Tag

, , , , ,

Title                  : Last Gift
Author              : E_Jjong
Main Cast       : ~Kim JongHyun
~Lee Soe Jin
Support Cast  : ~Lee DongHae
~Kim Joon Myoen
Genre              : Sad
Length             : OneShoot
Disclaimer     : Semua cast yang nongol di ff ini boleh dimiliki tanpa syarat apapun ^^ kecuali KIM JONGHYUN, milik author, titik gak pake koma and gak boleh protes kekeke ^^
Anyeonghanseo…… readers, karena ini ff pertama author dan author juga masih baru dalam dunia per-ff-an jadi harap maklum ne? karena udah bisa dipastikan ffnya bakal garing ring ring ring, penuh dengan typo-typo, ceritanya abal-abal and guaaaaajjjjeeeee bangetttttttt……. Plus gak ngefeel sama sekali. Jadi, readers mau baca aja udah Alhamdulillah sesuatu banget #stop lebay!! Tapi tetep coment and like ne? Ya udah dech…. Happy Reading ^^

 

 
(Author Pov)
Namja yang tengah berbaring diranjang dengan perban putih melingkar dikepalanya itu mulai membuka matanya.
“Hyung, ireonaseo?”tanya seorang namja yang selalu menungguinya sembari berdiri dari duduknya.
Sedangkan namja yang dipanggilnya hyung itu mencoba menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya diruang rawat tersebut. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut yang mampu ia jangkau. Dan akhirnya berhenti pada namja yang menungguinya.
“Joon….Joon  Myun-ah…… akhhh……”
Suara lirihnya berganti rintihan diikuti gerakan tangannya yang memegangi kepalanya. Ia meringis menahan rasa sakit yang meyerang kepalanya, nafasnya naik turun tak beraturan dan keringat dingin mulai merembes diwajah pucatnya.
“Hyung….. JongHyun hyung kwenchanayo? kwenchanayo?”tanya Joon Myun panik.
Namja berpipi chubby itu segera menekan tombol darurat, dan tak berapa lama beberapa namja dan yeoja berjas putih datang dengan terburu-buru.
*SKIP TIME*
“Benturan keras dikepalanya mengakibatkan salah satu saraf otaknya terganggu. Kemungkinan besar, ia akan kehilangan ingatanya sedikit demi sedikit.Tak ada jalan lain selain operasi, namun….. resikonya terlalu tinggi melihat kondisinya yang lemah saat ini.”jelas dokter dengan wajah sedih pada Joon Myun.
Tubuh namja itu langsung lemas mendengarnya bersamaan jatuhnya air mata dari pelupuk matanya.
“Pikirkanlah yang terbaik, Joon Myun-ah!!”ucap dokter.
Joon Myun mengangguk lemah dan melangkah gontai meninggalkan ruang tersebut. Ia menekan dadanya yang terasa amat sesak.
“Wae geureyo hyung??”gumamnya lirih.
Langkah kakinya berhenti didepan ruang rawat JongHyun. Ia segera menghapus air matanya dan menyiapkan ekspresi sewajar mungkin. Ia membuka pintu dihadapannya dan menghampiri sahabat yang sudah dianggap hyungnya sendiri itu.
“Anyeong hyung.”sapanya.
“Anyeong…. Joon Myun-ah, apa… kata dokter?”Tanya JongHyun lirih.
Senyum manis terukir dari kedua bibir pucatnya.
“Dokter bilang, kau harus banyak istirahat supaya cepat sembuh hyung.”jawab Joon Myun.
Ia memaksakan dirinya untuk membalas senyuman JongHyun.
“Kau… kau tak perlu…. berbohong, hanya untuk…men.. jaga perasaanku… Joon-ah.”
“Ye? nan… nan…”
“Ah, Soe… Soe Jin eotteohkhae? eodiseo? a… apa dia baik..baik sa..ja… ”potong JongHyun susah payah.
Ia kembali memegangi kepalanya.
“Tenanglah hyung…..”
“Soe Jin… eodiseo? ja… jawab aku Joon-ah!!”potong JongHyun sekali lagi.
Ia berubah panik dan cemas, nafasnya kembali naik turun tak beraturan. Wajahnya terlihat menahan sakit yang amat sangat.
“Jebal!! Tenanglah hyung, kumohon tenanglah, aku akan ceritakan semuanya hyung!!” pinta Joon Myun miris.
Joon Myun mati-matian menahan tangisnya, ia tak ingin terlihat lemah didepan hyungnya itu. JongHyunpun berangsur-angsur kembali tenang, nafasnya kembali teratur.

@another room
“Jadi… aku tak akan bisa melihat lagi Oppa??”Tanya seorang yeoja.
“Ne, Soe Jin-ah.”jawab namja yang duduk diamping ranjangnya.
Namja itu menatap iba pada yeodongsaengnya, wajahnya terlihat sangat sedih ditambah lagi mata merah dan sembabnya, menandakan ia baru saja menangis. Kedua mata yeoja itu masih diperban.
“Jeongmal? Itu berarti aku tak dapat melihat JongHyun Oppa lagi?”tanyanya dengan senyum miris.
“Kuatkan hatimu chagi!! Oppa janji, pasti akan mendapatkan pendonor untukmu, keokjeonghajima chagi.”janji namja itu.
Soe Jin mencengkeram dadanya yang terasa amat sakit dan sesak. Ia merasa seakan ada yang menghimpit dadanya hingga untuk bernafas saja sulit. Ia menangis, berteriak dan merutuki dirinya atas kebodohanya dalam hati.

(Soe Jin Pov)
Aku ingin tersenyum untuk sekedar menenangkan hati DongHae Oppa, namun begitu sulit rasanya untuk menarik bibirku ini. Bayangan kecelakaan itu terlintas lagi di otakku, kecelakaan akibat kebdohanku.
“Mianhe, jeongmal mianhe JongHyun Oppa. Andai aku tak memaksamu menjemputku saat itu, andai aku tahu kau sedang lelah Oppa. Andai…. Andai aku tak sebodoh dan seegois ini Oppa, jeongmal mianhe!!”racauku tanpa sadar.
“Chagiya geumanhe!! Jebal geumanhe, itu bukan salahmu…..”
“Ani! Itu semua salahku Oppa…. Da na ttaemune.. kecelakaan itu… bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan JongHyun oppa?? Bagaimana kalau…..”
“Soe Jin-ah jebal geumanhe!!”
Kurasakan DongHae Oppa memelukku erat dan mencium puncak kepalaku. Geunddae….semua memang salahku, itulah kenyataanya.
“Wae? Waeyo Oppa? Kenapa Soe Jin tidak mati saja, eoh? Bagaimana Soe Jin bisa hidup tanpa melihat apapun? Bagaiman Soe Jin bisa hidup dengan menanggung semua rasa bersalah ini Oppa?”jeritku.
Aku sungguh tak sanggup menahan rasa sakit ini, apalagi saat kecelakaan itu melintas dikepalaku lagi. Rasanya aku sungguh tak pantas jika hanya kehilangan mata saja, seharusnya aku mati. Karena keegoisan dan kebodohanku, aku menyakiti namja yang aku cintai yang seharusnya aku lindungi.
“DongHae hyung”
Aku mendengar seseorang memanggil DongHae Oppa, mamun aku tak tahu suara siapa itu. Perlahan kurasakan Oppa melepaskan pelukanya dan berucap lirih.
“Chagiya, Oppa keluar sebentar ne?”
Aku mengangguk lemah setelah mendengar suara paraunya itu. Kini bahkan aku menyakiti satu-satunya keluarga yang aku miliki. Yeoja macam apa aku ini?.

(Author Pov)
Namja yang memanggil DongHae tadi sebenarnya Joon Myun. Mereka berbicara diluar ruang rawat Soe Jin.
“Waeyo Joon-ah? Apa JongHyun sudah sadar?”tanya DongHae.
“Ne hyung, dan dia ingin bicara denganmu hyung.”jawab Joon Myun dengan wajah muramnya.
“Jeongmal? Arasho, aku akan segera menemuinya, tolong temani Soe Jin dulu.”ucap DongHae.
Meski ada sedikit kelegaan di wajahnya, namun kesedihan masih menutupi itu. Joon Myun mengangguk dan melangkah masuk ke ruang rawat Soe Jin, sementara DongHae menuju ruang rawat JongHyun.
“Oppa, waeyo?”tanya Soe Jin saat mendengar suara pintu dibuka.
Joon Myun duduk kursi tempat DongHae duduk tadi.
“Eemm, tadi Joon Myun bilang JongHyun sudah sadar.”jawab Joon Myun.
Ia berpura-pura sebagai DongHae. Ia terpaksa berbohong, karena JongHyun tidak mau yeojanya itu mengetahui keadaanya yang sebenarnya.

“Jeongmalyo? JongHyun Oppa sudah sadar? lalu bagaimana keadaanya? apa ia baik-baik saja Oppa?”tanya Soe Jin beruntun.
“Keokjeongma, ia baik-baik saja chagi. Ia hanya butuh istirahat yang cukup dan pasti akan segera sembuh.”jawab Joon Myun.
“Syukurlah.”ucap Soe Jin.
Senyum lega terukir dibibir tipisnya. Tapi berbeda dengan Joon Myun, senyum itu bagaikan pisau yang menyayat hatinya, membuatnya semakin sakit hingga air matanya kembali menetes.

@JongHyun’s room
“Mwo? Maldo andweyo JongHyun-ah.”ucap DongHae kaget.
“Memang begitulah hyung, jadi kumohon izinkan aku melakukannya, a…aku tak tahu kapan ingatanku….. akan menghilang seutuhnya hyung.”ucap JongHyun meyakinkan.
DongHae tertegun mendengarnya. Air matanya menetes perlahan dipipinya.
“Kenapa ini harus terjadi pada kalian? Bagaimana Soe Jin bisa hidup bahagia tanpa dirimu JongHyun-ah.”ucap Donghae lirih.
Hatinya sungguh sakit melihat kenyataan yang terjadi pada dua orang yang sangat disayanginya itu.
“Untuk itulah hyung, aku akan hidup dihati dan matanya hyung. Dia harus bahagia dengan mataku, karena aku tak mau melupakanya hyung.”jelas JongHyun.
“Aku pernah berjanji akan memberinya hadiah yang terindah untuk ulang tahunya tahun ini, tapi kurasa aku tak akan sanggup bertahan selama itu.”lanjut JongHyun.
JongHyun menghapus air matanya perlahan dan mencoba tersenyum.
“Jebal hyung!!”pinta JongHyun.
DongHae mengangguk pasrah, ia dapat melihat keyakinan yang terpancar dari mata JongHyun yang begitu kuat.
“Gomawo, Soe Jin sungguh beruntung dicintai namja seperti dirimu JongHyun-ah.”ucap DongHae.
***
(Soe Jin Pov)
“Mwo? Mu… museun soriya Oppa?”tanyaku tak percaya.
“Ne, mata itu miliknya.”jawab Haeppa.
“Ye?”.
Kurasakan jantungku berhenti berdetak, tubuhku gemetar dan nafasku tercekat. Kuraba kedua kelopak mataku sembari menggeleng pelan. Tidak mungkin ini miliknya, tidak mungkin mata yang kudapat beberapa hari yang lalu ini miliknya. Kurasakan kedua bola mataku ini kini mulai basah.
“Wae? Waeyo Oppa? Bukankah Oppa bilang JongHyun Oppa sedang menjalani pengobatan diluar negeri. Apa semua itu bohong?”tanyaku sembari mulai terisak.
“Kurasa jawabanya disini, kuatkan hatimu Jin-ah.”jawab DongHae Oppa.
Dengan tangan gemetar keterima surat bersampul biru itu dari tanganya. Dan saat aku membukanya Oppa beranjak meninggalkanku.

“Anyeong Chagi, neomu bogoshipeoseo!! Eottae? Kau suka hadiah dari Oppa, aku harap dengan itu aku bisa menepati janjiku meski hari ulang tahunmu masih lama, kekeke.
Oppa tak bisa bersamamu lebih lama didunia ini, karena saat kau membaca surat ini oppa sudah berada didunia yang berbeda denganmu. Hanya itu yang Oppa bisa berikan untuk membahagiakanmu terakhir kalinya.
Kau harus bahagia dengan mata itu, karena jika kau bahagia aku juga akan bahagia disini. Berhentilah menyalahkan dirimu atas kecelakaan ini, memang ini sudah takdir yang digariskan untuk kita chagi!!.
Oppa beruntung dapat mencintai dan dicintai oleh yeoja sebaik, secantik, sehebat dirimu, jeongmal saranghae Soe Jin-ah!!
Tapi kau harus mencari namja lain, yang mampu menjaga dan mencintaimu kebih dari aku di dunia ini, karena sekarang aku hanya mampu menjagamu dari sini Chagi. Keokjeongma aku tidak akan marah ^^.
Saranghae Lee Soe Jin…………………… Haengboukhae!!!”

“Op…Oppa…..”ucapku terbata.
Surat itu kini sudah basah oleh air mataku. Aku benar-benar sakit saat ini. Ingin rasanya aku mati dan menyusulnya saat ini juga. Aku sungguh tak pantas menerima mata indahnya ini. Aku telah membunuhnya, aku telah membunuh orang yang sangat aku cintai.

(Author Pov)
“Bukan tangis itu yang diinginkan JongHyun chagi.”tegur DongHae.
Ia merengkuh tubuh Soe Jin kedalam pelukannya.
“Ia ingin kau tersenyum dan bahagia dengan matanya. Berhentilah merutuki dirimu dan bahagialah untuk JongHyun. Kau harus bangkit dan kuat, kebahagiaanmu disini kebahagian JongHyun disana.”nasihat Donghae lembut.
Ia melepaskan pelukanya dan menghapus air mata Soe Jin.
“Useobwayo Chagi!!”
Akhirnya Soe Jin sadar dan tersenyum mengerti. Ia menatap Donghae dan beralih menatap langit sore itu. Ia memejamkan matanya.
“Arasho Oppa, aku akan bahagia dan akan kujaga mata indahmu ini, yakshokhae!! Kau juga bahagialah disana, jeongmal mianhe sudah menyiksamu seperti ini. Gomawo, jeongmal gomawo, nado neol jeongmal saranghae Kim JongHyun Oppa!!”batin Soe Jin.

*END*

Fiuuhhhh…. #lap keringet, akhirnya selesai juga FF pertama author gaje ini, hope you like it!! Jeongmal  gomawo for read and don’t forget to like and coment readers….. anyeoooongg ^^