluk tubuh gadis itu? Apakah dia harus pergi begitu saja dan melupakan Aiko? Tapi sungguh pilihan ketiga itu tak akan pernah bisa dia lakukan karena bagaimanapun kini Aiko adalah gadis yang telah mengisi hatinya,orang yang benar-benar ia cintai dengan sepenuh hatinya,orang yang telah membuat hari-harinya menjadi lebih bewarna dan terasa lebih berharga.

“Hyuk,are you ok” tanya ibunya yang mulai khawatir karena daritadi hanya melihat Eunhyuk yang sedang melamun dan putus asa “Hyuk..” Ujar ibunya lagi “M..mwo amma?” Jawabnya “Kau baik-baik saja?”

“Aku…amma,aku ingin ke kamar” Jawabnya dan langsung pergi meninggalkan ibunya “Ada apa dengan anak itu?” Ujar Go Hara (Ibu Eunhyuk) “Hara,ada yang ingin ku bicarakan denganmu” Ujar Lee Ji En “Nde,eomma”

*****

Pagi ini udara cukup dingin disertai gerimis yang bisa membuat setiap orang yang berada di luar rumah merasa kedinginan,begitu pula Eunhyuk,ia berjalan menelusuri jalanan,tangan kirinya ia masukkan ke saku jaket dan tangan kanannya memegang payung.Sempat terlintas di fikirannya kejadian beberapa minggu yang lalu,di mana ia melihat Aiko sedang berjalan menembus hujan tanpa payung dan kemudia ia datang memayungi gadis itu,sungguh kenangan yang indah bukan?

Eunhyuk berjalan melewati gerbang kampus,sekali lagi ia mengingat bahwa Aiko sering menunggunya di situ atau sebaliknya,ia yang menunggu Aiko.Gadis ini,tanpanya hari-hari Eunhyuk menjadi kelam bagai tanpa sinar  matahari.Eunhyuk sadar bahwa Aiko sangatlah berharga baginya,Aiko adalah sinar mataharinya,yang selalu datang untuk mencerahkan kehidupannya “Annyeong” Seorang laki-laki menyapanya dan berjalan menuju ke arahnya “Oh.. Siwon..annyeong” Jawabnya “Bisa bicara sebentar?” Tanya Siwon yang telah berdiri tepat di sampingnya “Ah..nde” Ujar Eunhyuk dan mulai berjalan

Kini mereka berdua telah duduk berhadapan di salah satu kursi yang ada di kantin kampus “Kabarnya Aiko sakit lagi,benarkah itu?” Tanya Choi Siwon dengan nada khawatir “Hmm..dia sakit,ku fikir kau sudah tau.Ternyata belum” Jawab Eunhyuk ketus “Ya..baiklah,kali ini aku ketinggalan info tentangnya”

“Kau bilang kau menyukainya? Tapi mengapa kau sama sekali tidak terlihat cemas?” Tanya Eunhyuk sambil mengerutkan keningnya “Untuk apa aku cemas? Apakah perasaan cemas akan membuatnya sembuh? Tidak bukan? Lebih baik aku berdoa dan menjenguknya” Jawab Choi Siwon tegas “Kau akan menjenguknya?” Ujar Eunhyuk

“Ya..aku akan menjenguknya”

“Tapi..”

“Hmm..aku tahu Hyuk,sebenarnya kau mencintainya bukan? Maka dari itu,ketika kau melihat aku akan mencium Aiko,kau terlihat panik dan marah.Aku tahu bahwa kau memang lebih dekat dengan Aiko daripada aku,tapi aku tak akan pernah merelakan dia untuk bersamamu,jika kau menginginkannya,kita harus bersaing secara sportif” Jawab Choi Siwon dengan pandangan yang begitu tajam “Apa maksudmu? Aku..aku..”

“Sudahlah Hyuk,jangan berbohong.Aku tau bahwa kau tidak mencintai Yoona,dan kau sangat mencintai Aiko.Semua itu terlihat jelas dari caramu menatapnya setiap hari,bukan hanya aku,bahkan semua orang yang melihat perlakuanmu dan caramu menatap Aiko pasti langsung bisa menebak bahwa kau mencintainya,bahkan mungkin Aiko juga sudah tau”

Eunhyuk hanya terdiam mendengar semua kata-kata Choi Siwon dan ia mulai membatin “Ya,benar katamu..Aku memang sangat mencintai Aiko.Benar juga katamu bahwa Aiko telah tau akan perasaanku kepadanya,kau memang cerdas” Batinnya dalam hati

“Baiklah Hyuk,ku fikir aku harus pergi dan..Selamat bersaing denganku” Ujarnya tegas sambil menyunggingkan sebuah senyum pahit dalam bibirnya

*****

Jam menunjukkan pukul 15.00 telah tiba waktunya untuk Eunhyuk pulang dan kembali ke apartemennya,tapi sungguh ia merasa ada yang berbeda.Ya,biasanya dia akan pulang bersama dengan Aiko,tapi kini ia hanya pulang sendirian dan menelusuri jalanan itu tanpa kawan,hingga akhirnya ia memutuskan untuk naik angkutan saja.

Ia berjalan menaiki tangga menuju apartemennya,tetapi ketika tiba di depan apartemen Aiko,ia mendengar suara seseorang yang sedang berbicara di dalamnya,hingga tiba-tiba keluarlah orang itu “Hyuk” Ujar Arissa “Nuna,kau sudah pulang? Mana Aiko?” Tanyanya penasaran “Aku hanya pulang untuk mengambil beberapa pakaian saja,Aiko masih di rumah sakit,dia ditemani oleh Siwon” Jawabnya “Siwon?”

“Hmm..dia sudah ada di rumah sakit sejak 3 jam yang lalu,dia terus berdoa agar Aiko cepat sembuh,dia juga membawakan beberapa makanan untukku,sungguh orang yang sangat baik bukan?” Ujar Arissa sambil menyunggingkan seulas senyuman dan sebuah harapan “Hmm..” Jawab Eunhyuk dengan nada kecewa “Arissa,ibu fikir ini sudah cukup” Ujar seorang perempuan yang berbicara dengan bahasa asing.Eunhyuk sempat berfikir bahwa ia sedang berbicara dalam bahasa Jepang,tetapi sepertinya bukan “Iya,ini sudah cukup” Jawab Arissa “Oh ya Hyuk,perkenalkan ini ibuku,tadi ibuku berbicara dalam bahasa Indonesia” Ujar Arissa yang ternyata telah mengetahui bahwa Eunhyuk kebingungan dengan bahasa yang digunakan oleh perempuan itu “Oh..nama saya Mizumaki Yuri,maaf kalau bahasa Korea saya masih belepotan” Ujarnya “Gwechanna bibi,perkenalkan nama saya Lee Hyukjae,saya biasa di panggil Eunhyuk” Jawab Eunhyuk “Baiklah,kalau begitu kami kembali dulu ke rumah sakit.Kasian Siwon,ia menunggu Aiko sendirian,eh tunggu..ternyata sekarang ia juga bersama dengan Jung So Min dan Yo Eun So..Oh ya Hyuk,jika kau ada waktu sempatkanlah menjenguk Aiko” Ujar Arissa “Ne,aku pasti akan datang menjenguknya” Jawab Eunhyuk lalu menunduk dan berjalan meninggalkan mereka.

*To Be Continued*

By Admin *Heena*

Follow admin Heena in Twitter : @Aivonnia906

Follow My Fan Fiction Story in Twitter : @myffstory