Tag

, , , ,

 

Title : Two Moons

Author : Heena Park

Ratting : PG

Genre : Romance,Friendship,Family,Angst,Fantasy

Main Cast :

-Shin Heera

-Kim Jong In / Kai

-Oh Sehun

Support Cast :

-EXO-K

-EXO-M

-Other

 

Recomended Song :

-EXO *Black Pearl*

-Let Out The Beast *EXO*

-Katy Perry feat Kanye West *E.T*

-BigBang *Monster*

-Christina Perri *A Thousand Years*

 


 

nb : ff ini terinsipari dari Twilight,jadi mungkin ada beberapa kejadian *plak* yang agak sama.

 

Plagiat di Larang Masuk..!!!

.

.

.

 

Previous ==>

 

Tiba-tiba saja ketika mereka sedang berjalan menuju mobil,Taemin menyikut pelan lengan Minho “Dia bilang,dia menyukaimu” Ujar Taemin lirih “Siapa?”

“Siapa lagi kalau bukan gadis yang sedang berjalan di depan kita itu?” Minho mengerjap mendengar perkataan Taemin “Benarkah?”

“Dia baru saja berkata padaku tadi pagi” Gumamnya lalu berjalan mendahului Minho dan Heera kemudian membukakan pintu mobil.

 

 

Next ==>

 

 

Sepanjang perjalanan Heera termenung menatap keluar jendela,entah apa yang ia fikirkan sekarang tetapi mungkin ada hubungannya dengan Kai tapi entahlah.Oh tidak,apakah mungkin Heera sudah mulai menyukai lelaki itu? Tapi bagaimanapun mereka juga baru saja mengenal satu sama lain,bahkan mereka juga tak terlalu akrab,tetapi tidak untuk tiga hari lalu,Kai menelfon Heera? Sungguh hal yang tak disangka tapi itulah yang terjadi,walaupun Heera sebenarnya juga tidak terlalu yakin bahwa itu Kai.

“Apa ada yang sedang kau fikirkan?” Ujar Minho yang saat itu duduk di samping Heera.Kebetulan Minho lebih memilih pulang bersama kedua temannya menggunakan mobil Taemin daripada pulang bersama ke-dua orang tuanya.Ya,itu terjadi karena ia ingin bersama dengan Shin Heera,orang yang ia sukai.

Sesaat setelah mendengar pertanyaan Minho,Heera menengok dan menyunggingkan senyuman di wajahnya sambil menggeleng “Entahlah,aku sendiri tak tau apa yang sedang ku fikirkan” Jawabnya lalu kembali menghadap keluar jendela

“Kau memikirkan seorang lelaki?” Minho kembali melemparkan pertanyaan kepada Heera dan kali ini gadis itu tersentak kaget,apakah Minho membaca fikirannya? Bagaimana mungkin ia bisa tahu bahwa Heera sedang memikirkan seorang lelaki? Apakah Minho juga tahu bahwa orang yang difikirkan Heera saat ini adalah…

“Kau memikirkan orang yang kau cintai bukan?” Sambung Minho lagi dengan nada curiga,seketika wajah Heera berubah drastis,wajahnya terlihat mulai memerah dan jantungnya berdebar lebih cepat daripada tadi

Heera tersenyum kecut “Ya, ku fikir begitu”

Kembali gadis itu berbalik ke jendela,Minho mengerutkan dahinya dan tersenyum kecil “Apa dia sedang memikirkanku ? Apa dia benar-benar menyukaiku ? Jika iya, aku harus mengajaknya berkencan” Batinnya dalam hati.

Waktu berlalu dengan lambat ketika lelaki itu tak berada di sampingnya,bukan,bukan di sampingnya.Yang ku maksud adalah jika lelaki itu tidak berada di Negara ini.

Setidaknya jika lelaki itu berada di sini,Heera merasa hidupnya begitu lengkap,padahal ia sendiri juga tak tau mengapa itu bias terjadi.Aneh bukan ? Apakah ada sesuatu yang membuatnya merasa seperti itu ? Ia merasa seperti memiliki suatu ikatan dan sesuatu yang sekiranya membuatnya berhubungan dengan Kai.Sesuatu yang sampai saat ini tidak ia ketahui,sesuatu yang rasanya terpendam dalam diri,terpendam sangat dalam.

Mobil Taemin berhenti di sebuah rumah bergaya minimalis dengan cat bewarna hitam dan putih yang sebenarnya jarang ditemui di Seoul.Dengan cekatan Heera membantu Minho keluar dan memapang (?) lelaki itu berjalan pelan memasuki rumahnya.

Minho memilih untuk duduk di sofa daripada ber-istirahat di kamarnya,ya alasannya hanya satu,jika ia memilih untuk istirahat maka Heera akan pulang sedangkan jika ia tetap bangun dan duduk di sofa maka Heera akan tetap bersamanya,ya kira-kira seperti itu.

Sedangkan Heera,sungguh ia sebenarnya ingin cepat kembali ke rumahnya tapi apa daya,ia tak mungkin pergi begitu saja.Karena Minho adalah temannya dan Taemin ? Ia tau,Taemin pasti akan berlama-lama di sana.

Drrtttt…

Yak,kebetulan sekali ponselnya berbunyi,dengan cepat Heera merogoh saku celananya dan menempelkan ponsel tersebut ke telinganya,dengan tanpa ia lihat siapakah yang menghubunginya Heera segera mengoceh panjang lebar

“Yoboseo amma..ne mwo ? Ah ne…aku akan segera pulang,nde amma..” Heera menekan tombol merah di ponselnya dan segera berdiri “Mianhae,sepertinya aku harus segera pulang.Amma bilang ada sesuatu yang harus kami lakukan,sekali lagi mianhae..” Ujarnya cepat sambil membungkuk

“Mmm ? Aku akan mengantarmu pulang Heera” Gumam Taemin,Heera menggeleng “Tidak usah,aku bisa pulang sendiri,bukankah kau masih ingin bersama dengan Minho ? Bagaimanapun kalian adalah sahabat karib” Ujar Heera

“Tapi kau perempuan,ini sudah mulai petang” Kali ini Minho yang menjawab,ia merasa khawatir pada gadis itu,dan sekali lagi Heera menggeleng tetapi kali ini ia juga mengibaskan tangannya “Tidak Minho,aku taka pa…Paman,bibi,Minho,Taemin saya pulang dulu..semoga kau cepat sembuh ya Minho”

Heera bergegas keluar rumah.Tiba-tiba ia terperanjat,ia teringat akan siapa yang menelfonnya tadi,ia ingat bahwa ia tadi tidak melihat siapa yang memanggilnya dan langsung saja mengoceh tak jelas.Ia rogoh kembali sakunya dan melihat panggilan terjawab.

Deg !

Tidak..tidak mungkin,kenapa ia lagi ? Tadi…Kai ? Ada apa lelaki itu menelfon Heera ? Apa ada sesuatu ?

“Bodoh kau Shin Heera ! Apa yang tadi kau lakukan ? Kenapa kau langsung mengoceh tak jelas ? Kau benar-benar bodoh Shin Heera ! Sangat bodoh !!” Ia memukul-mukul kecil keningnya sembari masih berjalan melintasi gang kecil yang bisa menjadi jalan pintas baginya untuk menuju ke halte bus.

Ia berjalan dengan hati-hati,gang ini ? Mengapa sepi sekali ? Padahal ini baru saja pukul 18.30 KST namun mengapa rasanya seperti telah pukul 00.00 ? Apa telah terjadi sesuatu ? Tidak ini pasti hanya fikirannya saja.Ia yakin itu.

Drap…drap..drap…drap…Suara langkah kaki terdengar semakin keras,bukan langkah kaki seorang saja,namun sepertinya banyak orang…Apa ini ? 8 orang berjubah hitam dengan muka yang tak terlihat akibat dari penutup kepala yang hamper saja menutupi seluruh wajahnya.

Mereka berjalan bersamaan membentuk sebuah rasi berbentuk bintang jika dilihat dari atas , tangannya bersila depan dan belakang,sungguh bukan pemandangan yang indah.

Seketika suasana menjadi semakin hening,seluruh bulu kuduk Heera terasa berdiri,jantungnya terasa ingin copot , ia seperti bisa merasakan energi negative dari orang-orang itu.Ia merasa mereka menginginkan sesuatu.

Heera mencoba berjalan mundur,tapi apa-apaan ini ? Kakinya terpaku dan tak bisa bergerak sama sekali.Orang-orang itu ? Apakah mereka yang melakukannya ? Apa yang mereka inginkan? Apa yang bisa diharapkan dari manusia lemah seperti ia ?

Ke-delapan orang itu berhenti sekitar 30 cm dari Heera,perlahan ia mengangkat wajahnya dan memperlihatkan rupa asli mereka,bibir mereka terlihat pucat pasi,mata mereka ? Bukan,tapi bola mata mereka . Putih..seputih salju—

Saat itu juga,Heera merasakan getaran begitu hebat.Seluruh tubuhnya terasa bergerak,nadinya terasa ingin putus,jantungnya berdebar lebih kencang lagi,dengan segala sisa-sisa kekuatan ia memegang dadanya mencoba menahan rasa sakit itu . Apalagi keringat dingin mulai menghujaninya,rasanya seperti akan ada sesuatu yang hilang darinya

“Ahhhhhhh…..ku mohon hentikan…” Rintihnya,Heera terduduk di jalanan,ia masih memegang dadanya,rasanya semakin sakit dan 8 orang itu ? Mereka terlihat mengangkat pisau yang berbentuk persis seperti di mimpinya.Tidak..tidak mungkin—

“Ahhhhh……………….” Ia semakin merintih,kini ia merasa nyawanya telah berada di ujung tanduk.Seluruh hidupnya seperti akan segera berakhir,dan semuanya yang ia miliki akan segera hilang dengan sekejap

Drassss !!! Sebuah benda berbentuk bulat bewarna hitam keluar dari dalam tubuh Heera,benda itu keluar dengan begitu menyakitkan , seluruh tubuhnya terasa lumpuh dan tak bisa melakukan apapun..Apakah ini akhir ? Apakah ini…

“Heera bertahanlah” Suara itu ?

“Tetap buka matamu , Ayo aku akan mengamankanmu” Ia melihat Kai ? Ia melihat dan merasakan bahwa Kai sekarang sedang menggendongnya,dan ia juga melihat Baekhyun,Suho,D.O,Sehun,Chanyeol,dan 5 orang yang tak ia kenal.

“Kau akan aman di sini,jangan bergerak dan tetaplah bernafas..Shin Heera,ku mohon” Kai menyandarkan tubuh Heera di sebuah rumah,lalu pergi menghampiri kawan-kawannya

Kai tidak berlari,ia menghilang begitu saja dan muncul tepat di samping Chanyeol,Heera melihatnya secara langsung dan ia berusaha untuk tak percaya , tapi apa ini ? Sekali lagi Heera melihat sesuatu yang ganjil,Ia..ia melihat Chanyeol mengeluarkan api dari tangannya,Baekhyun yang membuat silau dengan cahayanya,dan D.O yang hampir saja membuat jalan terbelah menjadi dua,serta seorang lelaki yang terlihat terbang bersamaan dengan api di belakangnya.

Tidak..apa ini benar-benar nyata ? Ini tak mungkin terjadi..ini pasti hanya mimpi…Hanya mimpi—

Mereka membuat tubuh ke-delapan lelaki itu hancur menjadi serpihan debu bagaikan sampah yang tak berguna lagi.Ke – delapan lelaki itu telah mati.

 

=========================|||||||=======================

 

“Apakah ia sudah sadar ?” Suara itu..Samar-sama Heera mendengar suara seorang lelaki,entah suara siapa tapi ia merasa bahwa lelaki itu sedang menanyakan keadaannya.

Perlahan Heera membuka kelopak matanya dan melihat tempat yang berbeda.Ia belum pernah ke sini sebelumnya,tempat ini terasa asing baginya namun ia merasa nyaman.Sungguh hal yang aneh—

Kepalanya terasa sedikit pusing ketika ia terbangun,ia merasa sedikit bingung dan berbagai siluet tentang kemarin malam berlarian di kepalanya.

“Shin Heera, kau sudah sadar ?” Heera menengok dan melihat Kai sedang duduk di kursi sambil memegang tangannya,apakah ini mimpi ? Jika ini mimpi,Heera berharap ia tak akan pernah terbangun.

“Kau baik-baik saja ? Apa ada yang terluka ?” Sambung Kai.Ia menempelkan telapak tangannya ke pipi Heera

“Ini di mana ? Apa yang telah terjadi ?” Heera berkata dengan sangat pelan,ia masih berusaha mengumpulkan segala kekuatannya

“Kau tidak ingat apa yang telah terjadi ?” Kai menyipitkan matanya.Heera terdiam sebentar,Heera membelalakkan matanya “Maksudmu ? Apakah kejadian itu benar-benar terjadi ?”

Kai mengerjap dan membelai rambut Heera “Itu memang terjadi,ku rasa kau memang harus tau apa yang sebenarnya terjadi”

“Memang, apa yang terjadi?” Tanya Heera,ia mencoba menopang tubuhnya dan menyandar di sandaran kasur

“Ku fikir kau telah melihat semuanya kemarin,kau telah melihat siapa aku dan kawan-kawanku sebenarnya..Kami juga manusia tapi…”

“Kai hentikan !!”

Seseorang berteriak di ambang pintu,tidak salah lagi,ia adalah Kris , ketua dari mereka semua. “Biar aku yang menceritakan semuanya” Sambungnya lalu berjalan menghampiri Heera.

Kris duduk di samping Heera,ia menarik nafas panjang dan mulai menceritakan akan hal yang terjadi sebenarnya.

“Perkenalkan aku Kris…baiklah seperti yang kau lihat kemarin..Kami bukan manusia biasa,kami berbeda dengan kalian manusia bumi” Kris memutar bola matanya dan tersenyum kecil “Kami adalah manusia EXO Planet..setiap dari kami diberi sebuah kekuatan yang akan sangat berguna bagi kami dan hidup kami,seperti Kai,ia memiliki kekuatan untuk berteleportasi,ia bisa kemana saja dalam waktu sangat singkat.Ia tidak perlu kendaraan untuk pergi ke mana saja”

“Sebenarnya tak pernah terfikirkan oleh kami bahwa kami akan datang ke Bumi,namun keadaan yang memaksa kami.Salah satu anggota kami,telah di culik oleh sekelompok penjahat waktu yang kini telah ku ketahui bernama Zero-X.Mereka menculik anggota kami yang memiliki kekuatan untuk mengatur waktu dan ia bernama Tao.Mereka menggunakan Tao untuk memperlancar aksi mereka dalam mendapatkan sesuatu yang ternyata sesuatu itu adalah black pearl”

Heera mengernyit “Mutiara hitam ?”

Kris mengangguk “Ya,mutiara hitam.Dan sekarang aku telah tau bahwa mutiara hitam itu berada di dalam tubuhmu,hingga mereka terus mengincarmu.Mereka menggunakan mutiara itu agar bisa menguasai Bumi dan EXO Planet,dan jika itu benar-benar terjadi maka kita semua akan hidup di bawah pengaruh Zero-X”

“Tapi tenanglah,mutiaramu telah kami rebut kembali dan akan kami kembalikan mutiara itu dalam tubuhmu,karena memang kau lah pemilik sebenarnya,sebenarnya jika mereka ingin menguasai Bumi dan EXO Planet,mereka harus mendapatkan sepasang mutiara hitam yang hingga saat ini aku belum tahu di mana keberadaan mutiara hitam yang satunya.Namun kemungkinan besar mutiara hitam pasanganmu itu berada di tubuh salah satu manusia di planet kami”

“Lalu ? Apa yang harus aku lakukan sekarang ?” Heera menunduk bingung

“Jagalah mutiara hitam itu,jangan biarkan mutiara itu jatuh ke tangan musuh” Jawab Kris

“Tapi ? Aku tak memiliki kekuatan,aku tidak bisa menjaganya”

Kris tertawa kecil,ia menepuk pelan pundak Heera “Kau tak perlu khawatir,kami akan selalu bersamamu dan menjaga mutiara hitam itu”

“Sepertinya kita harus segera memasukkan mutiara hitam ini ke tubuh pemiliknya” Sebuah suara tiba-tiba mengangetkan mereka ber-tiga.Seorang lelaki berwajah oriental Cina berdiri dengan Suho di ambang pintu sambil membawa wadah kaca berisi mutiara hitam

“Apa itu mutiaranya?” Heera tertegun,ia menunjuk mutiara hitam yang dibawa oleh lelaki berwajah oriental tadi.

“Benar,ini adalah mutiara milikmu.Jadi apa kau siap untuk memasukkan kembali mutiara ini dalam tubuhmu?” Tanya lelaki itu.

Heera memandang Kai sebentar,lalu Kris,Suho,dan yang terakhir lelaki tadi lalu mengangguk dengan sedikit ragu.Lelaki tadi mendekat dan berdiri di antar Kai juga Kris “Sebelumnya,perkenalkan aku Lay.Jadi sekarang,kau cukup memejamkan matamu dan jangan kau buka sebelum aku bilang kau boleh membukanya” Ujar Lay,Heera mengangguk mengerti dan mulai menutup matanya

Perlahan Lay mengeluarkan mutiara hitam itu dan menaruhnya tepat di atas tubuh Heera,secerca sinar mulai menyilaukan mereka semua.Mutiara itu mulai melaju memasuki tubuh Heera.Memasuki tubuh yang selama ini menjaganya dan akan tetap menjaganya sampai ada generasi penerusnya.

Sringgg !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tepat ketika mutiara itu memasuki tubuh Heera,sinar yang terpancar begitu terang hingga membuat siapapun yang melihatnya bisa buta.Sinar itu bisa membuat seisi kota Seoul menjadi terang seperti siang hari.

 

*****

 

“Aku tidak tau apa ini adalah hal yang nyata.Ketika ku buka mataku,aku sangat berharap bahwa ini bukan mimpi”

“Sangat sulit dipercaya bahwa mereka benar-benar nyata.Bodoh,apa aku sedang mengigau?Tidak,ini nyata.Dan mereka memang benar-benar ada di sekeliling kita”

Heera duduk termenung di bangku yang terletak di antara lebatnya pepohonan yang berada di samping kediaman Kai beserta kawan-kawannya.Ia berdehem kecil dan menggigiti jari-jarinya yang kecil dan indah.Ia masih memikirkan tentang apa yang telah terjadi padanya dan apa yang harus ia lakukan.

Ia merasa seluruh hidupnya bagaikan tak normal lagi.Hidupnya sungguh berbeda.Mengapa ia baru mengetahuinya sekarang ? Ia juga tak habis fikir,bagaimana bisa mutiara hitam itu bersarang dalam tubuhnya selama 19 tahun ? Dan jika itu sudah di takdirkan,lalu mengapa harus ia ? Apa ia memiliki suatu kelebihan untuk mutiara hitam itu ? Tidak bukan—

“Kau memikirkan sesuatu ?”

“Kai ?” Heera terperanjat kaget mendapati Kai yang sudah duduk di sampingnya “Kau membuatku terkejut” Sambungnya lalu membetulkan posisi duduknya kembali

Kai tersenyum tipis melihat ekspresi Heera,sepertinya gadis itu belum terbiasa pada Kai yang memiliki kekuatan berteleportasi.Bagaimanapun Kai mengerti bahwa Heera pasti masih shock setelah mendengar segala pengakuan tentangnya beserta kawan-kawannya,juga kenyataan bahwa dalam tubuhnya tertanam sebuah mutiara hitam yang sekarang sedang menjadi incaran para penjahat waktu.

“Maafkan aku…Apa kau ingin pulang ? Aku bisa mengantarmu jika kau mau” Ujar Kai.Heera mengangguk lalu mengamati sekitar dan kembali menatap Kai “Di mana Sehun ?” Aku Heera “Kenapa ia tak kelihatan sejak aku tersadar tadi?”

“Kau merindukannya ?” Kai mengerutkan dahinya,ia mencondongkan tubuhnya lebih dekat pada Heera,sontak saja gadis itu terkaget dan memundurkan badannya sembari mengangkat kedua telapak tangannya di dada Kai “Ti..tidak, aku hanya heran karena ia sejak tadi tidak kelihatan” Aku merindukanmu Kai,aku sangat merindukanmu,bukan Sehun..dasar kau bodoh

“Benarkah ?” Kai tak percaya,ia semakin mendekat

“Hei..hei..hei..menjauhlah,apa yang ingin kau lakukan ? Walaupun aku hanya manusia biasa,aku tak akan membiarkanmu berlaku seenaknya padaku!” Heera menaikkan suaranya,dengan sedikit jengkel ia mendorong Kai menjauh darinya sedangkan lelaki itu hanya tertawa dan menghembuskan nafas “Dasar gadis bodoh,kau fikir aku lelaki seperti apa ? Mana mungkin aku melakukan sesuatu pada gadis yang ku…” Ia berhenti dan menggantungkan kata-katanya

“Gadis yang apa ?”

“Apa ? Tidak…bukan apa-apa” Sahut Kai cepat,ia berdiri dan mebersihkan celananya.

“Hei hyung ! Aku tidak menemukannya,kau jangan menyuruhku membeli sesuatu yang bahkan aku tak mengerti apa itu..loh, Shin Heera ? Kau sudah sadar ?” Sehun yang tiba-tiba saja datang sambil mengomel tak jelas itu langsung mengalihkan pembicaraan ketika mendapati Heera telah sadar dan ia terlihat baik-baik saja

Heera tersenyum kecil mendengar pertanyaan Sehun “Ya,seperti itulah..Seperti yang kau lihat,aku sudah sadar”

“Baiklah , Jadi apa kau tidak menemukan apa pun ?” Kai tiba-tiba saja menengahi pembicaraan antara Sehun dan Heera,lelaki aneh—

“Hei hyung,kau fikir gampang mencarinya ? Mana mungkin di Seoul ada benda yang kau minta itu . Aku bahkan tak mengerti apa itu verilitikum magnoise power , memang dulu kau mendapatkan benda itu di mana?” Jawabnya ketus

“Apa ? Ya,aku dulu mendapatkannya waktu masih berada di..ya EXO Planet”

“Hyung,kau tau ? Kau benar-benar membuatku kesal.Ahhhh..kau ini,mengapa menyuruhku membeli benda yang tak tersedia di bumi ? Menyebalkan sekali . Sudahlah..Heera,apakah kau ingin pulang ? Aku akan mengantarkanmu.Oh ya soal orang tuamu,kami bilang oh bukan..bukan kami,tapi kami memaksa seseorang untuk menyamar menjadi temanmu dan mengatakan bahwa kau sedang menginap di rumahnya karena ia di rumah sendirian”

Heera terperangah,ia tak menyangka bahwa Sehun ternyata tak sependiam yang ia fikirkan “Baiklah” Ia menatap lurus ke depan dan mulai membuka mulutnya kembali “Aku ingin pulang sekarang” Ucapnya memelas pada ke-dua lelaki yang berdiri di sampingnya,mereka saling berpandangan dan mengangguk.