Tag

, , , , ,

 Author : Jung Ah Ra

Main Cast :
SNSD Jessica
EXO M Kris
SNSD Yuri

Genre :
Comfort, Angst

Rating : General

Playing :

F(x) Luna & Krystal – Calling Out
Hurt – Christina Aguilera

Note :

Annyeong Haseyo ^^ Jung Ah Ra Imnida
|Aku Author baru kkk~ >< FF Ini sebenarnya udah cukup Lama sih ‘-‘)/
FF ini juga aku Post di Blog Ku http://www.firaanastasya27.wordpress.com
Disana penuh dengan FF EXO Sica ._. Bagi yang berminta Monggo di Kunjung ^^ #Promosi😀
HAPPY READING!!!

***

Jessica dengan santai berjalan menuju dormnya. Seluruh Teman temannya sudah lebih dahulu pulang. Hanya ia yang tersisa. Jessica sesekali bersenandung. Tapi langkahnya terhenti. Melihat pemandangan yang tak pernah ingin ia ihat. Ia merasa semuanya gelap. Hatinya sesak.

Jessica mengepalkan kuat tangannya. Bibir nya bergetar. Matanya sudah terpampang jelas genangan air menghiasi mata indahnya

“Kris..Yuri…”panggil jessica pelan

Dua orang yang sadar nama mereka di panggil menghentikan kegiatan mereka. Menolehkan kepala dan terkejut melihat Jessica disana. Jessica tak bisa menahan air matanya. Air matanya lolos jatuh di matanya.

“Aku tak percaya…”

“Sica…”Ucap Yuri gugup

Jessica menggelengkan kepalanya. Ia berjalan lurus menerobos Kris & Yuri . Kris & Yuri hanya berpandangan bingung. Sedetik kemudian Kris mengejar jessica. Sedangkan Yuri Berjalan di belakangnya sambil menundukan kepalanya.

“Noona Dengar kan aku..”tahan Kris terus meraih tangan jessica

Jessica berhenti ia menampar pipi kris kuat. Matanya memerah. Air matanya terus jatuh tak berhenti di matanya. “Kau!Dan kau!Ku harap kita tak pernah saling menyapa atau yang lainnya!Sungguh menjijikan jika bisa mengenal kalian!”Teriak Jessica marah

Ia segera masuk ke dalam dormnya dan membanting pintu Dormnya dengan cukup kuat. Kris merasa pipinya memerah dan berdenyut. Tapi itu tak seberapa dengan penyesalannya. Jessica marah dan membencinya. Ia tau jika jessica menangis dan berani menampar seseorang jessica sangat membenci orang itu.

Sementara itu Yuri ikut menyusul masuk ke dalam dorm mereka. Ia terkejut melihat beberapa temannya memandangnya tajam.

“Yuri-ah apa yang kau lakukan dengan jessica??”tanya Taeyeon

Yuri mendudukan dirinya di atas sofa dan menundukan kepalanya “Aku menyesal…”

“Jessica ketika pulang tadi ia langsung menangis dan berteriak ‘Wanita Jalang kau Yuri!’ ” Ucap Tiffany

Yuri menangkup wajahnya di balik kedua tangannya. Ia menangis. Ia tau apa yang ia lakukan salah. Hubungan yang seharusnya tidak ia lakukan. Seharusnya ia tak boleh merebut Kekasih sahabatnya sendiri. Ia Egois. Yuri menginginkan Kris terlalu banyak sehingga membuat Jessica sakit hati.

Ia Bingung apa yang harus ia lakukan. Haruskah ia mati agar Kris & Jessica bisa hidup damai?? Tapi itu tak bisa ia lakukan. Sangat Konyol jika Yuri Mati bunuh diri seperti Artis Artis yang banyak lakukan . Mereka mempunyai alasan tertentu untuk melakukan hal yang Paling dibenci Tuhan itu.

Jika Yuri melakukannya, Tak mungkin Orang akan tau alasan ia Bunuh diri hanya karena Merusak sebuah hubungan Orang. Yang ada ia akan dicaci oleh orang di luar sana yang kebanyakan bermulut pedas.

“Apa yang terjadi??”tanya Sunny

“Aku..Aku…Berciuman…”

“Dengan Kris??”Sambung Hyoyeon

Yuri mengangguk. Semuanya menghela nafas Pasrah. Mereka tau, Hubungan Jessica&Kris baik baik saja. Tapi kini?Semuanya hancur karena Yuri.

“Kenapa bisa??”tanya Sooyoung

Yuri menggekengkan kepalanya, Ia tak ingin menjelaskan apa alasannya. Yuri Memilih pergi ke kamarnya. Ia bingung harus berbuat apa.

***

Sudah lebih dari 3 hari jessica tak keluar kamar membuat semua orang cemas. Termasuk Kris. Kris mengatahui itu dari Tiffany. Jessica tak mengeluarkan suara atau pun yang lainnya. Sunyi. Lampu kamar jessica saja terus padam. Ponsel Jessica tak aktif. Semuanya diluar kemampuan orang yang ada di sekitarnya.

Kris terus mendial nomor jesssica tapi tetap saja tak aktif.

“Noona..Kumohon..”Gumam Kris

“Percuma jika kau terus menelpon Jessica Noona..Ia terlalu benci denganmu”Ketus Luhan sambil terus bermain game dengan Kai

“Cih, Memangnya kau tau??”tanya Kris sinis

“Aku lebih kenal Jessica Noona daripadamu”Jawab Luhan tak kalah

“Aku pacarnya tentu aku lebih tau”

Luhan menghempaskan stik Playstationnya. Ia berdiri menghadap Kris “Kau itu hanya bisa menyakitinya!Berapa kali kau Menyakitinya hah??Dan berapa kali kau Membahagiakannya??”tanya Luhan menunjuk ke arah Wajah Kris

Aura di antara kedua lelaki itu menjadi panas. Beberapa Member lainnya mulai was was. Kris & Luhan Bertengkar karena Jessica lagi.

“Kau menyakitinya berkali kali, Kau membahagiakannya??Bisa dihitung dengan jari!!Kris Sadarlah!”teriak Luhan

Kris terdiam. Kris mengusap wajahnya “Apa pedulimu??”

Luhan mengepalkan tangannya. Luhan melayangkan Tangannya ke pipi Kris hingga kris Hampir Tersungkur. Beberapa orang disana melerai Luhan & Kris.

“Hei!Sudahlah!”Lerai MinSeok memundurkan Luhan yang ditahan oleh Chanyeol & Sehun.

Luhan terus memberontak. Ia maju dan kembali memukuli Kris Bertubi tubi. Kris tak melakukan perlawanan. Ia tau ia memang pantas Mendapatkan ini. Kris tau, Luhan mencintai Jessica. Dan dengan tiba tiba Ia merebut Jessica dari Luhan. Membuat Luhan sangat membenci Kris.

Kai mendorong Luhan Dan membantu Kris bangkti yang juga di bantu Baekhyun. “Sudahlah!Berkelahi tak akan menyelesaikan masalah”Tahan Kai

Luhan merebahkan tubuhnya di atas sofa. Ia mengusap wajahnya. Hanya Ia yang tau keadaan Jessica sebenarnya. Maka dari itu ia sering keluar diam diam dan itu hanya diketahui Suho. “Jessica Sedang sakit”Cetus Luhan sambil memijat Kepalanya

Kris diam. Ia tak mengerti maksud Luhan. Luhan memandang Kris Kesal “Sebaiknya kau pergi ke jendela dorm SNSD Sunbaenim. Jendela nomor 3. Itu jendela Kamar Jessica Noona & Sooyoung. Jessica sedang sakit. Badannya Panas. Ia sering menangis dan mengigau namamu”

“Bagaimana kau tau?”tanya Kris

Luhan mengerang frustasi “Ketika kau tertangkap tengah berciuman dengan Yuri Noona, Ia menelpon ku menyuruh ku ke kamarnya. Ketika aku sampai, Aku menemuinya tengah  menenggelamkan dirinya sendiri di bath tub. Untung Jessica Noona bisa terselamatkan. Aku dengan terpaksa mengganti bajunya. Ya, Secara langsung aku melihat tubuh Jessica Noona. Tapi aku tak melakukan apa apa. Ia panas. Jessica Noona memintaku agar tak memberitahu siapa siapa”Jelas Luhan

Kris sedikit sesak mendengar kalau luhan melihat tubuh Jessica secara langsung “Kau melihat tubuh Jessica Noona??”Ulang kris

Luhan mengangguk “Walau aku sebagai Lelaki normal mempunyai Nafsu tapi aku menahannya. Aku tak ingin melakukan hal bodoh. Menghancurkan Masa depan ku sendiri dan Masa Depan Jessica Noona”

Kris mengangguk mengerti.

DRRT DRRT

Ponsel Luhan berdering. Luhan meraih Ponselnya dengan malas. ‘Jessica Noona’ . Ia Menunjukan Nama yang tertera di layar ponselnya ke arah kris “Jessica Noona menelponku. Kau Harus mendengar ceritanya”

Luhan menekan tombol Hijau dilayar ponselnya dan membesarkan Volume Suara ponselnya

“Luhan…”

“Ne Waeyo noona??”

“Sakit..Sakit Luhan” Rintih Jessica dengan suara Parau

Kris tertegun. Sakit?Jessica Sakit?Semuanya Karenanya.

“Sakit??”

“Sakit Luhan..Kris..Dia… Membuatku sakit… Luhan..Aku tak ingin bertemu denganya lagi…”

Kris terdiam. Luhan menatap kris tajam. “Begitu sakitkah noona??”

“Aku ingin semuanya berakhir…”

“Noona, Kuharap kau jangan melakukan hal seperti kemarin”

Jessica diam. Kris menolehkan kepalanya ke arah luhan “Wae Gurae??”Bisiknya

Luhan menggeleng. Ia tak bisa mengatakan Hal yang jessica lakukan. Jessica mencoba menusuk dirinya dengan Gunting . Untung saja Luhan berada disana, Sehingga Luhan bisa menahan Jessica.

“Luhan apa Kris hanya mempermainkanku??”

Luhan menyerahkan Ponselnya ke arah kris “Kau yang harus menjawabnya”

Kris menggelengkan kepalanya. Luhan menatap Kris Tajam.

“I..Ia sangat mencintaimu Noona..”

“Luhan??Kenapa Suaramu berubah??”

“Ini Aku…”

“Kris??”

“Maaf..”

TUT

Jessica memutuskan Teleponnya. Kris mendesah pasrah. Tampaknya Jessica sangat tidak ingin bertemu bahkan mendengar suaranya jessica terlalu benci.

“Bagaimana??”tanya Kris bingung

“harusnya kau bertanya dengan Dirimu sendiri, Apa kau benar benar mencintai Jessica??”tanya Luhan bangkit dari tempat duduknya dan pergi menuju kamarnya

****

Taeyeon Mondar Mandir di depan Kamar Jessica berkali kali ia mengetuk kamar jessica tak ada tanda tanda pergerakan dari dalam.

“Aigoo bagaimana ini??Jessica sudah 3 hari tidak keluar”Cemas Taeyeon

KREET

Pintu kamar Jesssica terbuka dan membuat semua orang segera melihat ke arah kamar jessica. Jessica keluar dari kamarnya. Wajahnya pucat, Rambutnya berantak dan darah bersimbah di tangannya.

“JESSICA!!!”Pekik Tiffany segera menghampiri Jessica. Jessica tersenyum tipis ia menyentuh bahu Tiffany “Gwenchana…”

Jessica berjalan menuju Kamar mandi. Sebentar lagi ia akan bermain Di Drama Musical. Walau ia merasa tubuhnya sakit jessica tetap harus menjadi artis professional.

***

“Seohyun kau harus memantau Jessica ne??”Pesan Sunny menepuk pundak Seohyun

“Ne Eonni. Eonni Kajja”Ajak Seohyun

Jessica mengangguk lemah. Baru saja ia akan berjalan menuju mobil ia sudah terjatuh. Beberapa orang segera menolong jessica

“Jessica jangan memaksakan dirimu”

Jessica tersenyum dan menggeleng. Dengan terseok seok ia masuk ke dalam Mobil

***

“Jessica ayo masuk!”Teriak Produser. Jessica mengangguk, ia perlahan masuk ke dalam Ruang Teather yang di penuhi banyak orang. Jessica memulai Aktingnya. Ia awalnya baik baik saja. Tapi berkali kali ia merasa pusing dan ia terjatuh.

Beberapa orang mencemaskan keadaan jessica. Jessica hanya terus tersenyum dan melanjutkan kegiatannya. Tapi, Tampaknya tubuh jessica tak bisa bertahan lebih lama.

Jessica terjatuh dan pingsan. Semua orang berhamburan menuju Jessica. Seohyun yang melihat itu segera menelpon Taeyeon dan mengabarkan keadaan Jessica. Manager nya segera menggendongnya dari belakang. Di gendongan Managernya jessica menangis.

Ia menangis bukan karena ia mengecewakan banyak orang, tapi ia menangis karena ia masih teringat ketika ia melihat kris & Yuri. Jessica menangis tanpa henti dan tak ada yang tau menyebab jessica menangis.

Seohyun dengan ragu menekan nomor Kris dan memberitahu Keadaan Jessica.

“Yoboseyo”

“Oppa!!Jessica Eonni…”

“Ada apa??”

“Jessica Eonni pingsan, Ia menangis. Dan kau tau?Jessica Eonni ketika tadi keluar dari kamarnya ia berlumuran darah”

Kris terpaku di tempat. Mungkin kah ini karena ku? Batin Kris. Kris segera mematikan ponselnya.

Seohyun hanya menggelengkan kepalanya ia bingung denan dua orang itu.

***

Jessica perlahan membuka matanya. Ia menatap ke seluruh penjuru ruangan tempat ia berada. Taeyeon dan yang lainnya mengelilinginya

“Syukurlah kau sudah sadar “Kata Hyo

Jessica tersenyum. Ia melirik tangannya, Tangannya telah terdapat Jarum Infus. Jessica hanya bisa menghela nafas Parah

“Kau itu Nekat Eonni”goda Yoona dengan mata Merah

“Kau kenapa??”tanya Jessica

“Dia menangis Eonni”Ejek Sooyoung

Yang lainnya tertawa. Jessica tersenyum dan mengusap kepala Yoona. Jessica menatap Yuri yang terus menundukan kepalanya.

“Kenapa wanita murahan itu ada disini??”tanya Jessica kepada Taeyeon

Taeyeon melirik yuri yang tersentak. “Ah..Dia kan juga temanmu”

“Bukan..Dia bukan temanku..Dia seorang perebut”cibir jessica membuang mukanya

Yuri semakin menundukan kepalanya. “Kuharap…kalian pergi dari sini..Aku ingin sendiri”Usir Jessica

Tiffany melirik ke semua member dan mengangguk. Mereka pergi dari sana daripada jessica mengamuk. Jessica masih membenci Yuri. Entahlah kapan semua itu berakhir.

***

Jessica dengan malas berjalan menuju dormnya. Ia lagi lagi sendiri. Ia jadi teringat kejadian 1 minggu yang lalu itu. Jessica masih terus menjauhi Kris&Yuri, Walau dua orang itu mencoba meminta maaf. Hanya Luhan yang bisa menenangkan hatinya. Bahkan di depan Kris, Jessica memeluk Luhan erat tak peduli seberapa sakitnya Kris saat itu.

Kris juga sering kali melihat jessica dari jauh. Ia tak berani jika ia mendekat ke arah Jessica. Kris hanya bisa melirik dan berpura pura melihat orang jika ia ingin melihat jessica. Jessica terkejut mendapati seseorang menarik tangannya.

Kris, Kris menarik tangan jessica dan mendorong gadis itu ke arah dinding. Kris memegang kedua bahu jessica.

“Noona aku sudah tak bisa seperti ini”Pinta kris lirih

Jessica menatap Kris datar dan mencoba melepaskan cengkraman kris dari bahunya.

“Aku tak akan Peduli”Tolak Jessica

Kris menatap jessica sendu. Kris belutut di depan jessica “Kumohon..Maafkan aku…Aku menyesal”

Jessica mencibir pelan “Menyesal??Aku muak mendengar kata kata itu!”bentak Jessica

Kris menahan nafasnya lalu mencoba meraih tangan jessica “Aku mencintaimu…”

“Sayangnya aku tak mencintaimu..Aku mencintai Luhan”

Kris merasa dadanya sesak. Jessica dengan santai mengatakan itu. Apakah itu karma baginya???Sepertinya Tuhan memberikan balasan untuk Kris. Dulu, Kris sering kali membuat Jessica menangis dan siapa yang tau?Kris mempermainkan Jessica. Dan tanpa sepengetahuan siapa pun. Ia dan yuri Berselingkuh.

Kini Kris lah yang mendapat perlakuannya dulu dengan Jessica. Ia kini yang menangis di hadapan Jessica. Sangat Konyol, Jika seseorang tau Seorang Kris menangis dihadapan Wanita.

“Maaf…Aku tak bisa”Tolak Jessica menepis tangan Kris

Kris kembali meraih tangan jessica dan menggenggamnya erat “Noona aku mencintaimu…”

Jessica diam. Air matanya dari tadi tersimpan dan jessica terus menahannya. Air mata nya jatuh di pipi Jessica. Jessica masih merasakan sakit. Sakit dengan semua kelakuan Kris.

“Apa kau tak tau kris??Aku Rela melakukan apa pun demi kau!Tapi?Kau selalu mempermainkanku. Kau berselingkuh dengan Yuri”Isak Jessica

Jessica hanya mampu menangis. Ia mati matian menepis tangan Kris yang terus mencoba meraih tangannya dan berlutut didepannya

“Maafkan aku…”gumam kris pelan

Jessica menggelengkan kepalanya dan menarik tangannya. Ia tak bisa menahan kebenciannya melihat kris. Gadis itu terlalu marah, Benci, Kecewa dengan kris.

Sementara itu. Yuri hanya memandang peristiwa itu dari jauh dan menyenderkan tubuhnya di dinding “Mianhae..Jessie.. I Never Make You Hurt..”

Yuri memejamkan matanya. Mengingat dosa yang telah ia lakukan. Seandainya ia tak memaksa kris. Seandainya ia bisa menahan kecemburuannya. Dipikiran Yuri hanya penuh dengan kata berandai andai.

Kris memeluk kaki jessica ia menangis di sana

“Kumohon..Maafkan aku…”tangis kris terus meraih tangan jessica

Jessica mendorong kris pelan “Aku tak bisa…Sudah cukup…”

Kris mendongakan kepalanya dan langsung memeluk jessica paksa “Kumohon..Aku mencintaimu…”kata kris dalam tangisnya

Jessica bisa merasakan bagian pundaknya mulai basah karena tangis kris. Jessica terus mencoba melepaskan pelukan kris. Berhasil. Ia berlalu dari sana.

Tapi kris menahannya. Kris memeluk jessica erat dari belakang

“Please…Give me One Chance Again…”isak kris

“Never…I’ve been to Hurt…”bisik jessica terus menangis

Sementara Itu Luhan menatap Punggung Kris & Jessica, Ia tersenyum Pahit “Mungkin, Aku harus menjauhi mu untuk saat ini Noona”

END