Tag

, ,

Author             : Amellia (sokyuppil)

FB                    : Amel amellia drew

Twitter             : @amelliaphoebe93

Cast                 :

Lee Donghae

Lee Sungmin

Sung Rae Won (Karin Rahma)

Kim Ha Na

Genre               : Romance,Friendship.

Rating              : AU

Disclaimer         : This FF is Mine. Lee Donghae and Lee sungmin just for you guys. Entah darimana asal ide FF ni yang penting ni FF bisa dibaca dan please Dont Bash and Dont Copy. Dont Forget to RCL : )

Warning           : TYPO and Kata-kata GAJE berserakan !!!

Dedicated        : member Karin Rahma ^^,

Happy reading ^____^

-oOo- Aku yakin kau akan datang tepat pada waktunya, entah itu nanti atau sekarang –OoO-

-oOo- Jika engkau telah berdoa untuk didekatkan jodoh, jangan sibuk mencari yang jauh Dia sudah ada di dekatmu.–oOo-

Author POV

 

Terik matahari bersinar sumringah dan tak sungkan memancarkan sinarnya yang begitu terang. Terlihat kedai kecil di daerah mokpo begitu ramai oleh pengunjungnya, segerombolan manusia yang siang itu sedang menikmati kegiatan rutinitas mereka apalagi kalau bukan makan siang. Segerombolan manusia itu adalah karyawan dari perusahaan kecil yang bergerak dibidang advertasing “Jang Advertasing”. Memang setiap hari, kedai itu dijadikan tempat favorit karyawan perusahaan tersebut, maklum gaji mereka yang pas-pasan menjadi alasan utama mereka menjadikan tempat itu sebagai tempat langganannya. Gemericik suara air mancur dihalaman kedai tersebut menambah suasana kegembiraan yang melanda para karyawan yang sedang menikmati makan siangnya. Tak terkecuali dengan salah satu karyawan Jang Advertasing, Sung Rae Won perempuan yang sudah tak muda lagi itu, selalu nampak ceria meskipun hari-harinya ia lewati sendiri tanpa seorang namjachingu. Memang sudah sewajarnya wanita itu seharusnya memiliki seorang lelaki dalam hidupnya, mengingat umurnya kini telah menginjak 32 tahun. Sudah bisa dikatagorikan umur yang mantang untuk membentuk sebuah keluarga kecil. Anehnya wanita itu tetap saja menganggap dirinya masih berumur 25 tahunan, yang katanya umur tersebut masih membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan seseorang yang ditakdirkan menjadi suaminya kelak. Aneh memang ! tak sadarkah 32 tahun itulah umurnya saat ini. Dirinya bukan wanita yang tak mempunyai wajah rupawan, wajahnya pun sungguh sangat cantik, rambut tergurai indah, bola mata yang menawan, postur tubuh seperti model dan kulitnya pun mulus nan bersih. Sebenarnya banyak lelaki yang mampir silih berganti di kehidupannya namun tak satupun dari mereka mendapatkan hati Rae won. Hingga siang ini, teman-temannya merecoki(?) Rae Won agar cepat-cepat mencari kekasih. Tak takutkah dia dengan julukan Perawan Tua yang senantiasa akan ia sandang kalau tidak cepat-cepat mencari kekasih.

“ Rae-yah !! mana kekasihmu,eoh ? tak bosankah kau hidup sendirian ? “ tanya salah satu temannya diikuti dengan candaan dari salah satu teman prianya.

“ Tak usah kau mencari jauh-jauh Rae-yah !! teman dekatmu ini pun bisa kau jadikan kekasih “ ujar salah satu teman prianya sambil mengkedip-kedipkan sebelah matanya.

“ Aisssh-.- kalian ini !! sudah berapa kali ku bilang , aku tak mau mempunyai namjachingu seperti kau , namja yadong “ kata Rae won sinis.

“ Yakkkk… namja yadong katamu ? jinja ? apa aku seperti itu ? “ jawab teman pria rae won dengan candaan dan seketika membuat semua tertawa terbahak-bahak.

“ Rae-yah !! sssssstt kemarilah “ panggil chingu rae won lainnya, Kim Ha na.

“ musium iriya , Ha na-yah ? “ kata Rae won sambil menghampiri Ha na.

“ Rae-yah , kata temanku di daerah yudalsan (gunung yudal) ada seorang peramal yang begitu hebat. Katanya dia sangat ahli dalam urusan perjodohan. Banyak dari mereka yang datang kesana ,dan pasti mereka menemukan jodohnya. Kajja kita kesana,eoh ? “ kata Ha Na sambil berbisik-bisik.

“ MWOOOOO ? “ Rae Won begitu kaget mendengar penuturan chingunya.

Teriakan itu seketika membuat semua chingunya , memalingkan wajahnya , menghentikan kegiatannya sejenak dan beralih menatap ke dua yeoja yang tengah berbincang-bincang itu.

“ ah~ Mianhe . mianhe … “ kata Rae Won bersalah sambil membungkukan badannya.

“ gwenchanayo Rae won~ssi “ ujar salah satu chingu rae won.

“ ne !! “ jawab Rae won.

“ aissh-.- kau ini kenapa berteriak ?  ottohke ? “ tanya ha na dengan memamerkan puppy eyesnya.

“ Huuuuuf “ Rae eon hanya bisa menghela nafas panjang.

“ kajja !! kalkae ne ? “ tanya ha na lagi.

“ kau yakin,eoh ? “ kata Rae won penuh kemantapan.

“ Ne !! seratus persen aku yakin, Rae-yah !! besok kita berangkat ne ? “ ujar Ha Na semangat.

“ Jeosumida “ jawab Rae won pasrah.

Rae Won POV

 

Seorang peramal didaerah gunung yudal. Daerah itu sepertinya tak jauh dari rumahku. Emmm apa salahnya kalau aku mencobanya. Kalau memang benar si peramal itu bisa mempertemukan aku dengan seorang kekasih, aisssh-.- pasti ku peluk dia. Kyaaaa kenapa ku peluk, andwae !! akan ku beri ucapan terimakasih saja. #Rae won pelit

“ Rae-yah “

“ Eggh !! “ Ha Na mengkagetkanku.

“ Rae-yah ! kau masih lembur,eoh ? aku pulang dulu ne ? jangan lupa besok!! “ kata ha na sambil mengalungkan tas yang ia ambil dari meja kerjanya.

“ oh~ye !! aku lembur Ha Na-ssi ! Jhosimhae Ha Na-ssi “  ujarku dengan melambaikan tanganku pada Ha Na.

“ Ne ~ !! anneyeong “ katanya sambil berlalu meninggalkanku di ruangan kerja yang sepi tak berpenghuni ini.

Aku mulai mengerjakan semua pekerjaanku. Hari ini terpaksa aku mengambil lembur karena aku dan Ha Na akan mengambil cuti untuk pergi ke yudalsan, menemui peramal yang katannya hebat itu. Mataku terpaku pada satu unit komputer yang berada di hadapanku, ku ketik semua berkas-berkas yang berada di sambing komputer, ku bolak-balik arsip tersebut. Aisssh-.- ini terlalu banyak,eoh. Ku rasakan tenggorokanku serasa kering, sepertinya butuh asupan air untuk membuatnya bisa segar kembali. Ku angkat tubuhku, lalu berjalan menuju tempat dispenser(?) berada. setelah selesai mengisi gelas yang ku pegang ku balikkan tubuhku dan ternyata …..

PYAAAAAARRRRRR

“ AAAAAHHHHHHH  “

BRAAAAAKKKKKK

Gelas yang ada di genggamanku ku lepas, akhirnya jatuh dan pecah. Aku begitu kaget dan langsung membuat tubuhku jatuh di atas lantai. Aku tak berani menatap ke atas.

“ Ahhh… ada hantu “ batinku dalam hati dan mulai ku pejamkan mata ini. Sungguh aku tak berani memandangnya.

 

“ Sung Rae won , waeyo ? “ tiba-tiba suara namja memaksaku untuk membuka mataku. Ku lihat dihadapanku terdapat sesosok manusia bersepatu. Aku masih tak mau melihat ke atas. Aku begitu takut.

“ Yakk .. hantu ini bersepatu , Omo~ tolong aku Tuhan “ gumamku dalam hati sambil tetap menatap sesosok hantu bersepatu itu.

 

“ Sung Rae Won “ hantu bersepatu itu kemudian menundukkan kepalanya ke bawah dan langsung tepat menatap wajahku yang ketakutan. Sontak aku menutup mataku kembali.

“ Eggh !! ha ha—-Hantu “ jawabku masih dengan nada ketakutan.

“ Aiigooo~ apa kau bilang ? hantu ? “ katanya tak percaya lalu ia menyentil(?) puncak kepalaku.

“ HaaaH … mianhe hantu. Jangan ganggu aku ne “ seruku masih tak menatap hantu itu.

“ Sung rae won , lihat aku,eoh ? “ ujar hantu itu penuh dengan amarah.

“ Aniooo !! aku takut hantu “ jawabku masih dengan posisi mataku terpejam.

“ Yakkk.. kau !!! aku Donghae .. Lee Donghae “ katanya dengan teriakan yang begitu keras.

DEEEEGGGG

“ Apa dia bilang ? Donghae ? tak mungkin ! apa mungkin dia donghae kwangjanim “ batinku dalam hati.

 

Mulai ku buka mataku perlahan-lahan. Mengkerjap-kerjapkan mataku sejenak. Dan ..

ku lihat seorang manusia yang sedang jongkok di hadapanku dan sontak aku beteriak.

“ AAAAHHHHH “

PLETAAAAAAK

“ aissh apposeyo “ ku pegangi kepalaku yang sakit akibat satu jitakan dari donghae kwangjanim.

“ yaaakk.. dia benar-benar kwangjanim. Donghae kwangjanim, atasanku, aissh matilah aku “ umpatkudalam hati.

 

“ jangan berteriak malam-malam begini !! “ katanya sambil berdiri dan mengulurkan tangannya padaku.

Ku terima uluran tangan dari donghae kwangjanim. Dan dia membantuku berdiri. Aisssh-.-

“ Gamsahamnida dan mianhamnida kwangjanim ku pikir kau hantu, di sini hanya aku sendiri. Dan kenapa kwangjanim tiba-tiba berdiri dibelakangku“ kataku sambil menundukkan kepalaku lalu bow.

“ oh~ ye !! kau anggap aku hantu,eoh ? mana ada hantu setampan aku(ketularan kyuppil*kyuhyun epil*), aku ingin ke toilet tadinya dan ku lihat kau berada di depan dispenser itu sekalian aku ingin menanyakan berkas-berkas kemarin yang ku berikan padamu “ ujarnya sambil membenarkan dasinya yang sedikit agak miring.

“ Ne !! itu sudah selesai kwangjanim. Kau bisa membawanya sekarang “ balasku dan tersenyum.

“ oh~ Ye !! kenapa malam-malam begini kau belum pulang Rae won-ssi ? “ tanya donghae kwangjanim.

“ emmm !! hari ini aku lembur kwangjanim. Besok aku ingin cuti sehari “ jawabku sambil berjalan mengambil berkas yang diinginkan oleh donghae kwangjanim.

“ Oh~~~“ katanya yang ber O ria.

“ Ne kwangjanim “ balasku lalu menyerahkan berkas itu padanya.

“ Rae won-ssi !! ini sudah malam, kajja kita pulang saja. Akan ku antar pulang“ ujar donghae kwangjanim.

“ emmm !! anioo kwangjanim, aku tak mau merepotkanmu “

“ Aniyaa , kau mau pulang dengan apa? Lihatlah ini sudah jam berapa. Anggap saja ini permintaan maafku karena aku telah membuat kau kaget “ katanya lalu pergi meninggalkanku.

“ Egh !! ne kwangjanim “

“ Oke !! aku tunggu kau dibawah “ serunya sambil memakai jas hitam yang tergantung di depan kantornya.

“ Ne “

Donghae kwangjanim , atasanku yang sangat tampan. Tapi sayangnya dia belum mempunyai yeojachingu, wajahnya yang tampan dan juga kedudukannya tidak bisa memungkiri banyak yeoja-yeoja yang tergila-gila padanya. kalau dipikir-pikir dia itu lebih muda dariku, seharusnya dia memanggilku noona,eoh ? aissh-,- begitu tuanya aku.

Setelah aku selesai memberekan segala peralatan yang tergeletak tak terusrus di meja kerjaku. Aku bersiap meluncur(?) ke bawah menemui Donghae kwangjanim. Sesampainya di bawah, aku mulai mencari keberadaan kwangjanim. Mobil merah terparkir rapi disamping pohon didepan pintu keluar kantor, yaa itulah mobil yang kucari-cari. Akhirnya aku menghampiri donghae yang berada didalam mobil.

“ Kwangjanim ! mianhe , kau lama menunggu “ kataku sambil memakai safety belt.

“ hemm ! gwenchanayo ! “ jawabnya sok cool. Dan ia pun mulai menjalankan mobilnya menyusuri jalanan sepi kota Mokpo.

Aku hanya terdiam mendengar jawaban dari donghae, yak namja ini kenapa begitu cool. Tak mengajakku bicara. Ya sudahlah , aku juga tak begitu akrab dengan Donghae.

“ Rae won-ssi ! ku dengar kau belum mempunyai namjachingu ne ? apa itu benar ? “ tiba-tiba donghae menanyakan hal bodoh kepadaku.

“ Mwoo ? kata siapa heh ? “ jawabku sambil menatap intens wajah donghae yang masih saja fokus dengan acara menyetir(?).

“ Tak usah kaget seprti itu. Aku mendengarnya dari karyawan yang lain. Kenapa kau tak mencari kekeasih,eoh ? “ balasnya santai.

“ Aigoo~ kwangjanim lihatlah kau sendiri juga belum mempunyai yeojachingu,eoh ? “ kataku sambil memincingkan sebelah mataku dan kembali fokus menatap lurus ke depan.

Setelah ku sela kata-katanya tadi. Donghae hanya bisa terdiam, dia tersenyum dan kembali fokus dengan menyetirnya. Aissh namja ini benar-benar. Kurang lebih 30menitan menyusuri sudut kota Mokpo , akhirnya aku tiba di depan apartemen.

“ Kwangjanim ! gamshamnidha sudah mengantarkan aku pulang “ kataku dan keluar dari mobil merahnya.

“ Hemm ! ne , tak punya niat mengajakku mampir ke apartemenmu,eoh ? “ tanyanya masih sambil memandang ke depan tanpa melihat wajahku.

“ Mwoo ? e—eegh silahkan kalau kau mampir ! “ jawabku sedikit gugup.

“ aniya ! kapan-kapan saja , sudahlah cepatlah masuk “ ujarnya dan kali ini ia mau melihat ke arahku.

“ Ne ! sekali lagi gamshamnida “ balasku sambil membungkuk kemudian berlalu meninggalkan donghae.

Ku lihat dia sudah mulai menjalankan mobilnya dan menjauh semakin menjauh dari peredaran pandanganku. Haaaah malam ini sungguh melelahkan, besok pagi aku harus siap-siap untuk pergi bersama Ha na. Semoga besok berhasil. Fighting ^^

AUTHOR POV

 

Mentari bersinar ceria pagi ini, seceria Rae Won yang tengah bersiap untuk mengadu nasibnya(?) ke yudal demi menemukan kekasih hatinya. Meskipun ia hanya membawa sedikitnya kurang lebih 5% kepercayaan bahwa ini semua akan berhasil, namun tekatnya begitu bulat, ia rela mengambil cuti untuk misi kali ini. Dan semoga Tuhan memberkatinya.

Bel pintu apartemenya berbunyi nyaring sehingga membuat Rae Won berlari ke ambang pintu dan membukanya.

“ Rae won ! kajja “ ajak Ha Na tergesa-gesa.

“ Aigoo~ ! sebentar ne , aku perlu dandan, tunggu sebentar “ kata Rae Won berlari menuju kamarnya.

Setelah beberapa menit, akhirnya merekapun telah berada di depan halte bus. Dan tinggal menunggu bus yang akan mengantar mereka ke tempat yang mereka tuju, Yudalsme.

Jarak antara apartemen Rae Won dan daerah yudalsme tidak begitu jauh jadi mereka tak memerlukan waktu banyak untuk sampai disana. sesampainya di daerah yudal, mereka mulai mencari-cari keberadaan peramal yang katanya sangat hebat tersebut. Setiap orang yang lewat di jalanan tak luput menjadi sasaran pertanyaan “ Dimana tempat peramal hebat tersebut “. Perjuangan yang sungguh melelahkan, bagaimana tidak di daerah yudal sama sekali tak ada transportasi. Mereka terpaksa berjalan kaki menuju tempat peramal tsb. Namun semua terbayar dengan pemandangan yang disuguhkan oleh daerah ini. Sungguh sangat menajubkan, hijau pepohonan menambah keindahan yudalsme. Berjalan kaki sekitar satu jam lebih membuat Rae won dan Ha Na sedikit berumpat riang.

“ Aissh ! sial kenapa tak ada trasportasi sama sekali,eoh ? “ umpat Rae won sambil menenteng Highheelsnya yang berukuran 5cm tsb.

“ Mullo ! ini sungguh melelahkan “ balas Ha Na

“ kalau ceritanya seperti ini, aku tak akan memakai higheels ini “ kata Rae Won hampir putus asa.

“ Salah sendiri “ ledek Ha Na kemudian berlari.

“ Yakkk !! Ha Na , tunggu aku “ kata Rae won mulai mengejar Ha Na.

Akhirnya mereka sampai di daerah kecil yudalsme, rumah tua yang nampak sedikit seram menyapa kedatangan mereka. Langkah gontai dan ngeri terpaksa memasuki rumah tersebut. Hembusan nafas panjang secara bersamaan mereka keluarkan demi menghilangkan rasa takut yang mereka rasakan kali ini.

Rae Won POV

 

Hembusan angin dingin menerpa begitu saja di sekitar tengkukku, aku merasa sangat aneh. Begitu juga Ha Na, dia juga merasakan hal yang sama denganku. Tapi sudahlah memang seperti ini keadaan rumah peramal yang penuh dengan kemistisan. Akhirnya serentak aku dan Ha na menghembuskan nafas panjang sebelum memasuki rumah Song sang peramal hebat, katanya.

“ Anneyeong , sile hamnidha “

“ Rae won ! kajja masuk saja “ ajak Ha Na padaku.

“ Ne “

Pintu kayu yang terlihat sudah lapuk itu ku dorong pelan-pelan kemudian masuk ke dalam rumah peramal tersebut. Kesan pertama yang ku dapati adalah Gelap, ruangan ini gelap sekali. Tak ada cahaya yang menerangi ruangan ini. Bulu kudukku nyaris berdiri semua, takut ya ini yang kurasakan sekarang.

“ Nuguya ? “

DEG

 

“ Ha Na-yah !! suara itu , kau dengar ? “ kataku sambil memeganggi lengan Ha Na.

“ Mullo !! “ jawab aneh dengan nada bergetar.

“ Aissh ! kita pulang saja ne ? “ kakiku siap melangkahkan ke pintu yang masih terbuka lebar.

“ Andwae “ cegah Ha Na.

Aku hanya bisa menghela nafas. Sepertinya ini akan berakhir cepat, pikirku.

“ Nuguya ? “ suara berat itu masih saja bertanya siapa.

“ Aku Kim Ha Na dan Sung Rae Won , kami dari Mokpo, bisakah kau menemui kami sekarang, jebal” jawab Ha Na sambil mencari-cari keberadaan sumber suara itu.

“ masuk ke kamarku saja !! nomer 2 dari kiri “ balasnya.

“ Oh~ ye “ kata Ha Na lalu mencari keberadaan kamar yang dimaksud peramal itu. Dan akhirnya kami pun menemukannya, dengan sedikit rasa takut kami pun melangkahkan kaki ini masuk ke dalam kamar tersebut.

Ceklekkkk …..

Aigoo~ ini tak seperti yang kubayangkan. Ruangan ini tak menyeramkan sama sekali, bahkan tembok yang menghiasi pun bukan warna yang biasa terdapat di rumah-rumah peramal biasanya, ruangan ini serba pink (LOL).

“ Aissh !! kenapa serba Pink “ umpatku heran.

“ Aigoo~ “ sahut Ha Na tak kalah heran.

“ Hey kalian “ tiba-tiba suara berat itu mengagetkanku dan Ha Na.

“ Egh “ jawabku kaget.

“ Mau apa ? “ Tanyanya lagi.

“ kami ……. “

“ Ya ~ aku sudah tahu. Kim Ha Na dan Sung  Rae Won “ celahnya

“ Oh~ Ye “ jawabku semangat.

“ peramal Song, bolehkah aku duduk disana “ kata Ha Na sambil menghampiri peramal tersebut.

Terlihat peramal itu hanya menganggukan kepalanya dan menyuruh kami duduk dihadapannya. Jujur saja peramal ini tak seprti peramal biasanya, dia tak seram sama sekali tapi kenapa rumahnya nampak sungguh menakutkan. Ternyata kamarnya berwarna pink, sempat aku berfikir bahwa dia bukan peramal.

“ apa yang kau pikirkan Sung Rae won “ tanya nya padaku.

“ Heh ! mwo ? “ balasku sambil menunjuk diri ku sendiri.

“ Ye~ kau ? siapa lagi ? “

“ Aniiya “ kataku gugup. Omo~ kenapa dia bisa membaca pikiranku.

“ sudahlah !! aku tau maksud kalian ke sini , kau Sung Rae Won , kau ingin mempunyai namjachingu,ne ? “ ujarnya sambil meraba-raba bolam yang ada dihadapannya.

“ Oh~ Ye “ jawabku singkat.

“ Arraseo !! kau hanya perlu menemukan namja yang bermarga LEE “ ucapnya padaku.

“ Mwo ? Lee katamu ? bagaimana bisa ? “ jawabku shock.

“ kau hanya bisa menemukan namja yang bermarga LEE yang hanya mengenakan pakaian dengan motif  garis-garis merah “ tegasnya kembali.

“ Omo~  apakah harus seperti itu ? “ sahutku masih tetap dengan tampang Shock.

“ Aigo~ Rae Won ! kau harus menuruti kata Peramal Song,eoh ? “ timpal Ha na.

“ Aniya, ini tak masuk akal, apa aku harus mencari namja yang bermarga Lee dengan pakaian garis-garis merah. Ini sangat tidak masuk akal Ha na-yah “

“ Kau harus percaya !! “ kata peramal itu penuh dengan keyakinan.

“ Harus ??? “

“ ye “

“ Aigoo~ ya sudahlah “ akhirnya aku pasrah dengan ini semua. Anggap saja ini tantangan.

“ oh~ Gamshamnida peramal song. Kau sudah membantu kami “ kata Ha Na sambil membungkukan badannya.

“ Ye~ carilah sekarang “ katanya lagi.

“ Arraseo ! gamshamnida peramal song “ jawabku sambil membungkukan badanku.

Akhirnya aku pun bisa keluar dari tempat yang konyol ini. Bagaimana bisa aku menemukan namja yang bermarga Lee dengan pakaian garis-garis merah itu. Aigoo~ peramal itu malah membuat aku semakin pusing.

“ Ha Na-yah ! bagaimana bisa aku menemukan apa yang dikatakan oleh peramal Song “ keluhku pada Ha na.

“ aiish ! kata kuncinya kau hanya perlu percaya dan berusaha “ jawabnya enteng.

“ kau ini “ umpatku kesal.

“ Rae won-ssi ! setelah ini aku mampir dulu ke kantor ne ? aku mau mengambil berkas-berkas yang harus ku kerjakan, kau mau ikut ? “

“ heh, ke kantor ? kyaa ya sudahlah aku ikut “

Sesampainya di kantor. Aku kembali berkutat dengan omongan dari peramal yang kudatangi tadi pagi. Masih saja tak masuk akal bagiku. bagaimana bisa ? di meja kerjaku, aku hanya bisa bertopang dagu memikirkan apakah ada seperti itu ?

“ Aissssh !! pabo~ya “ decakku kesal sambil mengacak-acak rambutku.

Kembali dengan pikiran bodoh ini. Lee , garis-garis merah. Siapa dia ? hah menyebalkan sekali.

“ Rae Won-ssi ! kenapa kau ada disini ? “ suara namja mengagetkan ku yang sedang memikirkan hal bodoh ini.

“ Ye~ “ balasku singkat tanpa menoleh ke arah sumber suara tersebut.

“ Rae Won-ssi “ panggilnya kembali.

“ waeyo ? “ jawabku lalu menoleh(?) ke arah sumber suara yang sedari tadi memanggilku.

DEG

“ Omo~ “ seruku sambil membungkam mulutku sendiri. Aigoo~ apa ini ?

“ Musium iriya ? “ tanyanya kaget.

“ Lee , Garis-garis merah “ kataku spontan membuat namja yang berada di hadapanku ini hanya bisa memincingkan matanya.

“ Apa maksudmu ? “

“ kau ? Lee, garis-garis merah !! “ seruku kembali tanpa mengubris pertanyaannya.

“ Aigoo~ Rae Won-ssi !! jawab aku ne “ katanya frustasi lalu menyentil hidungku.

“ Aiish ! appo “

“ heh !! apa maksudmu Lee dan garis-garis merah “ tanyanya lagi.

“ Oh~ Mianhamnida kwangjanim ! anioo ! “ jawabku terpatah-patah sambil membungkuk.

“ gwenchana ! kau sangat aneh Rae won “ serunya lalu meninggalkanku yang masih menunduk malu.

“ Kwangjanim , kau …..  ah~ mwo ? dia sudah tak ada “

Aigoo~ apa yang dimaksud dengan peramal Song adalah Lee Donghae , hari ini dia memakai baju yang mempunyai motif garis-garis merah. Yaakkk kenapa harus kwangjanim. Apa aku bisa mendapatkannya ?

“ Ha na-yah !!  Ha na-yah !! Lee dan garis-garis merah Ha Na “ panggilku pada Ha Na membuat seisi ruuangan itu menatapku aneh.

Aku mulai bercerita bagaimana aku bisa menemukan Lee dan garis-garis merah. Nampaknya Ha Na sedikit tak percaya dengan apa yang ku katakan padanya.

“ Mwo ? “

“ Ye~ bisa kita lihat sekarang ! kwangjanim memakai pakaian apa. Kajja ikuti aku “ ajaku pada Ha Na kemudian mengendap-endap berjalan menghampiri ruangan donghae kwangjanim. Aku dan Ha Na mengintip dari jendela yang terbuka lebar tanpa ada kelambu yang menutupinya hingga kami pun dapat melihat donghae kwangjanim yang tengah sibuk mengerjakan pekerjaannya.

“ nah ! kau bisa lihat sekarang “ ucapku pada Ha Na

“ kau benar Rae Won-ssi !! dia memakai pakaian garis merah, nampaknya ia yang kau cari,eoh ? “ jawab Ha Na bersemangat.

“ Masa hanya dia saja , Ha Na-yah ! aku tak yakin bisa mendapatkannya “

“ aissh ! sudah ku bilang percaya dan berusahalah pabo-ya “ decak Ha Na.

“ Oh~ Ye “ jawabku pasrah dan tak punya kepercayaan diri.

Author POV

Rae won tak yakin kalau Donghae lah yang akan menjadi namjachingunya, entah apakah dia harus percaya dengan ramalan konyol itu atau harus mempercayainya meskipun ia tak yakin akan mendapatkan donghae. Inilah yang membuat Rae won dilema, sepanjang jalan pulang dia tak henti-hentinya memikirkan kejadian hari ini, hanya kebetulan saja atau memang takdir. Banyak karyawan lainnya mempunyai marga Lee namun mereka hari ini tak memakai baju garis-garis merah.

“ Yakkkkkk “ Rae won mulai frustasi.

“ Tau begini aku tak datang di tempat peramal tadi !! Arghhhhh “ ia menenendang kaleng yang ada dihadapannya.

Praaaang

“ Awww !! “

“ Heh !! “ kata rae won kaget, sepertinya kaleng yang ia tendang mengenai seseorang. Ia mulai mencari-cari keberadaan sumber suara itu. Di carinya suara tersebut disela-sela semak dekat pohon besar.

“ Omo~ Mianhamnida Ahjussi “ kata Rae won sambil membungkukan badannya berulang kali.

“ kau yang melempar kaleng itu “ jawab namja itu dengan membawa kaleng yang ditendang rae won kearahnya.

“ ye~ mianhamnida aku tak sengaja “ katanya lagi masih tetap membungkukan badannya.

“ Gwenchana ! sudahah pergilah !! “ ucap namja tersebut lalu ia mulai mengerjakan aktivitasnya kembali.

Setelah namja itu memaafkan Rae won, rae won pun mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya ia dengan apa yang ia lihat didepan matanya sekarang. Seketika ia menutup mulutnya, ia benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lihat.

“ Aigoo~ garis-garis merah “ ujarnya pelan.

Namun namja  itu masih tetap tak mengubris rae won yang sedari tadi memperhatikannya. Akhirnya rae won memberanikan dirinya untuk menanyakan nama namja itu.

“ Sile hamnidha , kalau boleh tau siapa namamu ahjussi ? “ tanya rae won mendekati namja tersebut.

“ kau bertanya padaku ? “ tanya nya balik.

“ tentu saja “ jawab rae won mantap.

“ Lee Sungmin “ balasnya dengan memperlihatkan senyum termanisnya.

“ Omo~ “ rae won kaget dengan jawaban namja yang berada dihadapannya.

Lagi-lagi ia kembali menemukan namja yang memiliki marga Lee dan pastinya namja itu menggenakan pakaian yang sama seperti yang dikatakan peramal Song padanya. ya.. dalam satu hari ini, ia menemukan 2 namja yang mempunyai kriteria yang disebutkan oleh peramal song padanya. kepala rae won pun semakin menjadi-jadi, badannya gemetar dan pusing yang cukup hebat mendera kepalanya, dan akhirnya.

Bruuuuuuuukkk

—-TBC—–