Tag

, , , ,

 

 

Title : Two Moons

Author : Heena Park

Ratting : PG

Genre : Romance,Friendship,Family,Angst,Fantasy

Main Cast :

-Shin Heera

-Kim Jong In / Kai

-Oh Sehun

Support Cast :

-EXO-K

-EXO-M

-Other

 

Recomended Song :

-EXO *Black Pearl*

-Let Out The Beast *EXO*

-Katy Perry feat Kanye West *E.T*

-BigBang *Monster*

-Christina Perri *A Thousand Years*

 


 

nb : ff ini terinsipari dari Twilight,jadi mungkin ada beberapa kejadian *plak* yang agak sama.

 

Plagiat di Larang Masuk..!!!

.

.

.

 

Previous ==>

 

Kai tersenyum kecil.Ya,ini pertama kalinya Heera melihat Kai tersenyum,walaupun senyumannya tak begitu tergambar jelas.Lelaki itu berbalik,ia berjalan pelan menjauhi Heera dan teman-temannya.Ia selipkan tangannya ke dalam saku celananya.Ia menggeleng pelan lalu keluar dari Rumah Sakit

 

Next ==>

 

 

Heera merasakan seseorang sedang menyentuh telapak tangannya,ia kerjap-kerjapkan matanya karena baru saja bangun dari tidurnya.Sejak tadi malam Heera selalu berada di sisi Minho,ia sangat merasa bersalah pada Minho karena kecelakaan kemarin.Ia merasa bahwa kecelakaan itu terjadi karena rencana kencan mereka.Heera bahkan terjaga sepanjang malam karena ia takut sesuatu terjadi pada Minho.Hingga akhirnya beberapa jam yang lalu ia tertidur karena sudah tak kuat lagi menahan kantuknya.

“Minho~ya..kau sudah sadar?” Heera membetulkan posisi duduknya,ia ikat rambut hitamnya serapi mungkin dalam keadaannya yang masih mengantuk.

“Pulanglah Shin Heera…kau terlalu lelah semalam” Sahut Minho,ia mengacak-acak pelan rambut Heera sambil tetap memasang senyum di wajahnya.Heera menggeleng “Aniya…aku tidak apa-apa..tunggu,aku akan memanggil dokter dulu..Kau jangan banyak bergerak”

 

:) :) :) :) :)

 

“Nanti malam kita harus pergi!” Kata Suho.Ia menatap satu per satu dongsaengnya

“Mwo? Nanti malam? Ke Cina? Hyung,kau bercanda?” Kai merenggut,sepertinya ia tidak siap jika harus berangkat malam ini.Ia merasa berat jika harus pergi meninggalkan Seoul,yang terlintas dalam fikirannya adalah..Bagaimana bisa dia bisa meninggalkan Heera,iya betul..Entah kenapa ia merasa seperti terikat dengan gadis itu,ia tidak bisa jauh-jauh dari Heera.Ia merasa ada yang hilang selama hidupnya,dan sekarang,setelah bertemu dengan Heera.Ia merasa bahwa hal yang menghilang itu telah di temukan,tapi ia tak tau mengapa itu terjadi.Ia tak ada hubungannya dengan Heera,tapi mengapa mereka seperti telah di takdirkan untuk bertemu dan rasanya mereka sudah lama mengenal kepribadian masing-masing.

“Tidak..aku tidak bercanda..hanya saja,akan ada 1 orang yang tetap tinggal di sini”

“1 orang ? Siapa yang akan tetap di sini?” D.O menyipitkan matanya.

Suho mengangguk,ia memegang pundak Sehun yang sedang duduk di sofa sambil bertopang dagu “Kau yang akan tetap tinggal di sini”

“A..aku?” Ucap Sehun terbata-bata,ia menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.Kai terlihat memandangnya sinis,mungkin lelaki itu sedang berfikir hal yang tidak-tidak.

“Kenapa harus Sehun,hyung? Bukankah dia yang paling muda? Tidakkah berbahaya meninggalkannya sendiri?” Sahut Kai

“Tidak Kai,aku yakin Sehun bisa menjaga dirinya sendiri,kau jangan khawatir”

“Ta..tapi hyung…”

“Kai..sudahlah…sekarang bersiaplah,nanti malam kita akan berangkat” Kai mengangguk,ia sudah pasrah dengan keputusan hyugnya itu.Sungguh sebenarnya ia merasa berat jika harus meninggalkan Sehun di Seoul sendirian.Bukan karena Sehun adalah adiknya,atau apa..tapi karena sesungguhnya ia sangat takut jika Sehun mendekati Heera.

Tunggu! Perasaan macam apa ini? Kai tidak boleh berperasaan buruk pada Sehun,tidak..apalagi hanya karena perempuan yang baru saja di kenalnya itu.Ini tidak boleh terjadi.

 

*****

 

Kai terduduk merenung di ranjangnya,wajahnya seolah-olah menunujukkan bahwa ia sedang memikirkan sesuatu dan itu terlihat seperti beban yang berat.

Krekkk…

Daun pintu terbuka pelan,seorang laki-laki berdiri menyilangkan kedua lengannya di ambang pintu ,ya benar..ia adalah Baekhyun,ia langkahkan kakinya perlahan menghampiri Kai.Di tepuknya pundak lelaki itu dan berkata “Apa yang sedang kau fikirkan?” Ucapnya hati-hati.

Kai mendongak,ia gelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tidak sedang memikirkan apa-apa lalu kembali termenung.

“Jangan coba berbohong denganku Kai..aku sudah mengenalmu lebih dari 8 tahun..aku tau sifatmu”

Kai menghela nafas panjang “Apa menurut hyung,aku berubah?”

Baekhyun tersentak mendengar pertanyaan Kai,tidak biasanya ia bertanya seperti itu.Tapi sudahlah—

“Hmm..entahlah..ku rasa,ya..kau memang sedikit berubah..kau sering pergi tanpa pamit dan menghilang begitu saja sejak berada di bumi..Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?” Tanya Baekhyun

Kai menggeleng “Tidak..aku tidak menyembunyikan apapun hanya saja…”

“Hai kalian..cepatlah ! Sudah jam berapa sekarang?” Potong Chanyeol yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Kai dan membuat Kai menghentikan perkataannya “Hei jangan diam saja,kita harus segera berangkat..Suho hyung sudah menunggu di luar sana” sambungnya lagi

Bekhyun berdiri “Hashh..dasar cerewet..baiklah,Kai..aku keluar dulu,kami akan menunggumu di depan” Katanya,ia berjalan bersama dengan Chanyeol keluar dari kamar Kai,sedangkan lelaki itu? Ia masih terdiam sendiri dan menggaruk-garuk kepalanya lalu bangkit mengambil sebuah ransel di kursi yang berada di pojok ruangan.

 

*****

 

“Bagus..kalian semua sudah siap..kita akan menuju bandara sekarang” Kata Suho terdengar sangat mantab “Jadi,kita menggunakan pesawat?” Tanya D.O linglung

“Kau fikir?” Suho menyipitkan matanya.D.O mendesah berat “Ahhh..baiklah”

“Sudahlah..lebih baik kita segera berangkat” Baekhyun menatap hyung dan saengnya satu – persatu

“Hyung..jaga diri kalian baik-baik” Ucap Sehun,ia tersenyum getir melihat hyungnya akan pergi

“Kau juga ne Sehunnie..” Jawab Chanyeol sambil menepuk-nepuk pundak Sehun.

“Baiklah..sudah cukup pamitannya..ayo kita segera berangkat,jangan sampai kita ketinggalan pesawat” Ujar Suho lalu memasuki mobil dan disusul oleh D.O,Chanyeol,dan Baekhyun.Sedangkan Kai? Ia masih memasang tampang coolnya sambil memandangi Sehun,ia berjalan mendekat dan menatap lekat-lekat seorang pria yang sedikit lebih muda darinya itu lalu berbisik “Jangan memulai start lebih awal..kita harus memulainya secara bersamaan” Gumamnya

Sehun mengkerutkan keningnya tanda tak mengerti,ia angkat kedua bahunya dengan harapan bahwa Kai akan menjelaskan maksudnya tapi sayang,sepertinya Kai lebih memilih diam dan masuk ke dalam mobil menyusul para hyung-nya.

 

:) :) :) :) :)

 

Heera berlari kecil melewati halaman kampus menuju kantin.Dilihatnya Tae He,Ma Ri,Ji Ra,dan Taemin sedang duduk di salah satu meja , mereka terlihat membicarakan sesuatu yang serius,sepertinya—

Heera kembali berlari kecil menghampiri sahabatnya namun “Shin Heera ! Minggirlah !!!” Seseorang berteriak memperingatkan Heera agar minggir,gadis itu menengok dan melihat sebuah mobil sedang melaju ke arahnya,mobil itu semakin dekat..sangat dekat…dan..

Bukkkkk…!!!!!!! Drakkkk !!!!!! Mobil sedang bewarna hitam tadi menabrak dinding pembatas kampus dan bagian depannya remuk tak beraturan.

“Shin Heera..kau tak apa?” Seseorang memeluk Heera , ya benar..Lelaki itu telah menarik tubuh Heera ketika mobil itu semakin mendekat dan Heera masih terdiam memandanginya.

“Shin Heera..jangan diam saja!” Tegurnya lebih keras seraya menggoyang-goyangkan tubuh Heera yang masih terkulai di dalam pelukkannya “Shin He….”

“Kau…..” Heera membuka mulutnya,tatapannya masih kosong namun bola matanya terarah pada sosok lelaki itu

“Syukurlah kau baik-baik saja..” Ujarnya lega,ia longgarkan sedikit pelukkannya dan saat itu juga terlihat para mahasiswa mulai mengerumuni mereka dan tak sedikit dari mereka yang tidak percaya melihat pemandangan itu.

Bagaimana mungkin seorang Oh Sehun yang selama ini dikenal pendiam namun murah senyum itu menolong Shin Heera yang belum lama dikenalinya,apalagi sebelumnya Sehun belum pernah berinteraksi secara fisik dengan orang-orang di kampus selain saat-saat tertentu saja.

“Heera-ya…Ya Tuhan..Shin Heera..kau tidak apa-apa?” Ji Ra yang tiba-tiba datang bersama ke-3 temannya langsung memeluk Heera dan melihat apa gadis itu terluka.

“Kau tidak apa-apakan? Apa ada yang terluka? Shin Heera…” Ma Ri meraba-raba (?) beberapa bagian dari tubuh Heera,untuk memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja

“Maaf..lebih baik,kita bawa Heera ke UKS” Ujar Sehun menengahi mereka. Kali ini Tae He membuka mulutnya “Baiklah..kami akan membawanya” Ujarnya sedikit gugup.

Sehun mengibaskan tangannya “Tidak..biar aku saja yang membawanya ke sana,lebih baik kalian urusi lelaki pemilik mobil sedan yang hampir saja menabrak teman kalian ini” Katanya tegas lalu kembali menarik Heera dalam pelukkannya dan mulai menggendong gadis yang kelihatannya masih  shock itu menuju ruang UKS.

Tak butuh waktu lama mereka berdua telah ada di UKS,beberapa perawat segera datang dan memeriksa keadaan Heera,gadis itu masih terdiam.Entah apa yang ada di fikirannya—

Sehun berdiri sembari menyilangkan kedua tangannya , ia sepertinya khawatir pada Heera,khawatir jika terjadi sesuatu pada gadis itu.Tiba-tiba ia teringat pada Kai,ia merasa bahwa Kai menyukai Heera dan sekarang ? Apakah ia harus memberitahu padanya bahwa Heera baru saja selamat dari marabahaya?

“Untunglah dia baik-baik saja” Ujar seorang perawat “Kau bisa masuk dan menemaninya” Sambungnya lagi.Sehun mengangguk dan menghampiri Heera lalu duduk di sampingnya.Gadis itu memang terlihat baik-baik saja,ya sangat baik tepatnya.Heera menatap Sehun,ia kemudian terlihat sedang berfikir,mungkin memikirkan hal yang sama seperti saat ia diperiksa tadi,tapi entahlah—

“Ada yang ingin kau tanyakan padaku?” Gumam Sehun

Heera dengan cepat mengibaskan tangannya dan tersenyum masam “Tidak..mmm..terima kasih karena kau sudah menyelamatkanku”

“Mmm..jadi,kau mau tetap di sini atau…”

“Heera~ya….fiuhhh…apa kata perawat tadi? Apa kau terluka ? bagaimana keadaanmu?” Ujar Ma Ri yang tiba-tiba saja menyelonong masuk dan membuat Sehun memotong kata-katanya “Upss..maaf” sambungya

“Aku pergi dulu” Ujar Sehun kemudian berjalan keluar meninggalkan Heera dan Ma Ri , sikapnya sungguh aneh.Heera menyipitkan matanya dan mengamati Sehun yang berjalan keluar hingga ia tidak mendengarkan celotehan Ma Ri.

“………………..Shin Heera !” Ujar Ma Ri sedikit keras,Heera terperanjat “Apa?” Suaranya seolah mengatakan bahwa dia tidak mengerti apa-apa “Biklah,jadi dari tadi kau tidak mendengarkanku?” Jawab Ma Ri

“Mendengarkan apa?”

“Hasshhh…sudah lupakan,jadi sekarang kau masih ingin tetap di sini atau ke kelas?” Tanyanya

Heera menaikkan pundak “Entahlah..tapi ku rasa aku taka pa-apa jadi,mungkin ke kelas lebih baik”

 

****

 

Jam kampus telah usai,Heera bergegas pulang menggunakan taksi , sesampainya di rumah segera ia masuk ke dalam kamar dan melempar kecil tasnya ke sofa lalu menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuk ke sayangannya,ia pejamkan kedua matanya lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan keras “Di mana lelaki itu?” Celotehnya pada diri sendiri

Lelaki ? Lelaki siapa ? Mungkinkah yang ia maksud adalah .. Drrrttt…drrt..Ponsel Heera bergetar,ia rogoh saku celananya dan mengangkat ponselnya.Ia terkaget melihat ‘nama itu’ yang sekarang sedang muncul di layar ponselnya,ia baru saja memikirkan lelaki itu dan..ia sekarang menelfonnya…apakah ini suatu kebetulan ? Atau ?

“Halo…” Ujar Heera gemetar

“Shin Heera?” Lelaki itu terdengar tak yakin bahwa ia sedang berbicara dengan Heera

“Ne..kau ?”

“Aku Kai…”

Deg ! Sejenak jantungnya terasa berhenti,ia tak percaya bahwa Kai menelfonnya,ini sungguh tak terduga.

“Kau baik-baik saja?” Sambung Kai

Kali ini bukan hanya jantungnya,Heera merasa nafasnya seakan terhenti dan dunia seakan bergerak secara lambat.

“Bisakah kau menjawab pertanyaanku? Jangan diam saja” Gumam Kai lagi,Heera menggeleng dan menyadarkan dirinya

“Ya..aku baik-baik saja,maksudku aku tidak apa-apa”

“Baiklah kalau begitu,aku hanya ingin memastikan saja”

“Mm..Kai ?”

“Mwo?”

“Ku rasa,sepertinya hari ini kau tidak masuk lagi,apa kau bolos?”

“Aku ? Apa kau selalu memperhatikanku ? Kau bahkan selalu tau jika aku tak berada di kampus”

“Mwo ? Tidak..aku tidak memperhatikanmu..hanya saja..”

“Apa ?”

“Tidak apa-apa,jadi?”

“Aku berada di Cina”

“Cina ? Tapi Sehun ?”

“Dia tidak ikut,maka dari itu ia tadi menyelamatkanmu”

“Kau tau darimana bahwa Sehun menyelamatkanku?”

“Dia memberitahuku”

“Dan karena itu kau menelfonku ? Apa kau mengkhawatirkanku?” Bodoh apa yang ku ucapkan ? Aku Heera.

“Kau berfikiran seperti itu?”

Bodoh Shin Heera,apa yang kau katakana tadi ? “Aku ? Sudahlah,lupakan saja,mungkin aku sedikit ya..entahlah”

“Aku mengkhawatirkanmu Shin Heera”

Deg ! Lagi-lagi jantungnya terasa berhenti,lelaki itu ? Ia mengatakan bahwa ia mengkhawatirkan Heera.Apa dia salah dengar ? Bisakah kata-kata itu di ulang lagi?

“Aku sangat mengkhawatirkanmu Shin Heera”

Tidak ? Ia sekarang benar-benar yakin,ia tidak salah dengar.Kai mengkhawatirkannya,dan apakah ini bertanda bahwa ?

Tuuttt…..tiba-tiba saja koneksi mereka terputus,Heera mencoba menghubungi Kai lagi,tapi tetap saja tidak tersambung,dasar ponsel menyebalkan !

 

:) :) :) :) :)

 

Aku sangat mengkhawatirkanmu Shin Heera

Kata-kata itu masih terngiang di telinga Heera,ia merasa salah dengar,tidak..ia tidak salah dengar..Kai bahkan mengucapkannya 2 kali,ia yakin itu.Tapi tunggu,bagaimana jika yang menelfonnya bukan Kai ? Bagaimana jika ? Tidak..itu pasti Kai,ia sangat yakin.

Walaupun itu terjadi 3 hari yang lalu,tapi Heera benar-benar masih tidak percaya,apalagi setelah itu Kai tidak pernah menghubunginya lagi,jadi ? Apakah ia harus percaya ? Ataukah…sudahlah,lupakan.

“Heera !” Taemin yang tiba-tiba saja datang mengagetkan Heera “Kau sedang melamun? Bolehkah aku duduk” Ujarnya

“Mwo ? Oh ne..duduklah” Jawab Heera,Taemin mengkerutkan keningnya sambil duduk di kursi yang berada di depan temannya itu,tentunya terhalang oleh meja,karena mereka berada di kantin kampus

“Ku lihat akhir-akhir ini kau sering melamun,apa yang sedang kau fikirkan ?” Tanya Taemin penasaran,Heera tersenyum kecil “Tidak ada,aku tidak memikirkan apapun” Jawabnya

“Apa kau memikirkan Minho?” Tanya Taemin lagi “Hari ini dia sudah boleh pulang,kau mau menjemputnya bersamaku nanti sore?” Sambung Taemin

“Benarkah ? Tentu saja,mengapa tidak”

“Jadi kau benar-benar memikirkan Minho ? Hmm..Ku rasa kau menyukainya” Ujar Taemin

Heera tersenyum kecil “Tidak,aku tidak memikirkan Minho” aku memikirkan Kai,dan kata-katanya 3 hari yang lalu

“Benarkah ? Lalu bagaimana ? Apa kau menyukainya ?”

“Aku memang menyukainya” Jawabnya cepat “Sepertinya sebentar lagi aku ada kelas,jadi aku pamit dulu”

“Baiklah,nanti sore setelah pulang kampus,ku tunggu di parkiran,jangan sampai lupa !” Teriak Taemin pada Heera yang mulai berjalan jauh

 

*****

 

Matahari terlihat mulai tergelincir ke Barat,sepertinya sudah sore.Taemin berdiri menyandar pada mobilnya sedangkan Heera berlari kecil menghampirinya

“Jadi kita berangkat sekarang ?” Tanya Taemin pada Heera,dan gadis itu hanya mengangguk sebagai tanda bahwa ia menyetujuinya.

20 menit berlalu,mereka berdua telah sampai di Rumah Sakit,dan benar saja , Minho terlihat berjalan bersama dengan ke-dua orang tuanya.Heera dan Taemin-pun segera menghampiri mereka

“Kalian sedikit terlambat” Ujar Minho

“Kau tau kan aku sangat sibuk ? Jadi maklumilah haha” Jawab Taemin

“Apa lah kau ini Lee Taemin”

“Sudah..sudah..bibi dan paman ke mobil dulu ne” Ujar nyonya Choi yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ibunda Minho “Ne amma” Jawab Minho

“Hei,kau tidak menyapa Heera ?” Tanya Taemin,Minho menatap Heera sebentar “Kau tidak ingin memelukku Shin Heera”

“Mwo?” Ujar Heera tak mengerti

“Kemarilah” Minho menarik Heera dalam pelukkannya,dan gadis itupun hanya terdiam “Menyenangkan sekali,terima kasih karena kau sudah menjemputku” Ujar Minho

“Hei,aku juga menjemputmu Choi Minho,apa kau lupa” Protes Taemin.Minho melonggarkan pelukannya pada Heera dan menyibirkan bibirnya “Baiklah..terima kasih Lee Taemin”

“Oh ya,kalian mau ke rumahku?”

“Menurutmu? Tentu saja aku dan Heera akan mengantarmu sampai ke rumah”

“Bagus”

Heera meleparkan tangan Minho dari tubuhnya “Jadi,apa kita bisa pergi sekarang?” Tanyanya pada kedua lelaki tadi

“Tentu saja” Jawab Minho cepat.

Tiba-tiba saja ketika mereka sedang berjalan menuju mobil,Taemin menyikut pelan lengan Minho “Dia bilang,dia menyukaimu” Ujar Taemin lirih “Siapa?”

“Siapa lagi kalau bukan gadis yang sedang berjalan di depan kita itu?” Minho mengerjap mendengar perkataan Taemin “Benarkah?”

“Dia baru saja berkata padaku tadi pagi” Gumamnya lalu berjalan mendahului Minho dan Heera kemudian membukakan pintu mobil.

 

 

 

*To Be Continued*