Tag

, , ,

couple24

 

Cast :

-Kim Jaejoong

-Jung Hyu Ra

Suport Cast :

-Choi Siwon,

-Jung Hyo Jin (oppa hyu ra)

-other cast

Genre : Romance,

Soundtrack : (In My Dream)

Author : Echaa Nacha Elf (on Facebook)

*ini FF masih membuka saran dan kritiknya yaa!!! Ya setidaknya silahkan kasih jempol dan berkomentar bila sudah membacanya, karena FF ini dirasa masih banyak kekurangan. Bagus dan tidaknya itu pendapat Kalian (reader) semua. Oke, cekidot— >

—part 3—

***

Hyu Ra menceritakan semua yg ia alami hari itu kepada Seo Hyun sahabatnya, tanpa disadari hari semakin sore.

Mereka memang seperti itu, bila sudah bertemu dan ngobrol pasti sampai lupa waktu.

Hingga appa Seo Hyun menegur mereka yg masih asyiik ngobrol.

“anak nakal ini, tidak tahu waktu bekerja ne” seru appa seo hyun sambil menyodorkan 2 kaleng minuman.

Karena sedari tadi mengobrol mereka sampai lupa untuk minum atau makan.

“ahjusshi, mianhe” hyu ra membungkuk memberi salam.

“sepertinya serius sekali, sampai2 kalian lupa untuk makan atau minum. Ini kan sudah sore apa kalian tidak lapar?” tanya appa sambil menyuruh mereka masuk kedalam toko untuk makan dan mereka berdua masuk dalam ajakan appa seo hyun (untuk makan).

Setelah menikmati makanan,

“aku pulang dulu seo hyun, aku sudah tidak sabar untuk menantikan hari esok” hyu ra tersenyum senang.

“haa… sudah kenyang lgsg pulang” seru seo hyun yg masih mengunyah makanannya.

“kau ini…”.

“apa ji woo tahu?” tanya seo hyun.

“kurasa blm, aku baru memberitahukan hal ini padamu. Oppa saja blm tahu” ujar hyu ra senyum.

“baiklah, dan jangan lupa mintakan foto jaejoong untukku ne” pinta seo hyun yang juga mengidolakan Jaejoong namun tidak semaniak(?) Hyu ra.

“emm..” hyu ra mengangguk.

“tp sepertinya aku ingin ke toko baju dulu, membeli beberapa stel pakaian untuk ku pakai bekerja”.

“mian aku tidak bisa mengantarkanmu berbelanja, kau tahu kan aku tidak bisa keluar saat waktu kerjaku blm habis” ujar seo hyun.

Meskipun Seo Hyun juga pemilik toko roti tersebut, namun Seo Hyun tidak bisa sembarangan meninggalkan pekerjaannya, karena appanya sudah memberikan tanggung jwb penuh padanya dan Hyu Ra mengerti akan hal itu.

“arayo..baiklah aku pergi” pamit hyu ra dan memeluk seo hyun.

“semoga harimu besok menyenangkan ne” ujar seo hyu senyum.

 

@Apartement

 

Hyu Ra sudah sampai di apartementnya dengan membawa beberapa tas belanjaan yg berisi 2 setelan baju, tas dan 1 pasang sepatu.

Ia membeli barang2 tersebut dengan uang tabungan yg diberikan oleh oppanya.

“aku pulang” seru hyu ra saat masuk apartementnya dan di dapati oppanya duduk menonton tv yg sudah pulang lebih dulu darinya.

“kau dari mana saja, baru pulang” tanya hyo jin.

“shopping” sambil menunjukkan barang belanjaannya.

“ini semua untuk pakaian kerjamu?”.

“ne oppa, aku diterima bekerja disana” hyu ra melebarkan senyum.

“jinjayo??? Lalu kapan mulai bekerja” hyo jin senang dan memeluk dongsaengnya itu.

“besok oppa”.

“kalau begitu cepatlah kau mandi dan kita pergi keluar, kita rayakan keberhasilanmu hari ini, eotteokhe?” ajak hyo jin bersemangat.

“emm…” hyu ra mengganguk senang dan bergegas untuk mempersiapkan diri.

 

***

 

Didalam mobil menuju perjalanan Hyu Ra menceritakan hal yang dialaminya hari itu kepada oppanya, sama seperti yang ia ceritakan kepada Seo Hyun.

“oppa, aku merasa gugup” hyu ra mulai bicara.

“waeyo?” tanya hyo jin sambil menyetir mobilnya.

“kau tahu siapa yang menjadi bosku dikantor?” ujar hyu ra.

“memang siapa, kan aku tidak tahu” hyo jin polos.

“dia..dia..Kim Jaejoong. Kau tahu kan siapa dia oppa?” tanya hyu ra, dan hyo jin tahu siapa yang hyu ra maksud.

Karena dikamar dongsaengnya itu banyak sekali tempelan2 poster, foto2 jaejoong yang amat di gilai oleh adiknya itu.

“mwoya???” hyo jin kaget.

“bagaimana bisa, dia itu kan artis korea terkenal yang kau gilai itu bukan?” lanjutnya.

“ne oppa, ternyata dialah yang menjadi bosku.

Dia anak seorang pengusaha diperusahaan itu, dan betapa babo nya diriku yang tidak mengetahui hal itu” ujar hyu ra sambil menggaruk garuk kepala.

“tapi mengapa kau gugup, harusnya kau senang bukan karena bias yang kau sukai sudah ada dihadapanmu dan menjadi bosmu pula” ledek hyo jin.

“aku harus melakukan apa dihadapannya oppa, saat interview aku merasa santai.

Tapi mengapa saat sudah diterima dan tahu dia jadi bosku, fikiranku lgsg buyar.

Sebelumnya aku hanya melihat dia dalam televisi, majalah dan koran.

Lalu sekarang, aku akan bertemu dengannya setiap hari.

“Omoo…” hyu ra mulai bingung sambil memegang kepalanya.

“sudahlah jgn kau fikirkan itu, bersikaplah wajar dan jgn menganggap dia sebagai biasmu melainkan tatap dia sebagai bosmu. Karena dikantor dia berperan sebagai bos bukan sebagai aktor, jadi kau harus profesional juga menanggapinya. Arassho?” tegas hyo jin dengan penjelasannya kpd hyu ra.

“ne aku berusaha untuk tetap tenang dihadapannya oppa, walaupun bisa bertemu dengannya itu adalah sebuah mimpi kecil diotakku” hyu ra tersenyum kecil dan sedikit menggelengkan kepalanya. (acara diluar sama oppa nya author skip aj yak, kepanjangan!) lanjuutt aahh….

 

***

 

Jam dinding menunjukkan pukul 07.00 KST, kedua adik kakak itu telah siap dan rapi untuk pergi bekerja diperusahaan mereka masing2 dan tak lupa sebelum berangkat mereka menyantap sarapan yang telah dibuat oleh hyu ra.

Hyu ra terlihat cantik dgn mengenakan setelan baju yg ia beli kemarin, dan sepasang sepatu berwarna silver sangat cocok sekali dengan setelan baju yg ia kenakan.

Rambutnya yg panjang hanya ditekuknya(?) agar terlihat rapi, dgn sedikit polesan make up diwajahnya yg minimalis membuat hyu ra semakin cantik.

“aku ingin sarapan yg lain besok, lama-lama aku mulai bosan dengan roti ini” ucap hyo jin sambil mengunyah rotinya.

“haha.. akhirnya kau bosan juga oppa, sudah kuduga itu akan terjadi” ujar hyu ra meledek.

“kajja kita berangkat!” ajak hyo jin yg sudah selesai dgn sarapannya.

“emm.. aku juga tidak ingin terlambat kan ini hari pertamaku bekerja” hyu ra mengangguk dan segera mengikuti oppanya yg berjalan keluar apartement.

“ingat ya apa yg kubicarakan tadi malam” jelas hyo jin mengingatkan dan hyu ra mengangguk.

 

***

 

Sesampainya dikantor hyu ra bingung apa yg harus ia kerjakan terlebih dulu.

Hyu ra membuka pintu ruangan bosnya, dan dilihatnya ruangan tersebut kosong.

Tandanya Jejoong belum sampai dikantor, hyu ra lega karena ia merasa blm terlambat saat itu.

Dan sebelum jaejoong sampai dikantor, hyu ra membereskan beberapa berkas yg berantakan di atas meja kerja jaejoong.

Di bereskannya satu persatu berkas-berkas itu, dan setelah selesai dengan yg ia lakukan, hyu ra lalu membuatkan minuman (teh ceritanya ya) untuk bosnya.

Hyu ra senang dengan apa yg ia lakukan, karena menurutnya ini merupakan salah satu bagian dari pekerjaannya menjadi sekertaris.

Waktu melirik pukul 08.15 KST, jaejoong telah sampai dikantor dan lgsg memasuki ruangannya.

“wow…bersih sekali ruanganku hari ini” jaejoong heran karena setelah ditinggal sekertarisnya beberapa minggu yg lalu ruangan nya memang nampak porak poranda (lebayyyy author) tidak ada yg membereskan (emangnya dikantor gak ad OB ya mz *abaikan!) dan didapatinya secangkir teh yg masih panas di atas mejanya.

“hm, kerjaan siapa ini?” tanyanya msh bingung.

“sekertaris hyu coba kau masuk ke ruanganku sebentar” panggil jaejoong kpd hyu ra melalui telepon diruangannya.

Hyu ra pun masuk,

“ini…siapa yg melakukan semua ini” tanya jaejoong sambil menunjukan mejanya yg telah rapi dan bersih tertata baik.

“iii..in..ini saya tuan yg melakukannya” hyu ra sedikit takut.

“kau? Sejak kapan kau melakukannya dan siapa yg menyuruhmu untuk ini?” jaejoong heran.

“mianhae tuan, saya tidak bermaksud lain. Tadi saat saya tiba dikantor, ternyata anda blm datang. Dan saya bingung harus melakukan apa sesampainya disini. Jadi saya berfikir untuk melakukan apa yg seharusnya mjd awal pekerjaan saya. Dan menurut saya semua ini merupakan bagian dari pekerjaan saya (maksudnya beres2nya tadi)” tegas hyu ra yg berdiri dihadapan jaejoong dgn menundukan kepalanya.

Jaejoong tersenyum kecil dibibirnya yg manis (duhhh abang, jgn manis2 dikeroyok semut nanti*plaakk).

“sudahlah, ini kuberikan beberapa berkas dan tolong kau cek dengan teliti ya.

Hari ini juga serahkan padaku” ucap jaejoong memberikan beberapa berkas yg cukup tebal kpd hyu ra.

 

***

 

Hyu Ra keluar dari ruangan jaejong dgn membawa beban di tangannya, tapi bagi Hyu Ra semua ini bukanlah beban melainkan hal yg paling sangat ia sukai.

Jaejoong mulai merasa sedikit kagum dengan tingkah yg dilakukan oleh sekertaris barunya pagi ini.

Ia senyam senyum sendiri (gila ya bang*abaikan!) sambil memegang cangkir yg ada dihadapannya.

“dia gadis yg pintar, dia lebih mengerti” ucapnya sambil meneguk sedikit demi sedikit teh yg sudah mulai hangat tersebut.

 

Hyu Ra pov

 

“Omoo… mengapa dia tampan sekali” sambil membuka berkas sehelai demi sehelai.

Aku merasa kagum pada biasku hari ini, tapi rasa kagumku hari ini berbeda dengan sebelumnya.

Mungkin karena aku bertemu dengannya secara lgsg, bukan melalui televisi ataupun surat kabar.

Tuhan izinkan aku terus melihatnya dimataku, dihadapanku karena aku menyukainya.

“ooppsss…apa yg aku pikirkan, ini tidak benar hyu ra. Fokus, fokus dan fokuslah” sadar akan ucapannya dan memulai untuk fokus pada apa yg ia kerjakan karena semua berkas itu harus diberikan kpd bosnya hari ini dan tentunya hari pertama bekerja harus membuat bosnya berkesan.

Itulah yg ada dibenakku saat aku mulai tersadar akan pesan yg diberikan oppa tadi.

“aku tidak akan mengecewakanmu oppa” bisiknya yg mulai serius dgn pekerjaannya.

 

Lanjuuuttt kah??? –>